
"Saat pangeran Stellan datang kemari, hamba dan beberapa anggota warga desa kami langsung menjelaskan semuanya kepada pangeran Stellan tanpa di minta. Saya juga memohon kepada pangeran Stellan agar cepat cepat mencari solusi untuk masalah wabah mematikan yang ada di desa kami. Tapi pangeran Stellan justru marah dengan alasan lelah karena perjalanan yang panjang menuju ke desa kami." Ucap kepala desa itu menjelaskan dengan rinci
"Tapi setelah beberapa hari, pangeran Stellan malah tidak melakukan apapun dan akhirnya meninggalkan desa kami tanpa melakukan apapun. Hamba juga merasa bersalah karena membuat pangeran Stellan murka dengan memohon kepadanya untuk cepat cepat mencari solusi untuk masalah kami." Tambah kepala desa itu menjelaskan tanpa menyembunyikan apapun
"Kamu tidak perlu merasa bersalah, itu bukan salahmu. Aku tahu kamu sangat menginginkan masalah wabah di desa ini cepat terselesaikan bukan?" Ucap Laren
"Benar pangeran." Balas kepala desa itu sambil mengangguk perlahan
"Aku mendapatkan kabar jika orang yang terinfeksi wabah ini di bawa ke suatu tempat untuk menjalani pengobatan. Apakah kamu bisa menunjukkan tempat itu?" Ucap Laren
"Tentu yang mulia pangeran, wabah ini tidak bersifat menular tapi mohon pangeran tetap berhati hati." Ucap kepala desa itu
"Hmm aku mengerti"
Setelah berjalan beberapa menit sampailah mereka di depan beberapa rumah rumah yang berjajar dengan rapi.
"Pangeran, rumah rumah tersebut khusus di gunakan untuk pengobatan orang orang yang terinfeksi wabah ini pangeran. Dan juga mencegah warga desa yang lainnya terinfeksi wabah ini walaupun wabah ini bersifat tidak menular." Ucap kepala desa itu sambil menunjuk beberapa rumah
Hmm wabah ini tidak bersifat menular, yang artinya ada sesuatu yang di gunakan atau di makan oleh semua penduduk desa ini yang menyebabkan mereka terkena penyakit wabah ini. Tapi kira kira apa yang mereka gunakan atau konsumsi dengan sama? (Batin Laren)
"Kepala desa, dari mana tempat hasil pangan kalian? Apakah kalian memakan makanan dari tempat atau ladang yang sama?" Tanya Laren
"Benar pangeran, kami memakan makanan pokok kami yaitu beras dengan ladang yang sama, dan kami juga menyimpan beras tersebut di lumbung yang sama sebelum di olah." Jelas kepala desa itu
"Bisakah kamu mengantarkan diriku ke kedua tempat itu?" Ucap Laren
"Tentu pangeran, silahkan ikuti hamba." Ucap kepala desa itu sambil menunjukkan jalannya
Laren pun mengikuti jalan yang di sampaikan kepala desa itu dengan di ikuti dengan beberapa pengawal dan juga menteri kerajaan.
__ADS_1
Kemudian sampailah mereka di suatu sawah yang di gunakan untuk menanam padi yang menjadi sumber pangan utama warga desa itu.
"Pangeran ini adalah sawah yang kami gunakan untuk bercocok tanam, dan bahan pangan utama juga berasal dari sini pangeran." Ucap kepala desa itu sambil menunjukkan hamparan sawah yang hijau
"Hmm bolehkah aku mencabut salah satu tanaman untuk di amati?" Tanya Laren
"Silahkan pangeran." Ucap kepala desa mempersilahkan sambil mengangguk
Laren pun mengamati tanaman yang di sawah itu dan mengambil beberapa tanaman untuk di amati oleh pihak kerajaan, setelah mencabut tanaman itu, tanaman itu di berikan kepada pengawal untuk di taruh di suatu tempat.
Setelah sawah, kini mereka menuju ke lumbung di mana hasil panen warga desa di simpan, Laren juga mengambil beberapa hasil panen beberapa bulan yang lalu untuk di amati.
"Pangeran, apakah menurut pangeran ada sesuatu yang aneh pada tanaman kami?" Tanya kepala desa itu
"Sepertinya tanaman ini tidak ada masalah, aku akan membawanya sedikit untuk di amati bersama dengan tokoh kerajaan lainnya."
"Baik pangeran."
"Pangeran anda sudah menyelidiki penyebab wabah ini kurang lebih selama lima jam penuh dan anda juga belum istirahat setelah sampai di desa ini. Mohon pangeran jangan memaksakan diri." Ucap salah satu menteri di situ
"Menteri benar pangeran, anda harus beristirahat terlebih dahulu nanti anda bisa melanjutkan penyelidikan ini lagi." Sambung kepala desa itu
"Pangeran mohon beristirahat terlebih dahulu, hamba bisa di hukum oleh yang mulia raja jika membiarkan pangeran bekerja terlalu keras." Ucap menteri itu sambil membungkuk
"Hmm baiklah kalau begitu."
"Pangeran hamba akan mengantarkan anda ke tempat peristirahatan anda."
Laren pun mengikuti arahan dari kepala desa itu dan menuju ke tempat yang sudah di siapkan untuknya, Laren pun beristirahat di tempat tersebut.
__ADS_1
"Pangeran anda silahkan beristirahat, kami para pengawal akan berjaga di depan kamar anda."
"Baiklah, kalian suruhlah beberapa menteri untuk mengamati tanaman yang aku bawa tadi. Jika ada keanehan segera katakan padaku."
"Baik pangeran."
Laren pun masuk ke kamarnya dan memikirkan kembali apa yang membuat wabah ini muncul dan bersifat tidak menular.
"Hmm sebenarnya dari mana wabah ini berasal? Wabah ini tidak bersifat menular artinya bukan di sebarkan oleh satu orang yang kemudian merebak ke warga lain. Tapi saat aku mengamati bahan pangan warga desa di sini tidak ada masalah sama sekali. Sebenarnya apa yang aku lewatkan?" Gumam Laren pada dirinya sendiri
Karena lelah Laren tanpa sadar sudah terlelap dalam tidurnya dan tenggelam dalam suatu mimpi.
Dalam mimpi itu terlihat Laren melihat sosok yang sangat mirip dengannya tapi memakai pakaian dari dinasti Yun.
"Siapa... Siapa kamu?" Tanya Laren
"Laren, aku adalah kamu dan kamu adalah aku. Dengan kata lain kita adalah orang yang sama."
"Kamu... Pangeran Yun Laren yang asli bukan?" Ucap Laren
"Kamu benar, datangnya kamu ke dunia ini bukanlah suatu kebetulan."
"Apa maksudmu? Apa aku memang harus datang ke dunia ini? Tapi kenapa?" Tanya Laren keheranan
"Karena setelah kamu bisa menyelesaikan misi balas dendam di dunia ini, maka kamu bisa membalas dendam di duniamu yang sebelumnya. Tidak akan ada lagi orang yang meremehkan dirimu lagi."
Laren hanya diam merenungi apa yang di katakan oleh orang yang ada di depannya ini, dan kata kata 'tidak akan ada orang yang meremehkan diriku lagi', Laren ragu jika dia bisa membuat orang tidak meremehkan dirinya lagi.
"Kamu jangan merasa tidak yakin pada dirimu, selama kamu bisa membalaskan dendamku pada para pangeran itu maka aku yakin kamu pun bisa membalaskan dendammu terhadap orang orang yang telah meremehkan dirimu selama ini."
__ADS_1
Setelah mengatakan itu, sosok itu pergi menjauh dan Laren pun terbangun dari mimpinya dan langit pun menunjukkan mataharinya.