
Oh ayolah! Bagaimana aku akan menghadapi wanita ini? Sedangkan aku tidak pernah bersama dengan wanita sebelumnya. (Batin Laren sambil memijat pelipisnya)
"Ada apa Yun'er? Kenapa kamu diam saja? Apakah kepalamu terasa sakit?" Tanya Liu Shang yang melihat Laren memijat pelipisnya.
"Tidak, aku baik baik saja." Balas Laren sambil menatap Liu Shang.
Tentu saja kepalaku sakit, bagaimana tidak? (Batin Laren)
"Kalau begitu biarkan aku memelukmu lebih lama lagi Yun'er." Ucap Liu Shang kemudian melangkah mendekat ke arah Laren.
Laren pun dengan cepat melangkah mundur dan menghindari pelukan Liu Shang yang secara tiba tiba itu.
"Shang'er, dengarkan aku!" Ucap Laren sambil menahan bahu Liu Shang agar tidak memeluknya.
Mendengar ucapan Laren, Liu Shang pun menatap Laren lamat lamat.
"Walaupun jika kamu tidak peduli dengan orang lain dan apa yang mereka katakan, tapi aku peduli Shang'er. Aku peduli dengan martabat dan juga reputasimu sebagai seorang tuan putri." Ucap Laren sambil menatap Liu Shang.
Liu Shang pun melepaskan tatapannya dari mata Laren dan merenung sejenak setelah mendengar ucapan Laren tersebut.
"Apakah kamu mengerti ucapanku, Shang'er?" Tanya Laren tanpa melepaskan tatapannya kepada Liu Shang.
Setelah beberapa saat menunduk, Liu Shang kembali mendongakkan kepalanya dan menatap mata Laren kemudian mengangguk perlahan.
Laren pun menghela nafas lega setelahnya, kemudian melepaskan tangannya yang awalnya menahan bahu Liu Shang.
"Ngomong ngomong dengan siapa kamu berangkat ke sini Shang'er?" Tanya Laren memecah keheningan yang melanda keduanya.
"Aku datang sendirian Yun'er, yang lainnya masih bersiap siap. Awalnya aku masih menunggu kakak, tapi dia sangat lama sehingga aku meninggalkannya." Balas Liu Shang.
"Hmm, apakah kamu tidak khawatir jika kakak dan ayahmu akan mencarimu?" Tanya Laren sambil menatap Liu Shang.
__ADS_1
"Sepertinya tidak, aku sebelumnya sudah mengatakan kepada mereka jika aku akan pergi ke istana Yun lebih awal." Balas Liu Shang sambil menggeleng perlahan.
"Jadi seperti itu, lain kali jangan pergi sendirian Shang'er. Itu berbahaya, mengingat statusmu juga tinggi, mungkin akan ada orang yang mengincar dirimu. Jika kamu mau aku bisa menjemput dan menjagamu." Ucap Laren sambil menepuk pundak Liu Shang perlahan.
Yun'er tidak berubah sama sekali, sejak dulu dia selalu mengorbankan dirinya untukku. Dia selalu mengatakan kepadaku jika dia akan melindungiku padahal kultivasinya masih berada di tingkat prajurit. (Batin Liu Shang sambil menatap lembut mata Laren)
"Aku mengerti, aku tidak akan mengulanginya lagi." Balas Liu Shang sambil mengangguk yakin.
"Gadis pintar." Ucap Laren sambil mengelus pucuk rambut Liu Shang.
Saat Laren sedang mengobrol dengan Liu Shang di taman, seorang pria tiba tiba menghampiri keduanya.
Tatapan mata Liu Shang yang semula hangat menjadi tatapan dingin dan tajam setelah pria itu datang ke arah mereka.
"Laren, ada sesuatu yang harus kamu bereskan di sana. Bisakah kamu mengaturnya lebih dahulu?" Ucap pria itu sambil menatap Laren.
Hm? Datang datang langsung ingin mengusirku dari sini? Sepertinya tujuannya adalah untuk bersama dengan Liu Shang. Baiklah, aku akan pergi, tapi aku tidak menjamin jika Liu Shang akan mau untuk menemanimu kak. (Batin Laren sambil menyeringai tipis)
"Tidak apa Yun'er, aku akan menjaga diri. Kamu pergilah dan uruslah urusanmu dengan baik." Balas Liu Shang sambil tersenyum manis.
"Baiklah, kalau begitu aku pergi, sampai jumpa." Ucap Laren yang kemudian di balas anggukan oleh Liu Shang.
Laren pun pergi meninggalkan Liu Shang yang duduk di kursi yang berada di taman dan juga pria itu.
"Tuan putri Liu Shang, apakah saya boleh ikut duduk di sini?" Ucap pria itu.
"Tentu saja pangeran Altezza, ini adalah kerajaanmu kamu bisa duduk di manapun kamu mau." Ucap Liu Shang dengan nada datar.
Tepat setelah pangeran Altezza duduk, Liu Shang pun berdiri dari duduknya kemudian hendak pergi.
"Tuan putri Liu, ke mana anda akan pergi?" Tanya pangeran Altezza terkejut karena Liu Shang yang berdiri tepat setelah ia duduk.
__ADS_1
"Apakah aku harus memberitahu dirimu pangeran? Untuk acara yang besar dan megah seperti ini, aku yakin kamu akan memiliki banyak pekerjaan yang harus di urus. Pergilah, aku bisa menjaga diriku sendiri." Ucap Liu Shang tanpa menoleh ke arah pangeran Altezza.
Pangeran Altezza pun berdiri dan melangkah mendekat ke arah Liu Shang yang membelakanginya.
"Tidak tuan putri, semua pekerjaan sudah saya selesaikan. Saya bisa mengajak tuan putri untuk berkeliling di istana Yun." Ucap pangeran Altezza.
"Tidak perlu, saat kecil aku sudah di ajak oleh pangeran Laren untuk berkeliling di istana Yun, dan sampai sekarang aku masih ingat betul denah kerajaan ini. Tidak perlu orang lain untuk mengajakku berkeliling lagi." Balas Liu Shang dengan wajah datar.
Cih kenapa dia membahas Laren? Apakah dia tidak bisa melupakan Laren untuk sementara saja? (Batin pangeran Altezza kesal)
"Tapi tuan putri..." Ucapan pangeran Altezza terpotong karena Liu Shang yang tiba tiba berkata sesuatu.
"Pangeran Altezza, tolong jangan mengganggu diriku lagi, dan aku akan memperingatkan dirimu tentang satu hal." Ucap Liu Shang sambil membalikkan badannya dan menatap pangeran Altezza dengan tajam.
Pangeran Altezza pun sangat penasaran, peringatan apa yang di maksud oleh Liu Shang.
"Jangan pernah menganggu pangeran Laren, jika aku mendapat kabar bahwa pangeran Altezza menyakiti pangeran Laren, maka aku tidak akan tinggal diam." Ucap Liu Shang sambil menatap tajam ke arah pangeran Altezza.
Sial! Lagi lagi Laren! Kenapa yang dia pikirkan hanya Laren? Kenapa hanya Laren?! (Batin pangeran Altezza kesal)
"Satu hal lagi, aku tidak tau jika pangeran Altezza yang di segani oleh rakyatnya ternyata suka menguping dan mengamati orang lain dari jauh." Ucap Liu Shang sambil melirik tajam kepada pangeran Altezza.
Setelah mengatakan kalimat itu, Liu Shang pergi meninggalkan pangeran Altezza yang masih mencerna ucapan Liu Shang tadi.
Apa? Jadi dia tahu jika aku memperhatikannya bersama dengan Laren tadi? (Batin pangeran Altezza kesal)
"Ck. Dia bahkan bisa melemparkan pelukannya untuk Laren, tapi kenapa dia bersikap begitu dingin terhadap diriku?" Gumam pangeran Altezza sambil menendang batu kecil di sebelahnya karena kesal.
"Hahaha kakakku, apakah kamu iri terhadap diriku?" Gumam Laren yang mengamati pangeran Altezza dan juga Liu Shang sejak tadi tanpa di ketahui oleh keduanya.
Laren memang tidak benar benar pergi tadi, ia mengamati setiap pergerakan pangeran Altezza dan juga Liu Shang.
__ADS_1