
Liu Shang yang tidak sengaja menyadari jika Laren dan juga Xia Fei sedang bertatapan selama beberapa saat.
Ia pun merasa sangat kesal kepada wanita itu, dan juga ia sangat kesal kepada Laren karena membalas tatapan wanita itu selama beberapa saat.
Liu Shang menatap keduanya secara bergantian dengan tatapan tajam selama beberapa saat.
Karena merasa perasaannya tidak enak, Laren pun menoleh ke arah Liu Shang yang telah terlihat sangat kesal kepadanya.
Saat Laren menatap wajah Liu Shang, Liu Shang justru memalingkan wajahnya dengan ekspresi kesal.
Haish, apakah Liu Shang melihatku sedang bertatapan dengan Xia Fei barusan? Itu tidak sengaja, sungguh! Liu Shang terlihat sangat kesal sekarang, apa yang harus aku lakukan? Dia pasti salah paham saat aku menatap Xia Fei. (Batin Laren yang melihat ekspresi kesal Liu Shang)
Acara berlangsung selama beberapa jam, dan saat sore menjelang malam hari acara peresmian itu telah selesai di lakukan.
Kini kerajaan Yun telah menjadi bagian dari kekaisaran daratan Zhoushan, dan beralih nama menjadi kekaisaran Yun.
Beberapa tamu berpamitan kepada kaisar Yun untuk kembali ke istana mereka masing masing, tapi ada juga beberapa orang yang memutuskan untuk menginap di kekaisaran Yun.
Salah satunya adalah sang kaisar Xiao, pangeran kerajaan Mu, dan putri panglima kerajaan Fangxi.
Tepat setelah Laren selesai bersalaman dengan para tamu yang hendak pamit, ia langsung keluar dari aula itu dan mencari seseorang.
Laren telah berputar putar mengelilingi isi kekaisaran Yun selama beberapa saat tapi masih saja belum menemukan orang yang ia cari.
Ia pun akhirnya memutuskan untuk bertanya kepada salah satu panglima kekaisaran Yun yang ia temui.
"Panglima Yang." Panggil Laren.
Pria yang sedang berjalan itupun langsung menghentikan langkahnya saat mendengar namanya di panggil oleh seseorang di belakangnya.
"Iya pangeran Laren, apakah ada yang anda butuhkan?" Balas pria itu sambil sedikit membungkuk.
"Apakah kamu melihat Liu Shang?" Tanya Laren tanpa bertele tele lagi.
"Putri Liu? Saya baru saja melihatnya dengan duduk di taman belakang kekaisaran pangeran. Akan tetapi dari raut wajahnya sepertinya tuan putri sedang sedih, tidak tau apa yang membuat tuan putri bersedih seperti itu." Balas panglima Yang dengan sopan.
__ADS_1
"Di taman belakang? Baiklah, terima kasih panglima Yang." Ucap Laren sambil menepuk pundak panglima Yang.
"Sama sama pangeran."
Setelah itu, Laren langsung berjalan cepat menuju ke taman di belakang kekaisaran seperti yang di katakan oleh panglima Yang.
Dari samping terlihat seorang wanita cantik dengan rambut belakang tergerai sedang duduk di sebuah kursi di taman.
Ia menatap ke depan dengan tatapan kosong dan tampak sedang memikirkan sesuatu dengan raut wajah yang datar dan dingin.
Laren pun mendekat secara perlahan ke arahnya dan memanggilnya dengan pelan agar tidak mengejutkan dirinya.
"Shang'er." Ucap Laren dengan pelan dan lembut.
Liu Shang hanya menoleh sekilas ke arah Laren dan kembali menatap ke arah lainnya tanpa berkata sepatah katapun.
Astaga, bagaimana caranya membujuk wanita yang sedang marah? Aku tidak pernah melakukan hal ini sebelumnya. (Batin Laren bingung)
"Shang'er dengarkan penjelasan dariku. Aku bukan secara sengaja menatap Xia Fei seperti yang kamu pikirkan." Ucap Laren sambil menatap Liu Shang dengan lembut.
"Tapi-"
Ucapan Laren terhenti saat seseorang memanggil namanya dari belakang sehingga Laren menoleh ke belakang.
"Pangeran Laren!" Panggil seseorang dari belakang Laren sambil berjalan cepat menghampiri Laren.
"Iya?" Balas Laren sambil menatap pria yang memanggilnya tersebut.
"Huft aku mencari dirimu sejak tadi, ternyata kamu berada di sini." Balas pangeran Liu Xi sambil menepuk pundak Laren perlahan.
"Mencariku? Ada apa?" Tanya Laren penasaran.
"Kamu dan adikku ingin berpamitan denganmu, padahal awalnya aku ingin menginap di sini beberapa hari di kekaisaran Yun." Balas pangeran Liu Xi.
"Lalu kenapa tidak? Menginaplah beberapa hari di sini. Kenapa kalian buru buru sekali untuk kembali?" Ucap Laren sambil menatap Liu Shang dan Liu Xi secara bergantian.
__ADS_1
"Ya, sepetinya aku tidak bisa."
Setelah mengatakan hal itu, Liu Xi mendekat ke arah Laren dan berbisik sesuatu kepadanya.
"Awalnya Liu Shang yang sangat ingin untuk menginap di sini selama beberapa hari tadinya. Tapi tidak tau hal apa yang membuatnya kesal sehingga memutuskan untuk kembali ke kerajaan Liu." Ucap pangeran Liu Xi sambil berbisik kepada Laren.
Aih ini pasti karena hal yang terjadi di dalam aula tadi. (Batin Laren sambil menghela nafas panjang)
"Kak, aku akan menunggumu di kereta. Cepatlah berpamitan kemudian kita segera kembali ke kerajaan Liu." Ucap Liu Shang dengan nada datar dan tatapan yang dingin.
Pangeran Liu Xi pun balas mengangguk atas ucapan adiknya itu, Liu Shang pun langsung meninggalkan pangeran Liu Xi dan juga Laren di taman itu tanpa berpamitan kepada Laren.
"Kamu lihat bukan? Sepertinya dia sangat kesal hari ini." Ucap pangeran Liu Xi sambil memperhatikan langkah Liu Shang yang semakin menjauh.
"Haishh. Pangeran Liu, apakah kamu tau bagaimana caranya untuk membujuk wanita?" Tanya Laren tepat setelah ia menghela nafas panjang.
"Kamu ingin membujuk siapa pangeran Laren?" Tanya pangeran Liu Xi penasaran.
"Siapa lagi? Tentu saja adikmu pangeran." Balas Laren.
"Apakah kamu tau kenapa dia bisa menjadi kesal seperti itu? Lalu apakah kamu adalah penyebab kenapa adikku sampai kesal seperti itu?" Tanya pangeran Liu Xi dengan tatapan interogasi kepada Laren.
"Uh ya, bisa di katakan jika ini ada hubungannya dengan aku, tapi aku bersumpah jika ini benar benar hanya sebuah kesalahpahaman Liu Shang saja. Aku tidak bermaksud untuk membuatnya kesal." Ucap Laren sambil menatap pangeran Liu Xi.
Pangeran Liu Xi terus menatap Laren tanpa berkata apapun seolah olah ia tidak percaya jika alasan kenapa adiknya kesal adalah karena sebuah kesalahpahaman.
Aish, aku dengar pangeran Liu Xi adalah seorang kakak yang sangat menyayangi adiknya. Sepertinya dia tidak percaya dengan apa yang aku katakan barusan. (Batin Laren)
"Ayolah, percayalah padaku pangeran Liu."
"Jelaskan padaku semuanya pangeran Laren." Balas pangeran Liu Xi menatap Laren dan menyilangkan kedua tangannya di depan dada.
"Yah, jadi seperti ini. Apakah kamu tau tentang nona Xia Fei?"
"Ya aku tahu dia, dia adalah putri kedua dari kediaman panglima kerajaan Fangxi bukan? Lalu apa hubungannya semua ini dengan dirinya?"
__ADS_1
"Seperti ini, dengarkan aku dulu pangeran."