
"Hmm jadi seperti itu." Balas Laren sambil mengangguk perlahan.
Laren balas mengangguk akan ucapan Rayden tapi ia tetap tidak melepaskan tatapannya dan itu membuat Rayden semakin panik.
Rayden sebelumnya berbicara dengan santai, tapi setelah mengatakan bahwa ia pernah pergi ke dalam hutan itu dia menjadi sedikit terbata bata. Sepertinya dia sudah mengatakan sedikit rahasianya kepadaku. (Batin Laren sambil mengamati Rayden)
Gawat, semoga saja pangeran tidak akan curiga dengan perkataan yang aku katakan barusan. (Batin Rayden dengan berkeringat dingin)
Setelah percakapan itu, Rayden dan juga Laren tidak mengatakan sepatah kata pun sampai mereka tiba di istana pangeran.
Setelah beberapa saat perjalanan, sampailah mereka di istana pangeran, para pengawal langsung kembali ke tempat mereka masing masing.
Sedangkan Laren langsung turun dari keretanya dan menuju ke kediaman milik Laren juga di ikuti dengan Rayden di belakangnya.
"Rayden, aku ingin langsung beristirahat. Kamu bisa pergi." Ucap Laren tanpa menoleh ke arah Rayden dan tetap melangkah.
"Baik pangeran, kalau begitu hamba permisi. Selamat malam pangeran." Ucap Rayden yang kemudian hanya di balas anggukan oleh Laren.
Setelah itu, Rayden pun menghilang entah ke mana dan Laren pun langsung menuju ke kamarnya.
Setelah sampai di kamarnya, Laren langsung mengunci pintu dan juga jendelanya kemudian duduk di kursi yang ada di kamarnya.
"Lacey," Panggil Laren secara tiba tiba.
"Saya di sini tuan." Balas Lacey yang baru saja muncul tepat di sebelah Laren berada.
"Lacey, apakah kamu bisa membaca tentang identitas asli Rayden di layar sistem milikmu?" Tanya Laren sambil menatap Lacey.
__ADS_1
"Rayden? Tentu saja tuan." Balas Lacey sambil mengangguk.
Kini Lacey sedang memunculkan layar di depannya dan sedang mencari cari keberadaan informasi tentang identitas asli milik Rayden yang tercatat di dalam sistem.
"Ini dia tuan." Ucap Lacey sambil menunjukkan layar biru berisikan tulisan tentang identitas Rayden.
Rayden, adalah karakter protagonis yang selalu menemani pangeran Laren yang asli sejak berumur 15 tahun dan menjadi teman sekaligus pengawal pribadi pangeran Laren. Dia selalu menjaga pangeran Laren sejak kecil hingga pangeran Laren tewas. (Batin Laren membaca tulisan yang ada di hadapannya itu)
"Apakah ada masalah tuan?" Tanya Lacey sambil menatap Laren yang melamun setelah membaca tulisan yang ada di layar sistem itu.
"Apakah ada informasi yang menjelaskan tentang bagaimana pangeran Laren yang asli dan juga Rayden bertemu hingga menjadi pengawal pribadi pangeran Laren?" Tanya Laren membuyarkan lamunannya.
"Tunggu sebentar tuan, saya akan mencoba mencarinya di layar sistem." Ucap Lacey kemudian menggeser geser layar di depannya.
Tidak lama setelah itu Lacey menemukan informasi yang berisi tentang di mana Rayden dan juga pangeran Laren yang asli bertemu.
"Ketidaksengajaan? Bagaimana maksudnya?" Tanya Laren heran dengan ucapan Lacey.
"Suatu hari pangeran Laren pernah pergi ke perburuan musim panas, dan secara tidak sengaja terjebak di dalam jebakan para pengawal yang membuat jebakan itu untuk menjebak para hewan buruan. Sedangkan tempat itu cukup jauh dari kamp raja Yun dan juga para pangeran lainnya." Ucap Lacey mulai menjelaskan.
"Lalu apa yang terjadi?" Tanya Laren penasaran.
"Seorang anak laki laki tiba tiba datang dan membantu Laren untuk keluar dari jebakan itu kemudian membantunya untuk kembali ke tempat di mana kamp raja Yun dan juga yang lainnya berada. Saat sudah sampai di area kamp itu, anak laki laki yang sebelumnya berada di belakang Laren menghilang tanpa jejak. Anak laki laki itu tidak lain adalah Rayden tuan, itu adalah kali pertama mereka bertemu." Ucap Lacey kembali menjelaskan.
"Hmm jadi seperti itu, lalu bagaimana bisa Rayden menjadi pengawal dari pangeran Laren yang asli? Padahal saat itu mereka hanya bertemu secara tidak sengaja dan bahkan belum sempat memperkenalkan diri satu sama lain." Ucap Laren.
"Anda benar tuan. Tapi pangeran Laren yang asli bertemu lagi dengan Rayden sebanyak tiga kali, dan kali ketiga itulah Rayden mulai mengikuti pangeran Laren yang asli dan menjadi pengawal pribadinya." Balas Lacey.
__ADS_1
"Bagaimana dengan pertemuan kedua kali mereka?" Tanya Laren penasaran.
"Saat kedua kali, mereka juga secara tidak sengaja bertemu tapi di dalam sistem ini tidak di sebutkan dengan jelas tuan. Di sini hanya di tuliskan jika mereka bertemu secara tidak sengaja dan kemudian berkenalan." Balas Lacey setelah membaca tulisan di hadapannya dengan teliti.
"Hmm, lalu bagaimana dengan yang ketiga kalinya?"
"Untuk yang ketiga kali di sini di tulis jika saat itu pangeran Laren yang asli melihat seorang anak laki laki yang memiliki postur tubuh yang mirip dengan Rayden, pangeran Laren pun mengikuti ke mana arah anak itu pergi dan sampailah mereka berdua di hutan LingShao." Ucap Lacey menjelaskan dengan jelas.
"Hutan LingShao?"
"Benar pangeran, saat itu pangeran Laren mengawasi Rayden dari kejauhan dan bersembunyi di semak semak agar tidak ketahuan oleh Rayden. Saat pangeran Laren yang asli sedang mengamati Rayden dari jauh, tiba tiba Rayden mengundang perhatian salah satu hewan beast yang ada di pinggir hutan itu. Tapi bukannya melawan hewan itu, ia malah pasrah saat hewan beast itu hendak menyerangnya." Ucap Lacey dengan rinci.
"Pangeran Laren yang mengetahui hal itu itu pun langsung menyelamatkan Rayden dan membunuh hewan beast itu. Rayden pun terkejut akan kedatangan pangeran Laren yang secara tiba tiba."
"Jadi pangeran Laren sudah bisa berkultivasi di umur yang semuda itu?" Tanya Laren terkejut.
"Benar tuan, pangeran Laren sejak kecil adalah pangeran yang sangat berbakat. Ia dapat berlatih kultivasi dan membunuh beberapa hewan hewan beast di saat pangeran yang lainnya belum dapat melakukan hal itu." Balas Lacey sambil mengangguk.
"Rayden pun sangat terkejut saat Laren datang untuk menyelamatkan dirinya, lalu..." Ucapan Lacey tiba tiba terhenti tanpa alasan dan itu membuat Laren bingung.
"Ada apa Lacey? Kenapa kamu tidak melanjutkan penjelasanmu? Apakah ada orang lain di sekitar sini yang memungkinkan dia untuk mendengar semua percakapan kita tadi?" Tanya Laren heran karena Lacey yang tiba tiba berhenti menjelaskan.
"Tidak bukan seperti itu tuan, hanya saja sepertinya jika di jelaskan ini akan terlalu panjang dan memakan waktu yang cukup lama." Ucap Lacey.
"Lalu apa yang harus aku lakukan?" Tanya Laren penasaran.
"Bagaimana jika saya akan menjelaskan hal ini kepada anda melalui mimpi?" Ucap Lacey mengusulkan kepada Laren.
__ADS_1
"Mimpi? Bagaimana caranya?" Tanya Laren penasaran dengan ucapan Lacey.