
Perkataan yang Rayden ucapkan cukup masuk akal, aku harus memikirkan ini dengan matang sebelum memutuskan, jika tidak maka aku bisa saja terjebak ke dalam masalah yang sebenarnya tidak perlu aku lalui. (Batin Laren berfikir setelah mendengar ucapan dari Rayden)
"Hmm baiklah, kalau begitu aku akan memikirkan ini lagi, sekarang aku ingin istirahat. Kamu bisa pergi Rayden."
"Baik pangeran, saya permisi." Ucap Rayden kemudian menghilang tanpa jejak.
Setelah Rayden pergi, Laren masuk ke kamarnya sambil menggenggam surat dari Liu Shang dan membawanya masuk kemudian ia menaruh surat tersebut di meja.
"Lacey," Panggil Laren secara tiba tiba.
"Iya tuan?" Balas Lacey yang baru saja muncul tepat di samping Laren.
"Siapakah Liu Shang ini?" Tanya Laren penasaran.
"Liu Shang adalah anak kedua dari keluarga Liu tuan, mempunyai seorang kakak laki laki yang cukup berbakat di perguruannya. Liu Shang sendiri juga merupakan murid yang sangat berbakat dari perguruannya, ia masuk ke salah satu dari empat perguruan besar di daratan Zhoushan. Liu Shang dan kakak laki lakinya masuk ke dua perguruan yang berbeda, tapi kedua perguruan itu tetap masuk ke dalam jenis perguruan besar yang ada di daratan Zhoushan ini tuan. Liu Shang masuk ke perguruan pedang dan menjadi murid kesayangan beberapa tetua di perguruan itu." Ucap Lacey menjelaskan.
"Sungguh seseorang yang terdengar sangat berbakat, lalu hubungan seperti apa yang di milikinya dengan pangeran Laren yang asli?" Tanya Laren penasaran.
"Dulu saat masih kecil, keluarga kerajaan Liu datang ke istana Yun untuk membahas kerja sama perdagangan antara kerajaan Yun dan juga kerajaan Liu. Kemudian raja Liu membawa putri bungsunya ke kerajaan Yun kemudian secara tidak sengaja bertemu dengan pangeran Laren. Raja Yun menyuruh pangeran Laren untuk mengajak Liu Shang berkeliling sementara ayahnya membahas kerja sama antar dua kerajaan itu. Pangeran Laren pun dengan senang hati menerima tugas itu dan mengajak nona Liu Shang untuk berkeliling di kerajaan Yun, sejak saat itu nona Liu Shang dan juga pangeran Laren pun bersahabat dan menjadi sering bertemu." Ucap Lacey menjelaskan dengan rinci dan jelas.
"Hmm ternyata seperti itu. Ternyata teman sejak kecil." Balas Laren sambil mengangguk ngangguk.
"Itu juga salah satu alasan mengapa pangeran yang lainnya sangat yakin untuk membunuh pangeran Laren."
"Apa? Tapi kenapa Lacey?"
"Itu karena nona Liu Shang sejak kecil adalah anak yang berbakat, juga sudah memiliki tampang yang rupawan sejak kecil. Karena pangeran Laren yang memiliki kesempatan untuk mengajak nona Liu Shang berkeliling di istana Yun dan juga berteman baik dengan nona Liu, semua pangeran itu merasa sangat iri sehingga sangat yakin untuk membunuh pangeran Laren." Ucap Lacey menjelaskan.
"Hmm ternyata seperti itu, Lacey menurutmu apakah aku harus pergi ke undangan yang diadakan oleh nona Liu Shang ini?"
__ADS_1
"Menurut saya untuk menghindari masalah di masa depan, lebih baik anda menghadiri acara itu pangeran. Lagi pula nona Liu Shang dahulu juga sangat baik terhadap pangeran Laren yang asli." Ucap Lacey mengusulkan.
"Kamu benar, jika nona Liu ini tidak bersikap baik kepadaku atau mempunyai motif tersembunyi lain maka aku tidak akan pernah menemuinya lagi."
"Baik tuan."
"Kemudian apalagi hubungan yang di miliki oleh pangeran Laren dan juga nona Liu? Mengapa Rayden merasa sangat heran jika aku menolak untuk bertemu dengan nona Liu Shang ini?"
"Sejak saat pangeran Laren mengajak nona Liu Shang berkeliling istana Yun, hubungan pertemanan mereka semakin baik. Sehingga setelah hari itu mereka pun menjadi sering bertemu dan menjadi semakin dekat. Setelah beberapa tahun, pangeran Laren mulai menyukai nona Liu Shang dan begitu juga dengan nona Liu Shang. Bahkan saat pangeran Laren sakit, nona Liu Shang pernah menjenguk bahkan merawat pangeran Laren. Tapi karena suatu alasan nona Liu Shang di utus ayahnya untuk pergi ke suatu tempat yang cukup jauh dari sini. Dan saat itu ia tidak sempat untuk berpamitan kepada pangeran Laren. Sehingga pangeran Laren berfikir jika nona Liu Shang berusaha untuk menjauhinya." Ucap Lacey menjelaskan.
"Jadi seperti itu, pantas saja Rayden cukup terkejut saat aku menolak secara mentah mentah undangan dari nona Liu Shang." Balas Laren sambil mengangguk perlahan.
"Jadi apa keputusan tuan? Apakah tuan akan pergi ke undangan nona Liu Shang?" Tanya Lacey penasaran.
Aku sebenarnya tidak terlalu ingin pergi untuk menemui nona Liu Shang, tapi jika tidak pergi takutnya akan di anggap sombong oleh sebagian besar orang. Aku tidak bisa membiarkan orang orang itu menghalangiku dan membuat masalah di masa depan. (Batin Laren berfikir)
"Baiklah aku akan pergi besok."
Setelah beberapa saat Laren sudah menguasai dua tehnik bela diri dari buku yang di berikan oleh Lacey.
"Tuan anda sudah menguasai tehnik ini? Anda sangat hebat tuan, tidak semua orang bisa menguasai tehnik ini, tapi anda malah dapat menguasainya dalam waktu yang sangat singkat." Ucap Lacey terkesan dengan kemampuan Laren.
"Kamu terlalu memujiku Lacey, masih ada banyak orang orang yang lebih kuat dan hebat di luar sana. Setelah menguasai beberapa tehnik ini aku sungguh ingin cepat cepat pergi ke hutan kematian itu." Ucap Laren.
"Tuan, anda pasti bisa melawan hewan hewan beast itu dengan sangat mudah dengan tehnik bela diri dan juga dengan kultivasinya anda tuan."
"Iya, kita lihat saja nanti."
Setelah berlatih seni bela diri, Laren pergi untuk beristirahat begitu juga dengan Lacey.
__ADS_1
Keesokan harinya, Laren bangun pagi pagi kemudian membersihkan diri dan makan makanan yang sudah di siapkan oleh para pelayan.
Tiba tiba tanpa di panggil, Rayden datang menemui Laren di kediamannya.
"Saya memberikan salam untuk pangeran." Ucap Rayden yang tiba tiba muncul.
"Rayden? Ada apa?" Tanya Laren.
"Pangeran, ada orang dari kediaman Liu yang mengirimkan surat untuk pangeran."
"Lagi?"
"Benar, ini pangeran." Ucap Rayden kemudian menyerahkan surat yang di bawanya.
Laren pun langsung mengambil surat itu dan membukanya kemudian membacanya.
Pangeran Laren, aku sungguh sangat ingin bertemu denganmu. Ada sesuatu di masa lalu yang ingin aku jelaskan kepadamu, jadi tolong datanglah malam ini di kediaman Liu, aku menunggu mu. Liu Shang. (Batin Laren membaca surat itu)
"Ini surat dari nona Liu Shang lagi."
"Nona Liu Shang lagi? Apa yang di katakan oleh nona Liu Shang pangeran?" Tanya Rayden penasaran.
"Intinya adalah dia sangat ingin bertemu denganku malam ini di kediaman Liu." Jawab Laren.
"Lalu apa keputusan pangeran? Apakah pangeran tetap tidak akan pergi ke undangan nona Liu?" Tanya Rayden.
"Aku... Baiklah, aku akan pergi ke undangan nona Liu."
"Baik pangeran kalau begitu nanti saya akan membantu anda untuk bersiap siap." Ucap Rayden dengan bersemangat.
__ADS_1
"Hmm baiklah."