
"Jelaskan sejelas jelasnya." Ucap pangeran Liu Xi dengan menatap Laren dan juga menggunakan nada datar kepada Laren.
"Baiklah jadi seperti ini, beberapa waktu yang lalu aku secara tidak sengaja menyelamatkan seseorang dan orang itu mengajakku untuk pergi ke hutan LingShao untuk mendapatkan batu sihir, dan singkat cerita saat aku sedang berada di dalam hutan itu, aku bertemu dengan Xia Fei yang sedang di kejar kejar oleh beberapa hewan beast yang cukup kuat dan sepetinya dia masih belum bisa mengatasi hewan hewan beast itu." Ucap Laren mulai menjelaskan kepada pangeran Liu Xi.
Pangeran Liu Xi hanya melipat kedua tangannya sambil menatap Laren dan mendengarkan penjelasan dari Laren dengan seksama.
"Kemudian aku membantunya untuk menghadapi hewan hewan beast itu, setelah menolongnya dari serangan hewan hewan beast yang ada di dalam hutan itu kami keluar dari dalam hutan secara bersama sama. Pada saat itu, Xia Fei menanyakan identitasku dan aku tidak mengatakan jika aku adalah pangeran keempat dari kerajaan Yun. Saat bertemu untuk kedua kalinya di aula dia terus terusan menatapku mungkin karena dia ingat kepadaku dan menyadari jika aku sebelumnya telah berbohong kepadanya." Ucap Laren mulai menjelaskan semuanya tanpa menyembunyikan apapun lagi.
Setelah Laren menjelaskan semua itu, pangeran Liu Xi diam sejenak dan merenungi apa yang baru saja di katakan oleh Laren.
Astaga, apakah pangeran Liu Xi tidak percaya dengan apa yang aku katakan? Tapi apa lagi yang harus aku katakan padanya? Itu semua sudah merupakan kebenaran yang benar benar terjadi. (Batin Laren panik karena pangeran Liu Xi yang masih diam dan tidak mengatakan sepatah katapun)
"Hmm jadi seperti itu, jadi ini semua benar benar hanya sebuah kesalahpahaman dari Liu Shang saja?" Ucap pangeran Liu Xi yang mulai membuka mulutnya setelah beberapa saat hening.
"Benar pangeran, aku sudah mengatakan semuanya. Itu semua murni hanya sebuah kesalahpahaman." Balas Laren sambil mengangguk pasti.
"Hmm baiklah kalau begitu."
Huft, syukurlah jika pangeran Liu Xi percaya. (Batin Laren sambil menghela nafas lega)
"Pangeran bisakah kamu membantuku untuk menghilangkan kesalahpahaman Liu Shang?" Ucap Laren sambil menatap ke arah pangeran Liu Xi.
"Bagaimana aku bisa membantumu? Selama ini jika Liu Shang marah maka ia tidak akan pernah mendengarkan kata kata siapapun." Ucap pangeran Liu Xi berfikir.
Laren pun merenung sejenak dan berfikir bagaimana caranya agar Liu Shang tidak lagi salah paham kepadanya tentang Xia Fei.
Setelah beberapa saat keduanya berfikir, akhirnya terlintas sebuah ide di kepala Laren untuk mengakhiri kesalahpahaman Liu Shang.
"Pangeran Liu, aku punya sebuah ide."
__ADS_1
"Hmm apa itu?" Tanya pangeran Liu Xi penasaran.
Laren mendekat ke arah pangeran Liu Xi dan membisikkan suatu rencana yang terlintas di pikirannya kepada pangeran Liu.
Setelah beberapa saat menjelaskan tentang rencananya itu, pangeran Liu Xi mengangguk ngangguk mengerti akan penjelasan Laren.
"Hmm begitu, rencana yang bagus. Baiklah aku akan membantumu. Kalau begitu aku harus pergi sekarang."
"Baik hati hati di jalan."
Setelah itu, pangeran Liu Xi pergi dari kekaisaran Yun dan pulang menuju ke istananya sendiri.
Tidak lama setelah pangeran Liu Xi pergi, Rayden tiba tiba muncul di belakang Laren dan memanggilnya.
"Pangeran,"
Astaga! Bagaimana bisa dia tiba tiba berada di sini? (Batin Laren terkejut dengan kedatangan Rayden di belakangnya)
"Rayden? Kenapa kamu bisa tiba tiba berada di sini? Lalu bagaimana dengan Xiao Ying?"
"Xiao Ying sedang tidur di kediaman pangeran, saya sudah memberikan gelombang energi untuk melindungi Ying. Jadi anda tidak perlu khawatir akan keselamatan Ying pangeran." Balas Rayden.
"Hmm baiklah kalau begitu, apa yang membuatmu datang ke sini?" Tanya Laren penasaran.
"Karena merasa jika Ying sudah aman saya berfikir untuk menemui pangeran dan membantu pangeran jika ada hal atau sesuatu yang ingin di selesaikan."
"Hmm baiklah, Rayden apakah kamu tau apa yang di sukai oleh... Liu Shang?" Tanya Laren kepada Rayden dengan berbisik di akhir kalimatnya.
"Putri Liu Shang? Saya tau sedikit pangeran. Bukankah anda yang lebih mengenal putri Liu Shang dari pada saya pangeran? Kenapa anda malah menanyakan hal ini kepada saya?" Ucap Rayden balik bertanya kepada Laren.
__ADS_1
"Yah, emm kau tau jika ada beberapa ingatanku yang hilang setelah hari itu. Apakah kamu bisa membantuku dengan mengatakan apa yang di sukai oleh Liu Shang?" Ucap Laren sambil berbisik.
"Baik pangeran."
Rayden mendekat ke arah Laren dan membisikkan sesuatu kepadanya, Laren pun mengangguk mengerti saat di jelaskan oleh Rayden.
Setelah beberapa saat Rayden menjelaskan tentang apa yang di sukai oleh Liu Shang akhirnya Laren mengerti.
"Hmm jadi itu semua, baiklah aku mengerti terima kasih." Balas Laren.
"Sama sama pangeran, ngomong ngomong kenapa pangeran menanyakan semua itu? Apakah pangeran ingin memberikan kejutan kepada putri Liu Shang?" Ucap Rayden.
"Yaa bisa di bilang seperti itu."
"Kenapa anda tiba tiba memberikan sebuah kejutan pangeran? Apakah anda melakukan kesalahan kepada putri Liu Shang dan ingin meminta maaf dengan menggunakan sebuah kejutan?" Tanya Rayden penasaran.
Hah? Bagaimana bisa dia mengetahui semua itu? Kenapa dia bisa mengetahui rencanaku sebelum aku menjelaskan ini kepadanya? (Batin Laren terkejut saat mendengar ucapan Rayden)
"Bagaimana kamu bisa mengetahui semua itu?" Tanya Laren terkejut.
"Itu mudah pangeran, anda tiba tiba bertanya tentang apa saja yang di sukai oleh putri Liu Shang yang artinya anda ingin memberikan sebuah barang atau kejutan kepada putri Liu Shang. Jika anda memberikan sebuah kejutan maka hanya ada dalam dua hal, yaitu sebagai hadiah untuk acara acar tertentu atau untuk sebuah permintaan maaf." Ucap Rayden menjelaskan dengan rinci.
Uh ternyata dia sangat peka dan sangat mengamati tentang hal seperti ini. Ya, dia benar memang hanya ada dua aspek jika seseorang memberi kejutan kepada orang lainnya. (Batin Laren)
"Dan hari ini adalah hari di angkat istana Yun menjadi sebuah kekaisaran, jika ada orang yang memberikan hadiah itu adalah orang lain kepada pihak dari kerajaan Yun. Bukan pangeran Laren kepada orang lain. Sehingga bisa di simpulkan jika kemungkinan besar pangeran ingin memberikan kejutan ini sebagai tanda permintaan maaf." Ucap Rayden kembali melanjutkan penjelasannya.
"Ya, kamu benar. Aku memang ingin memberikan kejutan ini kepada Liu Shang karena ingin meminta maaf kepadanya." Balas Laren sambil mengangguk perlahan.
"Jika saya boleh bertanya, kenapa anda ingin meminta maaf kepada putri Liu Shang pangeran?" Tanya Rayden penasaran.
__ADS_1