Perjalanan Balas Dendam

Perjalanan Balas Dendam
Chapter 74


__ADS_3

"Apa yang sebenarnya terjadi pangeran? K-kenapa harimau salju ini tiba tiba mati? Bukankah sebelumnya dia terlihat seperti baik baik saja?" Tanya Rayden terkejut saat melihat mayat harimau salju bersayap yang berada di sebelah Laren.


"Dia sudah terluka di awal saat ia melawan beruang coklat itu, setelah mengeluarkan gelombang tadi dia semakin kehabisan tenaga sehingga dia mati sekarang." Balas Laren sambil ikut menatap mayat harimau itu.


Grr Grr


Suara geraman kecil mengalihkan perhatian Rayden yang semula menatap mayat harimau salju bersayap itu, berubah ke arah sesuatu yang di gendong oleh Laren.


"Pangeran, ini...?" Tanya Rayden sambil menatap Laren dengan tatapan bertanya tanya.


"Ini adalah anak harimau salju bersayap itu." Balas Laren.


"Apa? Anak?"


Rayden pun semakin bingung dengan apa yang terjadi antara Laren dan juga harimau salju bersayap itu saat waktu di hentikan oleh harimau itu tadi.


"Aku mengerti kamu bingung dengan semua ini. Aku akan menjelaskannya di dalam goa, sebelum itu kamu bawalah beruang ini ke dalam goa juga." Ucap Laren kemudian melangkah ke arah goa tempat di mana mereka beristirahat sebelumnya.


"Beruang ini? Untuk apa pangeran?" Tanya Rayden heran.


"Bawalah dulu, nanti kamu akan tau." Balas Laren sambil tetap berjalan tanpa menoleh ke arah Rayden yang tertinggal di belakangnya.


Rayden pun mengikuti perkataan Laren dan membawa beruang coklat besar itu ke dalam goa bersama dengan mereka.


Saat sampai di dalam goa, Laren melihat harimau salju bersayap kecil itu telah tertidur nyenyak di pelukannya.


Ia pun menaruh bayi harimau itu dengan perlahan dan hati hati di atas batu dengan alas beberapa daun agar tidak terlalu keras untuknya.


"Apa yang ingin anda lakukan dengan beruang ini pangeran?" Tanya Rayden penasaran.


"Makan malam." Balas Laren dengan singkat.


Makan malam? Apakah pangeran berencana untuk memakan daging beruang ini? (Batin Rayden bertanya tanya)

__ADS_1


"Rayden, kamu jaga harimau kecil itu, aku akan segera kembali." Ucap Laren kemudian melangkah keluar dari goa.


"Anda ingin pergi ke mana pangeran? Biarkan saya ikut dan membantu anda atau melindungi anda." Ucap Rayden sambil mengikuti langkah Laren di belakangnya.


"Tidak perlu, aku tidak akan pergi terlalu jauh dan akan segera kembali. Kamu jagalah harimau kecil itu sampai aku kembali, jangan biarkan dia sendirian." Ucap Laren sambil menoleh ke arah Rayden.


Rayden pun menghentikan langkahnya dan menuruti apa yang di katakan oleh Laren dan tinggal di goa tersebut bersama dengan harimau salju bersayap itu.


"Pangeran, anda harus berhati hati."


"Hmm."


Laren pun pergi dari goa tersebut dan Rayden kembali ke dalam goa dan mengawasi harimau itu dengan sedikit menjaga jarak.


"Aku baru tahu jika harimau salju bersayap yang ada di hutan kematian selama bertahun tahun adalah seekor betina, bahkan anaknya saat ini berada di hadapanku." Gumam Rayden pelan sambil memperhatikan harimau kecil yang tertidur pulas di depannya.


Laren berjalan menelusuri hutan itu sendirian sambil mencari beberapa kayu untuk di gunakan nantinya.


Saat Laren sedang mengumpulkan kayu itu, sesuatu tiba tiba muncul di samping Laren yang membuatnya langsung menoleh ke arah benda itu.


"Hmm," Balas Laren dengan singkat.


"Tuan, apa yang sebenarnya anda cari? Kemudian untuk apa anda mengumpulkan semua kayu ini?" Tanya Lacey penasaran akan apa yang di lakukan oleh Laren.


"Aku ingin membuat makan malam, dan aku mencari beberapa tanaman untuk membuat rasa makanan itu semakin lezat. Aku pernah membaca buku resep milik kerajaan beberapa waktu yang lalu, aku melihat beberapa pelengkap masakan berasal dari tanaman yang ada di hutan. Aku berfikir akan menemukan bahan bahan itu di sini." Ucap Laren menjelaskan.


"Oh jadi seperti itu, biarkan saya membantu anda tuan."


"Baiklah."


"Ngomong ngomong, tadi aku sudah menyelamatkan harimau salju bersayap. Apakah aku menyelesaikan misi tambahan yang kamu katakan tadi?" Tanya Laren.


"Iya tuan, anda sudah menyelesaikan misi tersebut dan mendapatkan 500 poin untuk anda." Ucap Lacey sambil mengangguk.

__ADS_1


"Apakah 500 poin itu adalah hadiah tersembunyi yang kamu katakan? Lalu apa gunanya poin itu?" Tanya Laren penasaran.


"Hadiah tersembunyi sebenarnya adalah anak dari harimau salju bersayap itu tuan, jika dia di latih dengan benar kekuatannya bisa mencapai tingkat kaisar dewa. Itu akan sangat membantu akan kelas di masa depan tuan." Ucap Lacey menjelaskan.


"Apa?! Kaisar dewa? Bukankah belum ada orang yang berada di daratan Zhoushan, yang mencapai tingkat itu?" Ucap Laren terkejut.


"Benar tuan, sama sekali belum ada di daratan Zhoushan yang mampu menembus sampai ke tahap kaisar dewa. Harimau salju bersayap adalah satu satunya hewan di daratan Zhoushan yang dapat menembus sampai ke tingkat itu." Balas Lacey menjelaskan.


"D-dia... Satu satunya di daratan ini?"


"Benar tuan," Balas Lacey sambil mengangguk.


Ternyata aku mempunyai peliharaan baru yang bisa saja mengguncang dunia di masa depan, tapi ini bagus. Dia bisa sangat membantuku di masa depan, dan juga aku pernah memelihara harimau di duniaku sebelumnya jadi aku pasti bisa merawatnya dengan baik. (Batin Laren senang)


"Lalu bagaimana dengan poin itu Lacey?" Tanya Laren penasaran.


"Poin yang anda dapatkan tadi bisa di gunakan untuk membeli beberapa barang yang ada di toko sistem premium tuan, akan ada banyak barang barang menarik dan bermanfaat yang ada di toko itu yang dapat membantu anda." Ucap Lacey menjelaskan.


"Benarkah? Sepertinya itu bagus." Balas Laren dengan senang.


Laren pun lanjut untuk mencari beberapa tanaman dan kayu yang ia butuhkan untuk nanti saat di dalam goa.


Laren dengan di bantu oleh Lacey pun mengumpulkan beberapa bahan untuk memasak makanan dan juga mengumpulkan beberapa kayu.


Saat mengumpulkan beberapa barang barang itu, Laren pun bertemu dan melawan banyak hewan hewan beast yang ada di hutan itu, sehingga ia juga melatih kekuatannya.


Semua hewan yang di temui Laren bukanlah hewan beast biasa, tapi hewan yang di temui oleh Laren adalah hewan yang memiliki kekuatan setingkat dengan master kedua atau tingkat di atas itu.


Tidak lama setelah itu, Laren pun kembali dengan membawa beberapa tanaman dan juga setumpuk kayu.


"Pangeran, anda sudah kembali?" Ucap Rayden kemudian berdiri dan menghampiri Laren yang baru saja masuk ke dalam goa tersebut.


"Iya," Balas Laren sambil meletakkan beberapa tanaman itu dan juga kayu yang di bawanya.

__ADS_1


"Untuk apa semua ini pangeran?" Tanya Rayden penasaran.


"Untuk beruang itu." Balas Laren dengan singkat tanpa menoleh ke arah Rayden.


__ADS_2