Perjalanan Balas Dendam

Perjalanan Balas Dendam
Chapter 84


__ADS_3

"Bagaimana bisa keadaan mereka menjadi seperti ini? Bukankah dulu keluargaku adalah keluarga mafia yang sangat berkuasa? Mengapa sekarang kondisi mereka menjadi seperti ini?" Ucap Laren terkejut.


"Aku akan sedikit menjelaskan tentang keluargamu setelah kematianmu di dunia ini." Ucap pria itu sambil menatap Laren.


Laren pun seketika menoleh ke arah pria itu karena merasa penasaran sebenarnya apa yang terjadi keluarganya itu.


"Apa yang sebenarnya terjadi setelah aku pergi?" Tanya Laren penasaran.


"Setelah kamu pergi, orang tuamu memindahkan alih pemimpin keluarga kepada kakak pertamamu. Yang mana itu berarti kakak pertamamu akan memimpin organisasi mafia keluarga kalian dan juga mengambil alih semua perusahaan dan juga anak perusahaan keluarga." Ucap pria itu mulai menjelaskan.


Laren pun hanya menatap pria itu dan mendengarkan penjelasannya dengan baik tanpa berkata sepatah kata pun.


"Tapi tidak lama setelah pemindahan alih keluarga itu, kakakmu tidak mengurus organisasi mafia kalian dengan baik sehingga memunculkan para pemberontak pemberontak sehingga menjadi senjata bagi para musuh keluarga kalian untuk menjatuhkan keluargamu dan mengambil alih pemimpin keluarga."


"Apa? Bagaimana bisa itu terjadi? Bukankah kakak sangat pandai dalam bertarung dan juga mengatur sesuatu?" Ucap Laren terkejut dengan penjelasan pria itu.


"Sangat pandai dalam bertarung bukan salah satu alasan utama untuk mengatur suatu organisasi besar Laren, dan selama ini sepertinya kamu terlalu menganggap baik kakakmu itu." Balas pria itu sambil menatap Laren.


Laren pun terdiam dan merenungi apa yang di katakan oleh pria itu, setelah hening selama beberapa saat akhirnya pria itu melanjutkan penjelasannya.


"Kakakmu juga gagal dan mengelola perusahaan yang di berikan oleh ayahmu, ia dengan asal membeli semua saham perusahaan lain tanpa memperkirakan untung dan ruginya, sehingga keluargamu mengalami kerugian sebanyak triliunan."


Mendengar semakin banyak informasi tentang keluarganya setelah kepergian Laren, Laren semakin terkejut saat mengetahui jika keluarganya kini sangat terpuruk setelah di tinggal oleh dirinya itu.


"Karena musuh yang semakin banyak dan juga tersebar di seluruh dunia, dan juga karena perusahaan yang terus mengalami kerugian akhirnya keluargamu harus tinggal di rumah kecil ini dengan rasa waspada dan ketakutan karena musuh musuh yang berkeliaran dan karena mereka tidak punya kekuatan untuk melawan semua musuh musuh itu." Ucap pria itu menjelaskan dengan rinci.


"Lalu apakah..."


Ucapan Laren terhenti saat adanya muncul cahaya terang yang sebelumnya ada untuk berpindah ke dunia di mana Laren dan pria itu berada saat ini.


Laren tidak dapat menyelesaikan kalimatnya karena terhenti oleh cahaya yang menusuk matanya itu.

__ADS_1


"Laren, waktu kita di dunia ini sudah habis. Kita harus segera kembali ke dunia kita masing masing. Aku hanya bisa memberi tahumu tentang keluargamu sampai di sini." Ucap pria itu kemudian segera menarik Laren untuk masuk ke dalam cahaya terang itu.


Laren pun terbangun dan mendapati dirinya sudah ada di kamar yang berada di istana Yun.


Warna langit yang masih berwarna biru tua menandakan jika saat ini matahari belum terbit.


Laren merenungi apa yang baru saja ia lihat bersama dengan pria tadi tentang keluarganya yang ada di dunianya sebelumnya.


Tidak lama setelah itu, terdengar suara ayam berkokok dan mulai munculnya sinar matahari yang berada di timur.


"Aish bagaimana bisa keluargaku menjadi sangat terpuruk saat aku berpindah dimensi ke dunia ini? Aku pernah berfikir jika tidak beradaanku tidak akan berpengaruh besar terhadap keluargaku dan mereka akan tetap hidup seperti di mana aku ada di dunia itu." Gumam Laren sambil memijat pelipisnya.


Setelah beberapa saat merenung tentang kejadian yang baru saja ia alami, Laren memutuskan untuk membersihkan dirinya dan menyegarkan kembali pikirannya.


Karena merasa bosan berada terus menerus di dalam kamar, akhirnya Laren pun keluar dan berjalan jalan di luar.


Saat membuka pintu kamar dan melihat pemandangan di luar, terlihat pemandangan indah dan tidak biasa.


Laren pun melangkah keluar dan melihat dekorasi dekorasi indah itu sambil menyusuri tiap tiap bagian istana.


Saat Laren sedang berjalan jalan di dekat pintu gerbang, Laren di datangi oleh seorang pengawal.


"Hamba memberikan salam kepada pangeran Laren." Ucap pengawal itu kepada Laren sambil membungkuk.


"Hmm ada apa? Mengapa mendatangiku pagi pagi sekali?" Tanya Laren sambil menatap pengawal itu.


"Pangeran, ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda. Dia telah berada di taman istana pangeran." Balas pengawal itu.


"Ingin menemuiku? Sepagi ini? Siapa dia?" Tanya Laren penasaran.


"Orang tersebut melarang saya untuk mengatakan siapa dirinya dan ingin pangeran Laren untuk menemuinya secara langsung jika ingin melihat siapa dirinya." Balas pengawal itu.

__ADS_1


Siapa dia? Kenapa ingin menemuiku pagi pagi sekali? Apakah ada urusan yang sangat mendesak? (Batin Laren bertanya tanya)


"Baiklah aku akan segera menemuinya." Balas Laren sambil mengangguk.


"Baik pangeran."


Laren pun segera melangkah menuju ke taman seperti yang di katakan oleh pengawal itu.


Tidak lama setelah Laren berjalan, sampailah dia di taman yang berada di istana Yun, di sana terlihat seorang gadis sedang duduk membelakangi Laren.


Laren pun semakin penasaran siapakah gadis itu? Dan kenapa ia memintanya untuk menemui dirinya pagi pagi sekali.


"Maaf, kau ingin menemuiku?" Ucap Laren yang kini berada tepat di belakang gadis itu.


"Benar, aku sangat ingin menemuimu Yun'er." Balas gadis itu sambil membalikkan badannya dengan cepat dan memeluk Laren.


"L-Liu Shang? Kamu di sini?" Ucap Laren terkejut karena tiba tiba di peluk oleh Liu Shang.


"Aku merindukan Yun'er jadi aku datang ke sini lebih awal dari pada yang lainnya, karena aku ingin bertemu dengan Yun'er." Balas Liu Shang tanpa melepaskan pelukannya.


"Liu Shang, lepaskan aku dulu." Ucap Laren kemudian mendorong Liu Shang secara perlahan.


"Kenapa Yun'er? Apakah Yun'er tidak menyukaiku lagi? Kenapa Yun'er memanggilku dengan sebutan Liu Shang?" Ucap Liu Shang sambil menatap Laren.


"B-bukan, bukan seperti itu Liu... Shang'er, aku tidak bermaksud untuk tidak menyukaimu." Balas Laren dengan sedikit terbata bata.


"Lalu kenapa kamu menolak pelukanku?" Ucap Liu Shang sambil memanyunkan bibirnya.


"Liu... Maksudku Shang'er, di sini ada banyak orang, statusmu sebagai tuan putri bisa ternodai jika orang luar melihatmu memelukku. Rakyat di luar juga bisa saja membuat suatu berita yang tidak benar tentangmu." Balas Laren menyakinkan Liu Shang.


"Aku tidak peduli akan anggapan orang lain, aku hanya ingin bersama dengan Yun'er." Balas Liu Shang dengan yakin.

__ADS_1


__ADS_2