
"Benarkah? Bagaimana bisa kamu menyiapkan semua ini?" Tanya Liu Shang terkejut dengan ucapan Laren.
"Aku secara tidak sengaja menemukan tempat ini, awalnya tempat ini hanya tempat biasa dengan tambahan air terjun dan beberapa pohon yang yang menutupinya. Aku sudah merasa jika tempat ini akan bisa menjadi tempat yang sangat indah jika di tambahkan beberapa hal, sehingga aku menghiasnya dengan menambahkan beberapa tanaman dan juga hewan hewan itu." Balas Laren menjawab pertanyaan Liu Shang.
Rayden yang sedang berdiri di belakang Liu Shang dan juga Laren pun hanya tersenyum kecil karena melihat Liu Shang dan Laren yang mulai kembali akur.
Setelah itu, Rayden mengirimkan telepati untuk meminta izin kepada Laren untuk meninggalkan tempat tersebut dan Laren pun balas mengangguk atas izin Rayden tersebut.
Rayden pun langsung meninggalkan tempat itu setelah mendapatkan izin dari Laren, kini hanya tersisa Laren dan juga Liu Shang di tempat indah tersebut.
"Aku punya satu kejutan lagi untukmu," Ucap Laren sambil tersenyum.
"Apa itu?" Tanya Liu Shang terheran dengan ucapan Laren itu.
Setelah mengatakan hal itu, kini pandangan Laren menuju ke arah sesuatu yang ada di belakang Liu Shang.
__ADS_1
Karena merasa penasaran, Liu Shang pun mengikuti di mana arah mata Laren menuju dan alangkah terkejutnya dia setelah melihat seekor hewan kesukaannya yang berada di belakangnya.
Seekor kucing dengan motif bulu putih yang di hiasi dengan belang hitam, kini sedang duduk di atas batu besar sambil menjilati salah satu tangannya.
Liu Shang yang merasa gemas dengan hewan itu pun langsung melangkah mendekatinya, dan melihat lebih dekat.
Liu Shang nengaal hewan kesukaannya tersebut dengan kagum, karena bisa di bilang jika hewan yang kini ia lihat merupakan hewan yang cukup sulit untuk di temui.
Laren pun ikut menyusul langkah Liu Shang di belakangnya, dan tersenyum senang saat mengetahui jika Liu Shang menyukai harimau kecil miliknya itu.
"Ini... Harimau putih, dari mana kamu mendapatkannya Yun'er?" Tanya Liu Shang terkejut saat mengetahui adanya harimau putih itu.
Dan lebih susah lagi jika mendapatkan anak dari harimau karena seekor harimau betina dewasa tidak akan membiarkan anaknya di jamah oleh manusia.
"Ceritanya cukup panjang, aku akan menceritakannya lain kali. Sekarang kamu hanya perlu menikmati semua yang aku siapkan di sini." Balas Laren sambil mengelus lembut pucuk rambut Liu Shang.
__ADS_1
Liu Shang pun mengangguk senang, dan berusaha mendekati harimau kecil yang berada di atas batu besar tersebut.
Saat Liu Shang mulai melangkah lebih dekat ke arah harimau tersebut, harimau kecil itu tiba tiba berdiri dan menatap Liu Shang.
Liu Shang menghentikan langkahnya kemudian menatap Laren yang berada di belakangnya.
"Apakah aku bisa menyentuh dirinya?" Tanya Liu Shang kepada Laren.
"Tentu saja, dia sangat jinak. Kamu bisa mengelusnya sepuas hatimu." Balas Laren sambil tersenyum.
Harimau kecil itu tiba tiba loncat dari atas batu tersebut dan menghampiri Laren, Laren pun langsung menggendong harimau itu dan mendekatkannya kepada Liu Shang.
Liu Shang pun perlahan mengelusnya dengan lembut sambil tersenyum lebar.
"Aku tau, harimau adalah hewan kesukaanmu, jadi aku membawakannya untukmu." Ucap Laren sambil menatap Liu Shang yang sedang asik mengelus Xiao Ying.
__ADS_1
"Kamu benar, aku memang sangat menyukai harimau. Tapi dari mana kamu mengetahui hal itu Yun'er?" Tanya Liu Shang tanpa melepaskan tatapannya kepada harimau putih itu.
"Yaa itu rahasia, yang terpenting saat ini aku telah mengetahui hal itu."