Perjalanan Balas Dendam

Perjalanan Balas Dendam
Chapter 67


__ADS_3

"Karena hutan itu lebih berbahaya dari pada yang anda pikirkan pangeran." Ucap Rayden.


"Kita tidak pernah masuk ke dalam hutan itu, kita tidak akan tahu seberapa berbahaya hutan itu." Balas Laren.


Aku tidak bisa berdebat seperti ini dengan pangeran Laren seperti ini, aku harus mencari cara lain. (Batin Rayden)


"Baiklah kalah begitu pangeran, saya permisi, saya akan mencari peta menuju hutan kematian untuk anda." Ucap Rayden yang kemudian di balas anggukan oleh Laren.


Rayden pun pergi meninggalkan Laren di kediamannya, Laren pun semakin ingin tahu mengapa Rayden begitu mencegahnya untuk masuk ke dalam hutan kematian.


"Apa yang sebenarnya di sembunyikan oleh Rayden dariku? Kenapa rasanya dia sangat panik saat aku ingin pergi ke hutan kematian itu? Apakah ada rahasia besar yang di sembunyikan oleh Rayden yang berhubungan dengan hutan itu?" Gumam Laren.


Banyak pertanyaan pertanyaan yang muncul di pikiran Laren sekarang, karena tidak mau ambil pusing akhirnya Laren memutuskan untuk berkeliling istana pangeran.


Oh aku ingin tahu bagaimana reaksi pangeran Altezza setelah mendengar berita dari mata matanya itu. (Batin Laren kemudian melangkah menuju ke kediaman pangeran Altezza)


"Laren? Apa yang dia lakukan di sekitar kediamanku?" Gumam pangeran Altezza yang melihat Laren berjalan jalan di sekitar kediamannya.


Pangeran Altezza pun menghampiri Laren yang sedang berjalan jalan di sekitar situ, Laren pun melirik ke arah pangeran Altezza tanpa sepengetahuannya.


Haha mudah sekali terpancing. (Batin Laren)


"Laren, apa yang kamu lakukan di sini?" Tanya pangeran Altezza yang baru saja menghampiri Laren.


"Salam pangeran Altezza, aku tidak melakukan apapun. Hanya berkeliling di istana ini karena merasa bosan, kemarin aku berada di istana Liu, aku sangat nyaman berada di sana sampai sampai rasanya tidak ingin kembali ke sini." Balas Laren sambil tersenyum kecil.


Cih dia sengaja meremehkan diriku. (Batin pangeran Altezza kesal dengan senyuman Laren yang ia anggap sebagai senyuman yang mengejek)


"Apakah kamu bertemu dengan Liu Shang?"

__ADS_1


"Tentu saja... Kami bahkan bisa di katakan lebih dari sekedar bertemu." Balas Laren.


Mata mataku mengatakan jika nona Liu Shang memeluk Laren secara terang terangan di taman istana Liu, sepertinya itu bukan sesuatu yang di arang olehnya. (Batin pangeran Altezza)


"Huh, kamu jangan sombong karena telah bertemu dengan nona Liu Shang, Laren. Dia adalah wanita yang berbakat jika kamu ingin bersamanya maka kamu juga harus kuat dan berbakat sepertinya. Bukan... Dengan kultivasi rendah seperti ini." Ucap pangeran Altezza dengan nada yang meremehkan.


Tunggu... Kapan aku mengatakan jika aku ingin bersama dengan nona Liu Shang? Dan satu lagi, di mengatakan aku sombong? Aku? Bahkan tingkat phoenix dan juga keturunan phoenix belum aku beritahukan kepadanya. (Batin Laren sambil menatap remeh ke arah pangeran Altezza)


"Kak, apakah kamu pernah mendengar tentang jangan menilai sesuatu hanya dengan melihat luarnya saja? Sama halnya dengan itu, kamu terlalu meremehkan diriku kak." Balas Laren dengan santai.


"Walaupun seperti itu, jika itu adalah dirimu maka di lihat sekali saja juga semua orang akan tau jika dirimu memiliki kultivasi yang sangat rendah." Balas pangeran Altezza dengan nada yang meremehkan.


"Apakah kakak tau? Paling sulit jika mengobrol dengan orang bodoh, apapun yang kita katakan akan selalu salah di matanya."


"Kau!! Kau menyebut aku sebagai orang bodoh hah?!" Ucap pangeran Altezza terpancing emosi.


Sialan! Dia terus mempermainkan diriku. (Batin pangeran Altezza geram)


"Aku... Aku tidak. Sudahlah lupakan hal itu, jika kamu benar benar ingin menganggap dirimu hebat maka datanglah ke pemilihan sekte yang di adakan setiap tahun sekali."


"Pemilihan sekte?"


Apa itu pemilihan sekte? Aku tidak bisa bertanya kepada pangeran Altezza, jika tidak bisa saja dia akan semakin mengejekku. Tidak ada orang luar selain Rayden yang mengetahui jika ingatanku hilang. (Batin Laren)


"Benar, kenapa? Apakah kamu takut untuk datang? Seperti tahun tahun yang lalu." Ucap pangeran Altezza sambil mengangkat salah satu alisnya.


"Karena kakak sudah mengajak maka aku tidak akan pernah menolaknya." Balas Laren sambil tersenyum kecil.


"Huh, baiklah. Aku akan mengingat kata katamu Laren. Aku ada urusan penting, aku harus pergi." Ucap pangeran Altezza dengan nada kesal kemudian pergi meninggalkan Laren.

__ADS_1


"Baik, hati hati di jalan. Semoga kamu bertemu dengan hewan beast dengan level tinggi yang akan merobek robek tubuhmu." Ucap Laren dengan suara pelan saat pangeran Altezza sudah melangkah cukup jauh darinya.


"Haish tuan, mengapa anda menyumpahi pangeran Altezza dengan mengerikan seperti itu?" Ucap Lacey yang tiba tiba sudah ada di samping Laren.


"Lacey, aku juga manusia, yang mempunyai rasa kesal dan marah. Jika di ejek secara terus menerus seperti tadi bagaimana bisa aku tidak merasa kesal, apalagi saat ini aku masih tidak bisa mengatakan tentang phoenix kepadanya yang akan menutup mulutnya itu." Balas Laren masih dengan nada yang kesal.


"Yah, saya tau. Baiklah tuan, ke mana anda akan pergi setelah ini?" Tanya Lacey penasaran.


"Ayo kembali ke kediamanku, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan kepadamu." Ucap Laren kemudian bergegas menuju kediamannya.


Mereka berdua pun kembali ke kediaman Laren dan langsung masuk ke ruangan pribadi Laren.


"Jadi, apa yang ingin anda tanyakan tuan?" Tanya Lacey.


"Apa itu pemilihan sekte?" Tanya Laren tanpa berbasa basi.


"Pemilihan sekte adalah suatu acara khusus yang di adakan di tempat yang khusus pula, acara ini terjadi satu tahun sekali tuan. Sesuai dengan namanya ini adalah kesempatan bagi para kultivator untuk mengikuti pemilihan sekte atau perguruan yang akan di masuki olehnya nanti." Ucap Lacey menjelaskan.


"Jadi itu adalah semacam seleksi untuk masuk ke suatu perguruan?"


"Benar tuan, biasanya setiap tahun akan ada banyak perguruan yang membuka pintu masuk bagi murid murid baru mereka. Tapi dalam satu tahun biasanya hanya ada satu perguruan teratas di daratan Zhoushan yang membuka pintu itu."


"Lalu bagaimana dengan tiga perguruan besar lainnya?"


"Biasanya mereka akan secara bergantian untuk memilih murid baru, contohnya jika perguruan Po Tian membuka pintu untuk murid baru tahun ini maka biasanya perguruan lainnya tidak akan mengikuti acara tersebut. Pada tahun selanjutnya maka perguruan lain yang akan membuka pintu bagi murid baru yang akan di masukkan ke dalam sektenya." Ucap Lacey menjelaskan dengan jelas dan rinci.


"Hmm jadi seperti itu, aku mengerti."


"Dalam acara tersebut biasanya murid yang sudah ada di dalam perguruan juga akan ikut di seleksi tuan." Ucap Lacey.

__ADS_1


__ADS_2