Perjalanan Balas Dendam

Perjalanan Balas Dendam
Chapter 25


__ADS_3

Pangeran sungguh memperdulikan nyawa dari para bawahannya, sungguh jarang ada bangsawan yang bersikap seperti ini. (Batin salah satu pengawal itu)


Laren pun naik ke salah satu kuda milik pengawalnya dan beberapa pengawal lainnya membawa pengawal yang terluka ke dalam kereta.


Kemudian mereka pun melanjutkan perjalanan untuk kembali ke kerajaan, setelah beberapa jam perjalanan sampailah mereka semua di kerajaan pada malam hari.


Laren memerintahkan beberapa orang untuk membawa pengawal yang terluka untuk di obati oleh tabib istana, sedangkan ia kembali ke kediamannya yang ada di istana.


Karena sudah sangat larut malam, Laren memutuskan untuk melaporkan beberapa informasi kepada sang raja keesokan harinya saja.


Saat Laren selesai membersihkan dirinya dan baru saja berbaring di tempat tidurnya, ia merasakan adanya aura milik Rayden.


Laren pun bangun dan duduk di pinggir kasurnya sambil mengamati beberapa sudut ruangan.


"Rayden." Ucap Laren


"Pangeran, hamba memberi salam." Ucap Rayden yang baru saja muncul di depan Laren


"Ada apa kamu datang malam malam?" Tanya Laren


"Pangeran, hamba ingin melaporkan kejadian yang ada di istana saat anda sedang berada di desa timur kerajaan." Ucap Rayden


"Apakah ada sesuatu yang serius dan harus aku selesaikan sekarang juga?" Tanya Laren dengan wajah yang sangat serius


"Tidak ada sesuatu yang mendesak pangeran, tapi..." Balas Rayden


"Baiklah kalau begitu sampaikan hal itu besok saja, sekarang aku sangat lelah, aku ingin beristirahat." Ucap Laren sambil berbaring di tempat tidurnya


"E-eh? Baik... Baiklah pangeran." Ucap Rayden


Ini salahku, pangeran baru saja pulang tapi aku malah langsung mau melapor pada pangeran. Pangeran pasti sangat kelelahan. (Batin Rayden)


"Kalau begitu hamba izin pamit pangeran."

__ADS_1


"Hmm." Balas Laren dengan singkat


Rayden pun keluar dari ruangan Laren dan berjalan jalan di halaman istana tersebut, secara tidak sengaja Rayden mendengar percakapan antar pengawal yang ada di depannya.


"Begitu banyak pembunuh bayaran yang datang untuk membunuh pangeran Laren saat pangeran berada di desa timur kerajaan. Bahkan saat perjalanan pulang juga ada yang menyerang."


"Benar, pangeran sangat perhatian kepada bawahannya sehingga menaikkan para pengawal yang terluka ke kereta dan beliau menaiki kuda selama berjam jam."


"Wahh bukankah pangeran Laren merupakan seorang bangsawan dengan sifat yang langka, biasanya atasan tidak akan terlalu peduli dengan bawahannya. Tapi berbeda dengan pangeran Laren."


"Itu benar, mungkin negara ini akan maju jika pangeran Laren menjadi penerus raja."


"Kamu benar."


Apa? Bagaimana bisa ada banyak pembunuh bayaran yang ingin membunuh pangeran Laren? Dan menaiki kuda selama berjam jam? Pantas saja pangeran sangat lelah. (Batin Rayden sambil menyimak pembicaraan para pengawal itu)


Rayden pun pergi setelah mendengar beberapa informasi dari pembicaraan para pengawal yang ikut bersama dengan Laren ke desa timur kerajaan.


Keesokan harinya, Laren bangun di pagi hari kemudian pergi membersihkan dirinya dan bersiap siap untuk menemui sang raja.


Salah satu pengawal pun masuk untuk memberitahukan kedatangan Laren kepada sang raja sedangkan Laren masih menunggu di luar ruangan.


Tidak lama kemudian pengawal yang tadinya masuk ke ruangan sang raja pun keluar dan mengizinkan Laren untuk masuk.


Laren pun masuk dan menemui sang raja yang berada di dalam ruangannya, Laren membungkuk dan memberikan salam kepada sang raja.


"Laren memberikan salam kepada ayahanda." Ucap Laren sambil membungkuk


"Berdirilah putraku, duduklah di sini." Balas sang raja


Laren pun menuruti apa yang di katakan oleh raja dan duduk di tempat yang di sediakan.


"Laren kamu sudah pulang nak? Kapan kamu sampai di istana?" Tanya sang raja sambil menatap Laren

__ADS_1


"Laren kembali kemarin malam ayahanda, Laren ingin segera melapor kepada ayahanda kemarin saat kembali. Akan tetapi melihat hari sudah sangat larut Laren takut mengganggu istirahat ayahanda. Jadi Laren memutuskan untuk melapor keesokan harinya."


"Kamu sungguh perhatian terhadapku putraku. Jadi bagaimana masalah yang ada di desa timur kerajaan? Apakah kamu membutuhkan tambahan batuan pengawal atau menteri kerajaan?"


"Tidak ayahanda, sebenarnya... Semuanya berjalan dengan lancar ayahanda, penyebab dari wabah yang ada di desa timur kerajaan sudah di ketahui dan Laren juga sudah menemukan penawar untuk itu."


"Baiklah jadi kamu belum bisa menyelesaikan... Tunggu, apa? Benarkah kamu sudah menemukan semua itu?"


"Benar ayahanda." Balas Laren sambil mengangguk


"Bagus sekali putraku." Ucap sang raja dengan sangat senang


Tiba tiba saat Laren dan sang raja sedang mengobrol ada pengawal yang masuk ke ruangan tersebut.


"Hamba memberikan salam kepada yang mulia raja dan pangeran Laren." Ucap pengawal itu sambil membungkuk


"Ada apa pengawal?" Tanya sang raja


"Yang mulia baru saja ada beberapa warga yang mengaku berasal dari desa timur datang ke kerajaan dan memberikan beberapa bahan pangan. Mereka berkata jika ini adalah sedikit tanda terima kasih untuk pangeran Laren karena sudah membantu mengatasi masalah yang ada di desa timur kerajaan." Ucap pengawal itu menjelaskan


"Benarkah?"


"Benar yang mulia, mereka sangat berterima kasih kepada pangeran Laren atas bantuan beliau."


"Baiklah, aku mengerti. Kamu bisa pergi."


Pengawal itu pun membungkuk kemudian pergi meninggalkan ruangan tersebut.


"Bagus sekali putraku, kamu sudah berhasil menyelesaikan tugas kerajaan pertamamu setelah bertahun tahun."


"Terima kasih ayahanda, setelah ini Laren akan membantu kerajaan agar semakin maju lagi." Ucap Laren sambil tersenyum kepada sang raja


"Bagus, bagus sekali." Ucap sang raja dengan sangat bahagia

__ADS_1


Laren pun hanya tersenyum kecil melihat sang raja tertawa bahagia karena dirinya.


__ADS_2