Perjalanan Balas Dendam

Perjalanan Balas Dendam
Chapter 45


__ADS_3

"Lalu bagaimana dengan keluarga yang menempati posisi kedua dan pertama? Siapa kedua keluarga yang terkuat itu?" Tanya Laren kepada Rayden.


"Untuk menentukan siapa keluarga pertama dan keluarga kedua cukup sulit pangeran." Ucap Rayden sambil menghela nafas panjang.


"Sulit? Mengapa sulit? Bukankah bisa di lihat dari segi kekuatan dan kelebihan mereka?" Ucap Laren sedikit menyimpulkan dari penjelasan Rayden sebelumnya.


"Sebenarnya memang seperti itu pangeran, tapi kedua keluarga yang menempati posisi pertama dan kedua ini... Kekuatan mereka hampir sama dan tidak ada yang lebih tinggi dari kedua keluarga ini." Ucap Rayden menjelaskan.


"Mempunyai kekuatan yang sama?"


"Benar pangeran, kedua keluarga ini mempunyai kelebihan yang hampir sama yaitu salah satunya dapat membelah ruang hampa dan melewati jarak ribuan kilometer dengan waktu yang singkat."


Membelah ruang hampa? Bukankah itu merupakan kelebihan dari suku klan phoenix legendaris? Tapi selain suku phoenix siapa lagi yang bisa melakukan hal seperti itu? (Batin Laren berfikir keras)


"Mereka juga menguasai seni bela diri yang sangat kuat dan bisa meracik pil pil dengan kekuatan yang hebat. Bisa di katakan jika semua kekuatan yang di miliki oleh keluarga yang menempati posisi ketiga hingga kelima, lima puluh persen di kuasai oleh kedua keluarga ini pangeran." Ucap Rayden menjelaskan.


"Apa? Sungguh keluarga hebat yang mengerikan sekali."


"Kedua keluarga ini, sangat jarang muncul ke dunia luar. Mereka hanya akan muncul jika ada keadaan mendesak atau jika keadaan daratan Zhoushan mulai berubah semakin memburuk." Ucap Rayden kembali menjelaskan.


Laren pun hanya mengangguk ngangguk mendengar perkataan dari Rayden, kemudian setelah mendengar penjelasan dari Rayden, Laren memutuskan untuk kembali ke kamarnya.


"Huft... Aku harus mencari tempat yang cocok untuk berlatih kultivasi." Gumam Laren yang berada di dalam kamarnya


"Tuan, saya tahu tempat yang sesuai untuk tuan berlatih kultivasi dan juga untuk mencoba kekuatan anda tuan." Ucap Lacey yang baru saja muncul di samping Laren


"Hmm di mana itu?"


"Hutan kematian."


"Hutan kematian?"


"Benar tuan, tidak banyak orang yang masuk ke dalam hutan kematian itu karena ada banyak hewan hewan beast yang berusia ribuan bahkan jutaan tahun berada di dalam hutan itu. Semakin anda masuk lebih dalam ke hutan itu maka semakin tinggi resiko anda untuk bertemu dengan hewan beast yang berusia jutaan tahun." Ucap Lacey


"Di sana tidak banyak orang yang mau masuk, itu bisa anda gunakan untuk berlatih kultivasi. Sedangkan untuk hewan hewan beast itu anda bisa mencoba untuk membunuh mereka untuk tahu seberapa kuat kekuatan anda tuan." Tambahnya.

__ADS_1


"Hmm kamu benar, terkadang tempat yang paling berbahaya adalah tempat yang paling aman."


"Tapi tuan harus berhati hati, saat berlatih kultivasi apalagi menerobos ke tingkat selanjutnya usahakan untuk tidak mengeluarkan aura milik keturunan dari phoenix. Jika tidak, bisa saja ada orang yang merasakan aura milik tuan dan mengincar keberadaan tuan."


"Hmm baiklah aku mengerti. Besok aku akan pergi ke hutan kematian itu. Aku harus izin kepada yang mulia raja sekarang." Ucap Laren kemudian beranjak dari tempatnya


"Tapi tuan, jika tuan mengatakan hendak pergi ke hutan kematian bukankah kemungkinan besar yang mulia raja akan melarang tuan untuk pergi?"


"Tentu saja, dia sepertinya sangat menyayangi pangeran Laren ini. Tapi aku juga tetap harus pergi ke hutan kematian itu untuk berlatih kultivasi, meningkatkan kekuatanku, dan mendapatkan lebih banyak informasi dari sistem utama." Ucap Laren menghentikan langkahnya


"Lalu sekarang apa rencana tuan?" Tanya Lacey penasaran


"Aku akan izin pamit untuk pulang ke istana pangeran, dan kembali kediamanku kemudian aku akan berangkat ke hutan kematian dengan diam diam tanpa sepengetahuan dari raja. Dengan begitu maka raja akan membiarkanku untuk pergi."


"Rencana yang bagus tuan." Ucap Lacey senang


Kini Laren pun berjalan menuju ke ruangan di mana sang raja berada, kedatangannya langsung di sambut oleh dua pengawal yang berjaga di depan ruangan sang raja.


"Hamba memberikan salam kepada pangeran Laren." Ucap kedua pengawal itu secara bersamaan


"Hmm baiklah, tolong sampaikan kepada ayahanda jika aku ingin bertemu sebentar dengan beliau."


Salah satu dari dua pengawal itu pun pergi masuk ke dalam ruangan sang raja dan mengatakan kedatangan Laren.


Tidak lama kemudian, pengawal itu keluar dari ruangan sang raja dan kembali menghampiri Laren.


"Silahkan pangeran Laren, raja sudah menunggu pangeran di dalam."


"Baiklah, terima kasih."


Tanpa menunggu lama, Laren pun langsung masuk ke ruangan sang raja dan sang raja pun sudah menunggunya.


"Laren memberikan salam kepada ayahanda." Ucap Laren sambil membungkuk di hadapan sang raja


"Baik, berdirilah putraku dan duduklah di sini."

__ADS_1


"Baik ayahanda." Laren pun berdiri dan duduk di tempat yang di sediakan sesuai dengan perintah sang raja


"Ada apa kamu datang ke sini Laren? Apa yang ingin kamu bicarakan?"


"Sebenarnya Laren hanya ingin pamit untuk kembali ke istana pangeran ayahanda."


"Kembali ke istana pangeran? Tapi kenapa? Apakah kamu merasa tidak nyaman di sini?"


"Bukan, bukan seperti itu. Laren sangat nyaman berada di istana utama, tapi sepertinya Laren sudah terlalu lama berada di istana utama. Laren hanya ingin kembali ke kediaman Laren yang ada di istana pangeran."


"Hmm baiklah kalau begitu, aku akan mengizinkanmu untuk kembali ke istana pangeran. Kapan kamu akan kembali putraku?"


"Laren ingin berangkat setelah ini ayahanda."


"Hmm kenapa buru buru sekali, kamu selalu izin dan berangkat secara tiba tiba." Ucap sang raja sambil menggeleng perlahan


Laren pun hanya tersenyum saat sang raja menggeleng terhadap keputusannya untuk kembali ke istana pangeran.


"Baiklah, aku tidak akan melarangmu. Kamu berhati hatilah saat dalam perjalanan kembali ke istana pangeran." Ucap sang raja sambil menepuk perlahan pundak Laren


"Baik terima kasih atas izin ayahanda. Kalau begitu Laren pamit."


"Hmm berhati hatilah."


Laren pun mengangguk kemudian pergi meninggalkan ruangan sang raja, Laren pun langsung kembali ke kamarnya dan langsung membereskan barang barangnya.


"Rayden,"


"Hamba di sini pangeran, pangeran mengapa anda membereskan semua barang barang anda? Apakah anda akan pergi ke suatu tempat?" Tanya Rayden yang baru saja muncul saat di panggil oleh Laren


"Benar, aku ingin kembali ke istana pangeran kemudian pergi ke suatu tempat untuk berlatih kultivasi." Balas Laren sambil mengangguk


"Berlatih kultivasi?"


"Benar. Siapkan barang barangmu kemudian kita akan berangkat setelah ini."

__ADS_1


"Baik pangeran."


Rayden pun pergi untuk membereskan barang barang miliknya, tidak lama kemudian Rayden kembali dan Laren pun berangkat menuju ke istana pangeran bersama dengan beberapa pengawal lainnya.


__ADS_2