Perjalanan Balas Dendam

Perjalanan Balas Dendam
Chapter 86


__ADS_3

Setelah beberapa saat berada di tempat itu mengamati pangeran Altezza dan juga Liu Shang, Laren pun memutuskan untuk pergi agar tidak ketahuan oleh salah satu dari mereka.


Laren membantu beberapa tugas yang seharusnya di kerjakan oleh para pengawal dan menteri karena ia tidak memiliki hal untuk di kerjakan.


Ucapan yang di katakan oleh pangeran Altezza jika ada sesuatu yang harus di kerjakan oleh Laren tadi hanyalah sebuah kebohongan.


Pangeran Altezza hanya ingin agar Laren pergi meninggalkan Liu Shang dan pangeran Altezza bisa berdua bersama dengan Liu Shang.


Tapi siapa sangka jika Liu Shang akan lebih memilih untuk meninggalkan pangeran Altezza bahkan masih membuatnya begitu kesal.


Akhirnya Laren memutuskan untuk membantu beberapa tugas bawahannya dan beberapa menteri di kerajaan itu.


Hal itu membuat Laren di segani dan lebih di hormati lagi di dalam kerajaan itu karena di anggap rendah hati dan tidak sombong akan statusnya yang merupakan seorang pangeran.


"Huft, aku sudah membantu banyak hal di sini. Apalagi yang bisa aku lakukan?" Gumam Laren sambil mengamati pekerjaan yang telah di selesaikannya.


Laren mulai merasa bosan karena kini sudah tidak ada lagi hal yang bisa ia lakukan karena semua persiapan di kerajaan telah di selesaikan.


"Hm aku penasaran bagaimana kondisi Xiao Ying bersama dengan Rayden sekarang." Gumam Laren sambil membayangkan wajah harimau putih kecil itu.


Saat Laren sedang melamun tentang harimau kecil peliharaannya itu, tiba tiba ada sesuatu yang halus menggosokkan dirinya di kaki Laren.


Laren pun terkejut sekaligus penasaran, apa yang ada di kakinya itu, dan bagaimana bisa itu tiba tiba muncul.


Laren semakin terkejut saat melihat benda putih berbulu hitam putih yang menggosokkan kepalanya ke kaki Laren terus menerus.


Apakah aku salah lihat? (Batin Laren sambil mengucek matanya dan mengecek kembali apa yang dia lihat)


"Xiao Ying!? Apakah itu benar benar kamu? Bagaimana bisa kamu berada di sini?" Ucap Laren terkejut sambil menggendong harimau kecil itu.


Laren celingak celinguk melihat lingkungan sekitarnya sambil mencari keberadaan seseorang, tidak lama setelah itu seorang pria menghampiri Laren yang bersama dengan Xiao Ying.

__ADS_1


"Pangeran," Panggil seseorang yang muncul dari samping Laren.


"Rayden, kamu di sini? Kenapa kamu membawa Xiao Ying ke sini?" Tanya Laren sambil menatap Rayden.


"Pangeran, sejak tadi pagi wajah Xiao Ying menunjukkan jika dia gelisah dan hanya makan sedikit tadi. Saya berfikir jika dia bertemu dengan anda maka dia akan kembali aktif seperti sebelumnya." Ucap Rayden menjelaskan.


"Hmm jadi seperti itu," Balas Laren mengangguk sambil mengelus kepala Xiao Ying.


"Pangeran tenang saja, nanti saya akan membawanya kembali ke istana pangeran dengan aman." Ucap Rayden.


"Hmm baiklah." Balas Laren sambil mengangguk perlahan.


Laren bermain beberapa saat bersama dengan Xiao Ying di halaman istana, kemudian salah satu pengawal menghampiri Laren yang sedang terfokus dengan Xiao Ying.


"Hamba memberikan salam kepada pangeran Laren." Ucap pengawal itu sambil membungkuk.


"Ada apa pengawal? Kenapa kamu datang ke sini?" Tanya Laren melihat kedatangan pengawal itu.


"Pangeran, acara peresmian kerajaan akan segera di mulai. Mohon pangeran Laren berkumpul bersama yang mulia raja dan juga para pangeran yang lainnya." Ucap pengawal itu.


Setelah menyampaikan hal itu kepada Laren, pengawal itu pun pergi meninggalkannya dan kembali bertugas.


"Rayden, jagalah harimau kecil ini. Aku harus pergi." Ucap Laren kemudian menyerahkan Xiao Ying kepada Rayden.


"Baik pangeran, saya akan menjaga Ying." Balas Rayden mengangguk.


Laren pun pergi dan bergabung dengan para pangeran yang lainnya di aula utama, dan juga semua orang berkumpul di tempat tersebut.


Tamu tamu dari beberapa kerajaan lainnya pun datang untuk ikut memeriahkan acara peresmian tersebut.


Saat Laren sedang duduk diam dan melihat tamu tamu yang datang, ia melihat seseorang yang tidak asing di matanya.

__ADS_1


Dia!? Bagaimana dia bisa berada di sini? (Batin Laren terkejut dengan kehadiran seseorang)


"Saya dari kerajaan Mu, datang berkunjung ke kerajaan Yun dan juga memberikan selamat kepada yang mulia raja Yun atas di angkatnya kerajaan Yun menjadi sebuah kekaisaran." Ucap seorang pria sambil membungkuk di hadapan raja Yun.


Raja Yun pun tersenyum senang saat melihat tamu tamu yang hadir pada acara peresmian kerajaannya itu, karena banyak perwakilan perwakilan dari kerajaan besar yang merupakan sahabat dan teman lama dari kerajaan Yun.


Kerajaan kerajaan itu telah berjuang dan membantu kerajaan Yun selama beberapa periode sehingga terjalin hubungan antar kerajaan yang sangat erat.


"Saya membawakan beberapa hadiah kecil untuk yang mulia raja, saya berharap raja Yun akan menyukai hadiah kecil dari kerajaan Mu." Tambah pria itu sambil bertepuk tangan beberapa kali.


Setelah pria itu menepuk tangan, datanglah beberapa pelayan yang membawakan barang barang yang di akan di berikan kepada raja Yun.


"Pangeran Mu, aku sangat menyukai semua barang dan hadiah yang kamu berikan kepadaku. Aku mengucapkan terima kasih banyak atas semua pemberianmu." Balas raja Yun dengan senang.


Hmm jadi dia bukanlah pria biasa, dia adalah seorang pangeran dari kerajaan Mu. Baiklah, aku mengetahui identitas aslimu sekarang, saudaraku. (Batin Laren sambil mengamati pria itu)


Setelah memberikan barang barang itu, pria dari kerajaan Mu itu duduk di tempatnya bersama dengan para tamu tamu kerajaan yang lainnya.


Saat ia duduk, matanya mengarah ke para pangeran Yun dan mendapati seseorang yang kini juga menatapnya.


Hm wajah yang tidak asing, di mana aku pernah melihatnya? (Batin pria itu sambil tetap mengamati salah satu dari pangeran kerajaan Yun)


Merasa jika ia di tatap oleh pria itu, Laren pun memalingkan wajahnya berlawanan dengan pria yang menatapnya itu.


Aish, dia melihat ke arahku. Identitasku pasti akan terbongkar setelah ini. (Batin Laren yang mengetahui jika sedang di tatap oleh pria itu)


Setelah beberapa saat merenung tentang siapa yang duduk di sebelah pangeran Altezza itu, akhirnya pria itu mengingat seseorang di kepalanya.


Dia... Orang yang satu kelompok denganku saat berada di hutan itu, saudara Xiao Laren. Tapi tunggu... Kenapa ia bisa duduk di sebelah pangeran Altezza yang seharusnya di duduki oleh pangeran Laren? Jangan bilang jika... (Batin pria itu sambil tetap mengamati ke arah Laren)


Karena penasaran, Laren melirik sekolah pria yang sejak tadi mengamatinya itu.

__ADS_1


Aih dari raut wajahnya sepertinya dia sudah tau siapa diriku sebenarnya. (Batin Laren sambil menghela nafas panjang)


Ayolah kawan, ternyata kamu membohongiku dengan berkata jika kamu adalah orang biasa. (Batin pria itu sambil menggeleng perlahan)


__ADS_2