
"Sungai?" Ucap Laren kepada kepala desa itu
"Benar Pangeran, sungai ini kami namakan sungai Cano Cristales. Kami namakan seperti karena sungai ini karena sungai tersebut sangatlah jernih bahkan anda bisa melihat dasarnya dari permukaan." Jelas kepala desa itu
"Hmm sepertinya sungai yang sangat indah." Ucap Laren sambil membayangkan ucapan kepala desa itu
"Bahkan dalam beberapa bulan ini sungai tersebut menjadi lebih jernih dari biasanya. Sungai ini juga tidak pernah kering pangeran." Jelas kepala desa
Menjadi lebih jernih dalam beberapa bulan ini? Sepertinya ada yang kurang beres dengan sungai ini, wabah yang muncul di desa ini juga dalam kurun waktu beberapa bulan yang lalu tapi anehnya sungai ini malah menjadi lebih jernih dari biasanya. (Batin Laren)
Setelah beberapa menit berjalan sampailah mereka di tempat sungai Cano Cristales tersebut.
"Pangeran, ini adalah sungai Cano Cristales yang saya jelaskan tadi dan di sungai inilah kami para warga mengambil air minum." Ucap kepala desa itu sambil menunjukkan sungai yang memanjang indah di depannya
"Sungai yang indah sekali." Ucap Laren sambil mengamati sungai dan pemandangan di sekitarnya
"Pangeran, sungai ini adalah sumber air utama di desa kami. Bahkan saat musim kemarau sungai ini tidak pernah kering." Jelas kepala desa itu
"Tidak pernah kering? Apakah kamu yakin?" Tanya Laren dengan heran
"Saya benar benar yakin pangeran, saat musim kemarau air di sungai ini hanya berkurang airnya tapi tidak pernah kering dan tetap bisa untuk mencukupi kebutuhan air di desa kami." Jelas kepala desa itu
Laren pun mendekat ke sungai tersebut dan mengambil airnya dan di masukkan ke dalam suatu botol untuk di periksa lebih lanjut.
"Pengawal bawa ini kembali ke desa untuk di lakukan pengecekan." Ucap Laren sambil memberikan botol berisikan air dari sungai Cano Cristales tersebut
"Baik pangeran."
Setelah melihat melihat area sungai tersebut akhirnya Laren memutuskan untuk kembali ke desa untuk membantu pengecekan.
"Baiklah, mungkin kita sudah harus kembali ke desa. Ngomong ngomong kepala desa apakah kamu mempunyai peta lengkap tentang desa ini dan daerah sekitarnya?" Tanya Laren
__ADS_1
"Ada yang mulia, peta itu ada di kediaman hamba. Silahkan ikuti hamba pangeran." Ucap kepala desa kemudian melangkah ke suatu tempat
Mereka pun sampai di kediaman kepala desa, kepala desa pun langsung masuk dan mencari letak peta yang di minta oleh Laren.
"Yang mulia pangeran silahkan anda masuk terlebih dahulu." Ucap kepala desa itu mempersilahkan
"Tidak apa aku akan menunggu di sini saja." Balas Laren
"Baik kalau begitu, saya permisi pangeran." Ucap kepala desa itu kemudian hanya di balas anggukan oleh Laren
Laren dan para pengawalnya hanya menunggu di luar kediaman sambil mengamati lingkungan sekitar.
Setelah beberapa menit mencari keberadaan peta itu, akhirnya kepala desa dapat menemukan peta tersebut.
Ia pun langsung bergegas untuk keluar dan memberikan peta tersebut kepada Laren yang telah menunggunya.
"Pangeran, ini peta yang anda minta pangeran." Ucap kepala desa itu sambil menyerahkan peta tersebut
Saat Laren hendak membuka peta itu untuk mengamati daerah daerahnya, tiba tiba salah satu pengawal datang ke arah Laren.
"Sesuatu yang aneh?"
"Benar pangeran."
Laren pun batal membuka peta yang di berikan oleh kepala desa tadi, dan menyimpannya di saku miliknya.
"Baiklah aku akan memeriksanya. Kepala desa kamu bisa beristirahat terlebih dahulu aku akan memberimu kabar jika ada keanehan pada air sungainya." ucap Laren sambil menepuk pundak kepala desa itu
Dari wajah kepala desa aku dapat melihat jika dia tidak beristirahat dengan baik akhir akhir ini. Sebaiknya aku membiarkan dia beristirahat sebentar. (Batin Laren sambil menatap kepala desa itu)
"Istirahat?"
__ADS_1
Kepala desa itu sangat tertegun dengan ucapan Laren, selama ini tidak ada pangeran yang memperlakukannya sebaik Laren.
Pangeran Laren... Menyuruhku beristirahat? Apakah ini bukan kebohongan? Pangeran Laren benar benar berbeda dengan para pangeran lainnya. Dahulu saat pangeran Stellan datang ke desa ini dengan perintah kerajaan dia hanya mengulur waktu dan tidak melakukan apapun. Dia juga tidak melakukan apapun saat datang ke sini juga langsung ingin beristirahat begitu sampai. Tapi berbeda dengan pangeran Laren... Pangeran Laren langsung menangani kasus wabah ini saat sampai di desa ini. (Batin kepala desa sambil memperhatikan langkah Laren yang semakin menjauh)
Laren pun sampai di tempat para tokoh kerajaan memeriksa makanan dan air yang di konsumsi oleh para warga di desa tersebut.
Laren mendapatkan bantuan dari Lacey yaitu mata langit sehingga bisa melihat hal sekecil apapun, dan setelah mengamati air dari sungai Cano Cristales Laren menemukan hal yang aneh pada air itu.
"Air ini... Ada masalah pada air ini. Ada suatu zat yang membuat air ini tercemar." Ucap Laren sambil mengamati air tersebut
"Suatu zat? Apakah berbahaya pangeran?" Tanya salah satu penyelidik kerajaan
"Aku masih belum bisa memastikan hal itu... Tapi aku mempunyai firasat jika wabah desa ini berasal dari air sungai Cano Cristales ini." Ucap Laren
"Kami akan membantu yang mulia pangeran."
"Hmm baiklah, aku perlu waktu untuk memastikan jika air ini memang yang menyebabkan timbulnya wabah di desa ini."
"Tapi mohon maaf sebelumnya pangeran, anda sudah mengamati tentang wabah ini mulai dari pagi hingga sore hari saat ini pangeran. Sebaiknya pangeran beristirahat terlebih dahulu dan bisa melanjutkan hal ini besok pangeran." Ucap salah satu menteri penyelidik di situ
"Benar yang mulia pangeran, anda bisa saja jatuh sakit jika anda memaksakan diri. Anda sudah bekerja keras selama dua hari ini pangeran." Ucap pengawal lainnya
"Hmm baiklah, aku akan beristirahat dan melanjutkan penyelidikan ini besok. Kalian juga sebagian beristirahatlah dan berjaga secara bergantian." Ucap Laren sambil menaruh air sungai Cano Cristales tersebut di tempatnya lagi
"Baik pangeran." Ucap para pengawal di situ dengan serempak
Laren pun kembali ke kediamannya untuk beristirahat karena sudah bekerja keras selama seharian penuh.
Saat tengah malam, Laren sedang terlelap dalam tidurnya akan tetapi ia merasakan aura seseorang yang mendekati kediamannya dan Laren sangat asing dengan aura beberapa orang tersebut.
Laren pun mencoba menggunakan keahlian mata langit yang di berikan oleh Lacey kemarin.
__ADS_1
Setelah mengaktifkan mata langit, Laren melihat empat orang memakai pakaian serba hitam dan juga masker yang menutupi wajah mereka sedang mengintai kediamannya.
Orang orang tersebut kemudian menyebarkan suatu asap yang menyebabkan semua penjaga yang ada di depan kediaman Laren tidak sadarkan diri.