
"Jadi tuan, ini adalah suatu obat yang aku dapatkan dari sistem utama. Pil ini di sebut dengan pil Ying Yang. Kegunaannya adalah untuk menghindarkan anda dari segala macam racun dan virus yang ada di desa timur kerajaan. Selama anda meminum pil ini maka tidak akan ada racun apapun yang bisa masuk ke dalam tubuh anda tuan." Ucap Lacey
"Hmm jadi begitu." Ucap Laren sambil mengangguk perlahan
"Jadi ini akan membantu anda untuk menghindari terjangkit wabah yang ada di desa timur kerajaan. Obat tersebut juga dapat meningkatkan tingkat kultivasi anda tuan." Jelas Lacey dengan rinci
"Hmm obat yang sangat bermanfaat, kamu bilang jika obat tersebut tidak dapat di konsumsi oleh semua orang. Apa yang terjadi jika obat ini di konsumsi oleh sembarang orang?" Tanya Laren penasaran
"Jika obat ini di konsumsi sembarang orang maka khasiatnya akan berkurang dan tidak menjadi istimewa lagi tuanku." Jelas Lacey
"Pil ini mempunyai manfaat yang sangat banyak untuk anda karena anda mempunyai darah Ying Yang murni sehingga sesuai dengan obat ini tuanku, oleh karena itu khasiatnya sangat banyak jika di gunakan oleh anda." Tambah Lacey menjelaskan
"Ohh jadi seperti ini, baiklah aku akan menggunakannya." Ucap Laren
Kemudian, Laren pun meminum pil tersebut dan dalam sekejap tingkatan kultivasi Laren naik menjadi tingkat tinggi pertama.
"Hmm tingkat kultivasiku naik banyak sekali, terima kasih banyak Lacey." Ucap Laren
"Sama sama tuanku." Balas Lacey
Lalu, terdengar suara ketukan pintu dari luar. Laren pun membuka pintu kamarnya dan ternyata yang di luar itu adalah seorang pengawal.
"Salam pangeran Laren." Ucap pengawal itu
"Iya, ada apa pengawal?" Tanya Laren
"Pangeran, semua barang yang anda perlukan telah di siapkan dan kita dapat berangkat kapan pun anda mau pangeran." Ucap pengawal itu
"Katakan pada pengawal lainnya kita akan segera berangkat. Beri aku beberapa menit untuk bersiap siap." Ucap Laren
"Baik pangeran, saya permisi." Balas pengawal itu dan di balas anggukan oleh Laren
__ADS_1
Pengawal itu pun pergi dan Laren kembali masuk ke dalam kamarnya, saat memasuki kamar tersebut Laren merasakan ada aura milik seseorang di dalam kamarnya tersebut.
"Ada apa Rayden?" Tanya Laren sambil melihat ke suatu sudut
Rayden sangat terkejut saat Laren mengetahui keberadaannya.
Karena Laren sudah mengetahui keberadaan Rayden, Akhirnya Rayden pun memutuskan untuk keluar dari persembunyiannya dan muncul di depan Laren.
"Pangeran kemampuan anda semakin meningkat tuan, anda bahkan dapat mengetahui aura saya sekarang. Pangeran, ada yang ingin saya tanyakan kepada anda." Ucap Rayden
"Hmm ada apa? Apa yang ingin kamu tanyakan." Tanya Laren
"Pangeran, mohon izinkan hamba untuk mengikuti anda pergi ke desa timur kerajaan. Agar hamba dapat membantu anda pangeran." Ucap Rayden
"Tidak Rayden, kamu tetaplah berada di istana." Ucap Laren sambil menggeleng
"Tapi pangeran... Di sana sangat berbahaya, bagaimana jika ada musuh yang akan datang untuk membunuh anda?" Ucap Rayden dengan cemas
"Kamu tenanglah, lagi pula sekarang aku sudah bisa berkultivasi dan juga menguasai seni bela diri. Kamu tidak perlu mengkhawatirkan diriku, aku bisa melindungi diri. Saat aku pergi, aku punya tugas untukmu." Ucap Laren
"Kamu tetaplah di istana utama dan awasi setiap pergerakan ketiga kakak kakakku. Saat aku kembali laporkan pergerakan mereka kepadaku secara rinci." Ucap Laren
"Baik pangeran. Tapi selama ini mereka selalu keterlaluan pada pangeran. Apakah boleh saya membunuh mereka jika mereka sudah sangat keterlaluan?" Tanya Rayden dengan tiba tiba
Laren yang sedari tadi tidak menatap ke arah Rayden, tiba tiba melirik Rayden dengan tajam dan itu membuat Rayden gemetar dan ketakutan karena khawatir ia sudah salah bicara terhadap Laren.
Apa yang sudah aku katakan kepada pangeran barusan. (Batin Rayden dengan gemetaran)
"M-mohon maafkan pengawal yang sudah berkata sembarangan pangeran." Ucap Rayden dengan gemetaran dan menunduk
"Jangan membunuh mereka terlebih dahulu. Mereka belum cukup menderita, mereka tidak boleh mati terlebih dahulu. Tapi jika itu hanya bawahan mereka kamu bisa membunuhnya." Ucap Laren sambil menyeringai
__ADS_1
Uhh kekuatan tuan sudah meningkat dan aura membunuhnya juga semakin kuat. Aku hampir tidak bisa menahannya jika tuan benar benar ingin menekanku. (Batin Rayden)
"Walaupun harus membunuh para pangeran itu, mereka harus mati di tanganku bukan orang lain." Ucap Laren sambil mengeluarkan aura membunuhnya
Tidak heran jika tuan ingin membalas perbuatan para pangeran itu. Tapi... Sejak kapan tuan mempunyai ambisi untuk itu? Tuan sudah banyak berubah sejak dia sadar dari pingsan hari itu. (Batin Rayden)
"Baik pangeran, kalau begitu saya permisi." Ucap Rayden
"Hmm baiklah." Balas Laren
Setelah itu Rayden pun pergi untuk menjalankan tugas dari Laren, dan Laren pun keluar untuk menuju ke keretanya dan berangkat ke desa timur kerajaan.
"Pengawal ayo kita berangkat sekarang." Ucap Laren kemudian naik ke keretanya
"Baik pangeran." Balas para pengawal yang ada di situ dengan serempak
Setelah itu Laren, beberapa menteri, dan para pengawalnya berangkat menuju ke desa timur kerajaan, butuh waktu lima jam dari istana utama untuk menuju ke desa timur kerajaan.
Jadi karena Laren berangkat di pagi hari, maka Laren sampai di desa tersebut di siang harinya.
Saat dalam perjalanan menuju ke desa timur kerajaan itu, Laren mengobrol sedikit dengan pengawal yang pernah pergi ke desa timur kerajaan itu sebelumnya.
"Pengawal, kapan wabah yang ada di desa itu mulai muncul?" Tanya Laren kepada salah satu pengawal yang ada di sebelahnya
"Menjawab pertanyaan yang mulia pangeran... Wabah ini sudah mulai muncul sejak empat bulan yang lalu pangeran. Kemudian yang mulia raja mengutus pangeran Stellan untuk mengurus dan mengatasi masalah wabah ini." Ucap pengawal itu
"Hmm empat bulan yang lalu? Sudah cukup lama." Gumam Laren
"Kami sangat senang saat mendengar kabar kepulangan pangeran Stellan begitu juga dengan sang raja, beliau sangat senang atas kepulangan pangeran. Karena kami berfikir jika masalah wabah yang ada di desa timur kerajaan tersebut sudah di selesaikan. Tapi... Siapa yang menyangka jika pangeran Stellan meninggalkan tugas kerajaannya dan kembali dengan tangan kosong. Juga masih menutup mulut para penjaga untuk merahasiakan masalah tersebut, dan malah menyebabkan kekacauan saat ini." Jelas pengawal itu dengan panjang sambil menghela nafas panjang
"Hmm jadi seperti itu... Menurutmu apa yang di pikirkan oleh kakak kedua saat melakukan hal itu?" Tanya Laren
__ADS_1
"H-hamba tidak berani berfikir yang tidak tidak terhadap pangeran Stellan, pangeran Laren. Hamba hanya berfikir mungkin ada sesuatu yang hendak di lakukan oleh pangeran Stellan sehingga pangeran melakukan hal tersebut pangeran." Ucap pengawal itu sedikit terkejut dengan pertanyaan Laren yang tiba tiba itu
"Hmm." balas Laren dengan singkat