
Laren pun hanya tersenyum kecil saat keluarga Liu menyambutnya dengan baik.
Di samping Liu Xi terlihat seorang gadis dengan rambut panjang terurai dan dengan pakaian berwarna ungu yang indah dengan cadar tipis yang menutupi wajahnya.
Ia hanya menatap Laren sejak kedatangannya, dan saat Laren di sambut oleh raja Liu dan juga pangeran Liu Xi.
Dari matanya terlihat ia ingin mengatakan banyak hal kepada Laren yang membuatnya menatap Laren secara terus menerus.
Saat Laren tidak sengaja menatap mata indahnya, ia langsung mengalihkan perhatiannya dan itu membuat Laren penasaran siapakah wanita itu.
'Lacey siapakah dia?' Tanya Laren.
"Dia adalah orang yang mengundang anda kemari tuan. Dia adalah nona Liu Shang, anak kedua dari keluarga Liu, adik dari pangeran Liu Xi." Ucap Lacey menjelaskan dengan lengkap.
'Jadi dia adalah nona Liu shang.' Balas Laren sambil mengangguk perlahan.
"Pangeran Laren kenapa kamu diam saja di sini? Ayo, kita akan pergi makan malam bersama terlebih dahulu. Setelah perjalanan yang cukup jauh kamu pasti lelah dan belum sempat makan malam bukan?" Ucap raja Liu kemudian mengajak Laren untuk masuk ke dalam.
Laren pun hanya mengangguk perlahan dan mengikuti raja Liu di belakangnya bersama dengan pangeran Liu Xi.
Sedangkan di belakang kedua pangeran itu terdapat nona Liu Shang yang terus mengikuti di belakang kedua pangeran itu.
Saat sampai di ruang makan istana, raja Liu langsung duduk di tempatnya begitu juga dengan para pangeran dan juga nona Liu Shang.
Laren duduk di tengah tengah antara pangeran Liu Xi dan juga Liu Shang.
Saat Laren hendak mengambil makanan tiba tiba Liu Shang berdiri dan mengambilkan makanan yang hendak di ambil Laren kemudin menaruhnya di piring milik Laren.
Laren pun terkejut dengan perbuatan Liu Shang yang secara tiba tiba mengambilkan makanan dan langsung menghidangkannya di piring milik Laren.
Begitu juga dengan raja Liu dan juga pangeran Liu Xi, dari raut wajah mereka juga sangat terkejut melihat kelakukan Liu Shang.
__ADS_1
Tapi mereka berdua tidak lebih terkejut dari pada Laren, seakan akan mereka sudah mengetahui jika Liu Shang hendak melakukan hal itu.
Padahal setahu Laren, seorang putri kerajaan tidak boleh menghidangkan makana ke sembarang pangeran yang tidak memiliki hubungan darah dengannya.
Karena hal itu dapat mempengaruhi nama baik dan juga bisa saja menjadi bahan pembicaraan rakyat jika sampai berita itu tersebar keluar.
Setelah menghidangkan makanan itu untuk Laren, Liu Shang langsung duduk di tempatnya tanpa mengatakan sepatah kata apapun.
Jika di amati dengan teliti, wajah di balik cadar tipisnya kini sudah memerah karena perbuatannya barusan.
Seakan mengetahui rasa terkejut Laren, pangeran Liu Xi berbisik kepada Laren.
"Pangeran Laren, kamu tenang saja. Ini hanya makan malam pribadi tidak perlu terlalu formal." Ucap pangeran Liu Xi sambil berbisik.
Laren pun balas mengangguk perlahan atas ucapan dari pangeran Liu Xi, dan mereka pun makan bersama.
Setelah selesai makan, mereka masih berada di ruangan tersebut dan berbincang bincang untuk beberapa waktu.
Saat sedang mengobrol Laren merasakan ada aura yang menunjukkan bahwa salah satu dari mereka melakukan telepati kepada salah satu orang yang ada di situ.
Saat sedang mengobrol raja Liu tiba tiba terdiam dan terlihat seperti berkonsentrasi, Laren tidak tahu apa sebenarnya yang di lakukan oleh raja Liu.
"Pangeran Laren, kamu dan Liu Shang sudah lama tidak bertemu. Aku akan memberikan kalian kesempatan untuk berbicara bersama." Ucap raja Liu tiba tiba berbicara.
Sedangkan Liu Shang hanya diam saja dan aura milik orang yang melakukan telepati pun sudah menghilang.
Apakah barusan yang melakukan telepati adalah nona Liu Shang dan juga raja Liu? Kenapa raja Liu tiba tiba berkata ingin memberikan waktu untukku dan nona Liu Shang untuk berbicara berdua? (Batin Laren bertanya tanya)
"Baik kalau begitu yang mulia." Balas Laren sambil mengangguk.
"Pangeran Laren silahkan ikuti saya." Ucap Liu Shang yang telah berdiri di samping Laren.
__ADS_1
Laren pun balas mengangguk dan kemudian membungkuk di depan raja Liu begitu juga dengan nona Liu Shang.
Laren pun hanya mengikuti nona Liu Shang di belakangnya dan menuju ke suatu tempat, kemudian sampailah mereka di suatu ruangan.
"Pangeran Laren, ini adalah ruangan pribadiku. Tidak akan ada yang mengganggu pembicaraan kita nanti. Silahkan masuk pangeran." Ucap nona Liu Shang sambil mempersilahkan Laren untuk masuk ke ruangan itu.
Em apakah aku terlalu banyak berfikir atau memang Liu Shang ini ingin melakukan sesuatu nanti? (Batin Laren bertanya tanya)
Laren pun hanya membalas mengangguk perlahan kemudian masuk ke ruangan tersebut bersama dengan nona Liu Shang.
Liu Shang pun menutup pintu tersebut dan menatap Laren secara lamat lamat, kemudian tangannya bergerak melepaskan cadar tipisnya.
Sehingga kini Laren dapat melihat wajah Liu Shang dengan jelas, Laren pun memanggil Lacey untuk berjaga jaga.
'Lacey, apakah kamu bisa mengetahui apa yang hendak di lakukan oleh nona Liu Shang ini?' Ucap Laren kepada Lacey tanpa menggerakkan mulutnya.
"Mohon maaf tuan, tapi saya tidak bisa membaca pikiran orang lain selain anda tuan." Balas Laren yang baru muncul.
'Astaga, apa sebenarnya yang hendak di lakukan oleh nona Liu Shang ini?' Ucap Laren.
"Uh sepertinya saya terlalu dini untuk berada di sini malam ini pangeran, saya akan pergi." Ucap Lacey kemudian menghilang entah ke mana.
'Apa? Tunggu... Apa maksudnya dengan terlalu dini? Ini bukan seperti yang aku pikirkan bukan? Lacey.' Ucap Laren kepada Lacey akan tetapi Lacey tetap tidak muncul dan tidak mendengar ucapan dari Laren.
Kini Liu Shang mulai berjalan mendekat ke arah Laren, dan Laren semakin merasa aneh dengan kelakukan nona Liu Shang.
"Yun'er, Shang'er sangat merindukanmu." Ucap Liu Shang sambil memeluk Laren secara tiba tiba.
"A-apa?" Ucap Laren terkejut.
"Yun'er kamu tidak melupakan Shang'er bukan? Karena dahulu Shang'er meninggalkanmu karena perintah ayahanda tanpa sempat berpamitan denganmu. Kamu tidak melupakan Shang'er bukan?" Ucap Liu Shang sambil memeluk erat tubuh Laren.
__ADS_1
A-apa ini? Ini pertama kalinya aku di peluk oleh seorang wanita. Aku tidak tahu apapun, bahkan Lacey pun menghilang entah ke mana dan sekarang aku tiba tiba di peluk oleh seorang wanita? (Batin Laren sangat terkejut)
"Yun'er kenapa kamu tidak membalas pelukan Shang'er? Apakah kamu marah kepada Shang'er?" Ucap Liu Shang tanpa melepas pelukannya.