Perjalanan Balas Dendam

Perjalanan Balas Dendam
Chapter 12


__ADS_3

"Hmm... Aku akan membantu ayah untuk itu, tapi sebelumnya aku akan melanjutkan berlatih kultivasi terlebih dahulu. Lacey bisakah kamu membantuku lagi untuk berlatih kultivasi?" Ucap Laren


"Tentu saja tuan, tapi kali ini anda harus lebih berhati hati lagi. Jangan sampai anda melakukan kesalahan lagi dan meledakkan tempat ini seperti kediaman yang lalu." Ucap Lacey


"Yaa baiklah aku mengerti." Balas Laren


"Baiklah kalau begitu, mari kita mulai latihan kultivasinya tuan." Ucap Lacey yang kemudian hanya di balas anggukan oleh Laren


Laren pun kembali mengurung dirinya di kamarnya dan berlatih kultivasi selama beberapa hari dan juga dengan bantuan Lacey.


Kemudian setelah beberapa hari saat Laren mulai latihan kultivasinya, kini kultivasi Laren ada di tingkat menengah kelima.


Beberapa hari kemudian, saat Laren sedang berlatih tiba tiba ada seseorang yang mengetuk pintu dan itu membuat Laren kesal karena latihannya di ganggu.


Ahh siapa yang berani menggangu waktu latihanku. (Batin Laren kesal)


Akhirnya Laren terpaksa menghentikan latihannya karena terganggu oleh suara ketukan pintu itu yang sedari tadi tidak berhenti.


Lacey yang mengetahui ekspresi kesal Laren pun menasehati Laren agar tidak terbawa emosi.


"Tuan mohon anda menahan emosi anda, orang yang di luar adalah sang raja. Mungkin anda bisa memanfaatkan kesempatan ini." Ucap Lacey berusaha meredam kekesalan Laren


"Huft... Baiklah." Balas Laren


Kemudian Laren pun bangun dari duduknya dan melangkah menuju pintu untuk membukakan pintu untuk sang raja.


"Laren, apakah kamu di dalam?" Tanya seseorang dari luar


Laren pun membukakan pintu untuk sang raja dan mempersilakannya untuk masuk.


"Salam yang mulia raja, silahkan masuk terlebih dahulu. Ada apa yang mulia raja datang jauh jauh kemari?" Ucap Laren sambil mempersilahkan sang raja untuk masuk

__ADS_1


"Laren putraku, aku butuh bantuanmu untuk menyelesaikan masalah wabah yang ada di desa timur kerajaan... Apakah kamu mau membantu ayahanda?" Ucap sang raja sambil menatap Laren


"Tentu saja ayahanda, Laren akan membantu ayahanda semaksimal mungkin. Jika ayahanda membutuhkan bantuan Laren seharusnya ayahanda dapat memanggil Laren saja, ayah tidak perlu repot repot datang ke sini." Ucap Laren


"Ini bukan masalah putraku." Ucap sang raja sambil menepuk pundak Laren


Setelah sekian lama Laren sakit, kini tiba waktunya untuk aku menguji Laren untuk melihat apakah dia pantas sebagai calon raja selanjutnya. (Batin sang raja)


"Ayah, Laren takut jika kita tidak segera bertindak maka akan semakin banyak korban karena wabah yang ada di desa timur kerajaan, sebaiknya kita pergi dan mengurus masalah ini sekarang sebelum korbannya semakin bertambah." Ucap Laren sambil berdiri dari duduknya


Anak ini... Sungguh sangat peduli kepadaku dan kepada rakyat negara ini... Dari sikapnya ia pantas menjadi calon raja berikutnya. (Batin sang raja sambil menatap bangga pada kelakuan Laren)


"Baiklah kalau begitu, ayo kita pergi ke istana terlebih dahulu dan mempersiapkan apa yang kamu perlukan." Ucap sang raja ikut berdiri di sebelah Laren


"Baik ayahanda." Ucap Laren sambil sedikit membungkuk


Laren pun pergi sebentar untuk memanggil Rayden untuk ikut bersama mereka ke istana utama sebagai pengawal pribadi Laren.


Saat sampai di gerbang istana utama mereka berdua langsung di sambut oleh para penjaga yang ada di situ.


"Rayden kamu pergilah terlebih dahulu, aku akan pergi menemani raja terlebih dahulu." Ucap Laren


"Baik yang mulia pangeran." Balas Rayden kemudian pergi


Saat sampai di istana utama, Laren langsung bertemu dengan para kakak kakaknya yang lainnya.


"Baiklah putraku kita sudah sampai di istana utama." Ucap sang raja


"Iya yang mulia, yang mulia silahkan turun terlebih dahulu." Ucap Laren mempersilahkan sang raja untuk turun terlebih dahulu


"Ada sesuatu yang harus aku siapkan terlebih dahulu, kamu turunlah terlebih dahulu dan tunggulah aku di depan kereta. Satu lagi, kamu adalah putraku jadi jangan terlalu formal. Kamu mengerti nak?" Ucap sang raja sambil tetap duduk di tempatnya

__ADS_1


"Baik ayahanda, Laren mengerti. Kalau begitu Laren permisi." Ucap Laren yang kemudian hanya di balas anggukan oleh sang raja


Di sana, ada para pangeran yang lainnya. Aku ingin melihat sikap mereka terhadap Laren setelah hari ulang tahunku beberapa hari yang lalu. (Batin sang raja sambil mengawasi Laren yang telah turun)


Kemudian, Laren pun turun dari kereta itu dan saat turun ia langsung bertemu dengan para pangeran yang lainnya.


Setelah itu, sesuai dengan perkiraan sang raja para pangeran lainnya datang menghampiri Laren yang baru saja turun dari kereta.


"Wah wah wah, coba lihat siapa yang datang ke istana kali ini." Ucap pangeran pertama yang bernama Yun Abercio


"Apa yang kamu lakukan di sini hah? Apakah kamu pikir kamu berhak menginjakkan kaki di istana ini?" Ucap pangeran kedua yang bernama Yun Stellan


"Huh! Dia pasti ke sini karena sudah sembuh dan ingin mengambil perhatian ayahanda." Ucap pangeran ketiga yang bernama Yun Altezza


"Hmm adikku yang paling bungsu, Yun Laren. Apakah kamu datang ke sini hanya untuk mempermalukan dirimu sendiri karena tidak punya tingkat kultivasi? Hahaha." Ucap Abercio meremehkan Laren sambil tertawa


Melihat hal itu pangeran yang lainnya pun ikut tertawa karena berfikir Laren tidak punya tingkat kultivasi dan berfikir bahwa Laren adalah pangeran yang tidak bisa apa apa.


Padahal sebenarnya Laren sedang menyembunyikan auranya agar tidak di ketahui oleh para pangeran lainnya jika dia sudah dapat berkultivasi.


Huft... Sabar Laren, kamu harus bisa mengontrol emosimu. Masih ada yang mulia raja di sini, kamu tidak bisa menyerang mereka dan merusak reputasimu di depan sang raja. Tahan... Nanti kamu bisa membalas perlakuan mereka saat sudah waktunya. (Batin Laren sambil menahan emosinya)


"Mengapa kamu hanya diam saja? Apakah kamu sedang meratapi nasib malangmu itu?" Ucap pangeran Stellan kembali meremehkan Laren


"Sudahlah, sekarang mengapa kamu datang ke istana ini Laren? Apakah kamu berfikir untuk merebut perhatian ayahanda saat dirimu sembuh hm?" Ucap pangeran Abercio


"Aku ingatkan kepadamu walaupun kamu sudah bisa masuk ke istana ini kamu tidak akan bisa merebut perhatian dari ayahanda." Ucap pangeran Altezza menambahi ucapan pangeran Abercio


Haishh... Kenapa para pangeran ini sangat banyak bicara. Apakah mereka mesin berbicara? Tidak bisa diam sejak tadi. Sungguh seperti anjing menggonggong yang menginginkan tulang. (Batin Laren dengan kesal)


"Kakak kedua, aku tidak akan pernah merebut perhatian ayahanda secara paksa dari kalian semua. Tapi... Jika kalian berbuat kesalahan yang membuat ayahanda murka kepada kalian dan perhatian beliau juga berkurang, maka jangan salahkan aku jika aku mengambil celah itu." Ucap Laren sambil menatap para pangeran itu secara bergiliran

__ADS_1


__ADS_2