Perjalanan Balas Dendam

Perjalanan Balas Dendam
Chapter 62


__ADS_3

"Kamu ingin kembali pangeran Laren? Kenapa cepat sekali? Apakah kamu tidak nyaman berada di istana Liu?" Tanya raja Liu.


"Tidak, bukan seperti itu yang mulia. Hamba sangat nyaman berada di istana Liu, tapi ada sesuatu yang harus di selesaikan di istana pangeran sehingga hamba harus kembali." Balas Laren.


"Hmm baiklah kalau begitu, hati hati di jalan pangeran Laren." Ucap raja Liu.


"Baik, hamba izin pamit terlebih dahulu yang mulia." Ucap Laren yang kemudian di balas anggukan oleh raja Liu.


"Ayahanda, mohon izinkan Liu Xi untuk mengantarkan pangeran Laren sampai ke depan gerbang." Ucap pangeran Liu Xi yang tiba tiba berdiri dan membungkuk kepada raja Liu.


"Ayahanda, Liu Shang juga ingin mengantarkan pangeran Laren sampai ke depan gerbang." Ucap Liu Shang menambahi ucapan kakaknya.


"Baiklah, aku mengizinkan kalian berdua."


Laren, pangeran Liu Xi, dan juga Liu Shang keluar dari ruangan utama dan menuju ke kereta milik Laren.


"Pangeran Liu, putri Liu Shang harusnya kalian tidak perlu repot repot untuk mengantarku." Ucap Laren sambil berjalan bersama dengan kedua orang itu.


"Tidak masalah pangeran Laren, lagipula kamu juga jarang jarang datang ke istana Liu." Balas Liu Shang sambil tersenyum ke arah Laren.


Pangeran Liu Xi pun balas mengangguk atas ucapan adiknya tersebut.


"Tapi ngomong ngomong sejak kapan putri Liu Shang yang di kenal sebagai gadis yang dingin ingin mengantarkan seorang pria hmm?" Ucap pangeran Liu sambil menyenggol pundak Liu Shang.


"Kakak! Jangan lakukan itu." Ucap Liu Shang sedikit berteriak dan dengan wajah yang sedikit memerah.


"Haha baiklah baiklah." Ucap Liu Xi sambil tertawa kecil saat melihat wajah adiknya memerah.

__ADS_1


Setelah sampai di depan kereta, Laren melihat para pengawalnya sudah siap untuk berangkat bahkan Rayden pun sudah berada di samping kuda miliknya.


"Baiklah, aku harus pamit. Sampai jumpa lagi pangeran dan tuan putri." Ucap Laren kemudian naik ke keretanya.


"Baiklah hati hati di jalan pangeran." Ucap Liu Xi dan juga Liu Shang.


Setelah itu Laren bersama dengan pengawal pribadinya dan beberapa pengawalnya pun berangkat untuk kembali ke istana pangeran.


"Pangeran, kenapa anda cepat sekali ingin kembali ke istana pangeran? Apakah anda tidak nyaman berada di istana Liu?" Tanya Rayden yang mensejajarkan kudanya dengan kereta milik Laren.


"Tidak, aku bukan merasa tidak nyaman berada di istana Liu. Hanya saja..."


"Ada apa pangeran?" Tanya Rayden penasaran.


"Apakah kamu ingat rencana yang aku katakan beberapa hari yang lalu tentang pergi ke hutan kematian?" Ucap Laren sambil menatap Rayden.


"Tentu saja, itu adalah rencana awalku." Balas Laren sambil mengangguk perlahan.


"Tapi bukankah anda sudah memutuskan untuk pergi ke istana Liu, jadi anda tidak akan pergi ke sana pangeran?"


"Aku memang memutuskan untuk pergi ke istana Liu, tapi aku tidak pernah membatalkan rencanaku itu, aku hanya mengundur waktunya saja." Balas Laren dengan santai.


Apa? Bukankah aku sudah menceritakan semua hal yang mengerikan tentang hutan kematian itu? Aku berharap setelah pangeran mendengar hal itu maka pangeran akan membatalkan rencananya untuk pergi ke hutan itu. Tapi tidak di sangka pangeran malah tetap ingin pergi ke sana. (Batin Rayden merenung)


Melihat Rayden yang melamun, Laren pun menanyakan apa yang sedang di pikirkan oleh Rayden.


"Rayden ada apa? Apakah ada masalah?" Tanya Laren penasaran.

__ADS_1


"T-tidak, tidak ada masalah pangeran hanya saja saya memikirkan rencana anda. Hutan kematian bukanlah hutan biasa pangeran, tidak semua orang dapat keluar hidup hidup setelah masuk ke dalam hutan itu." Ucap Rayden memperingatkan.


"Iya, aku tau hal itu dan aku juga mendengar beberapa informasi lain tentang hutan kematian itu. Tapi aku benar benar harus pergi ke hutan itu untuk berlatih Rayden." Ucap Laren bersikeras.


"Tapi pangeran, di dalam hutan itu terdapat banyak hewan hewan buas dengan kekuatan yang setara dengan tingkatan kultivasi yang sangat tinggi, dan di dalam hutan itu ada formasi yang dapat menjebak siapa saja pangeran." Ucap Rayden menjelaskan.


"Aku tau tentang hewan hewan beast dengan tingkat tinggi yang kamu maksud, mereka adalah alasan aku pergi ke hutan itu. Karena mereka dapat aku jadikan perantara untuk berlatih Rayden."


"Jika anda beruntung anda bisa lepas dari hewan hewan beast itu pangeran, tapi belum tentu anda akan dapat lolos dari formasi formasi mematikan yang ada di dalam hutan itu."


"Ayolah Rayden, tidak ada orang yang bisa membuktikan formasi formasi itu ada. Selama ini orang orang terlalu takut untuk masuk ke hutan itu sehingga mereka menyimpulkan jika ada formasi yang menjebak orang yang nekat masuk ke sana. Itu hanya kesimpulan yang tidak memiliki dasar Rayden, kamu jangan terlalu percaya dengan semua perkataan yang di ucapkan oleh masyarakat." Ucap Laren tetap berpegang teguh pada argumennya.


"Pangeran, formasi itu nyata. Orang orang tidak berbual saat mereka mengatakan itu karena formasi itu memang nyata, dan formasi dengan tingkatan paling rendah yang ada di dalam hutan itu dapat melumpuhkan seorang kultivator dengan tingkat master ketiga pangeran." Ucap Rayden menyakinkan Laren agar dia tidak pergi ke dalam hutan itu.


Apa? Darimana Rayden mengetahui semua itu? Sepertinya masih banyak rahasia tentang hutan itu yang di sembunyikan oleh Rayden. Aku harus bisa membuatnya berbicara sebanyak mungkin tentang informasi itu. (Batin Laren)


Pangeran ayolah, tolong dengarkan aku. Aku tidak mau jika sampai anda terluka karena formasi yang di buat oleh ketua. (Batin Rayden panik karena tidak dapat meyakinkan Laren agar tidak pergi ke dalam hutan itu)


"Rayden, informasi yang kamu dengar dari masyarakat, semua itu tidak memiliki dasar. Kamu tidak pernah menemui bahkan menaklukkan formasi itu. Jadi kita tidak menyimpulkan jika formasi dengan tingkatan paling rendah saja bisa membunuh kultivator dengan tingkat master ketiga." Ucap Laren.


"Pangeran hamba pernah masuk ke dalam hutan itu dan juga melawan semua formasi itu." Ucap Rayden secara terburu buru.


"Apa?"


Gawat, aku sudah mengatakan sedikit tentang rahasiaku kepada pangeran. Bagaimana ini? Aku harus membuat karangan untuk menyelesaikan hal ini. (Batin Rayden panik)


"Jadi... Kamu pernah pergi ke dalam hutan itu dan melawan semua formasi yang ada di dalam hutan itu?" Ucap Laren terkejut mendengar ucapan Rayden.

__ADS_1


"Bukan, jadi seperti ini pangeran. H-hamba memang pernah pergi ke dalam hutan itu dan melawan beberapa formasi yang di pasang di hutan itu tapi tidak semua. Bahkan saya kembali dengan keadaan terluka para saat keluar dari hutan itu." Ucap Rayden mengarang dengan sedikit terbata bata.


__ADS_2