
"Aku adalah kamu, dan kamu adalah aku." Balas pria itu.
"Apa?"
Ini adalah kata yang tidak asing di telingaku, siapa yang pernah mengatakan hal ini kepadaku? (Batin Laren merenung)
"Apakah kamu lupa dengan diriku Laren?" Tanya pria itu.
Setelah beberapa saat merenung, akhirnya Laren ingat bahwa dulu ia pernah bermimpi bertemu dengan seorang pria yang sangat mirip dengannya.
Pria itu juga mengatakan bahwa dirinya adalah Laren, dan Laren adalah dirinya. Sama persis dengan apa yang di katakan pria di hadapannya itu.
"Kamu? Kamu adalah orang yang dulu pernah menemuiku di dalam mimpi bukan?" Ucap Laren memastikan.
"Benar, aku adalah dirimu yang dulu pernah datang ke mimpimu." Balas pria itu.
"Apakah aku sedang berada di alam mimpi saat ini?"
"Benar, kamu saat ini berada di alam bawah sadarmu, sehingga aku bisa menemui dirimu lagi." Balas pria itu sambil mengangguk.
"Jadi mimpiku yang sebelumnya bukan karena suatu kebetulan?" Tanya Laren kepada pria itu.
"Benar, itu semua bukan kebetulan. Itu adalah kelebihan yang kamu miliki untuk berkomunikasi dengan diriku karena kamu telah bereinkarnasi ke dalam tubuhku." Balas pria itu menjelaskan.
"Hmm jadi seperti itu, lalu kenapa kamu datang ke dalam mimpiku lagi? Apakah ada sesuatu yang ingin kamu sampaikan kepadaku?" Ucap Laren sambil menatap pria di hadapannya itu.
"Aku ingin menunjukkan sesuatu untukmu." Balas pria itu kemudian berjalan ke suatu arah.
Karena merasa penasaran, Laren pun melangkah mengikuti pria itu di belakangnya sampai pria itu menghentikan langkahnya.
Tiba tiba terlihat suatu cahaya yang sangat menyilaukan di depan Laren, membuatnya hampir tidak bisa membuka matanya.
Pria itu menatap cahaya itu dengan santai seakan akan cahaya terang itu bukan masalah bagi matanya.
__ADS_1
Ia menoleh sekilas ke arah Laren, kemudian melangkah ke arah Laren dan mengajaknya untuk masuk ke dalam cahaya itu.
"Ayo, ikuti aku. Aku akan menunjukkan sesuatu kepadamu setelah kamu melewati cahaya terang ini." Ucap pria itu.
Laren pun berusaha untuk membuka matanya selebar mungkin agar bisa melihat jalan yang di arahkan oleh pria itu.
Setelah itu pria itu pun berjalan melangkah menuju ke cahaya terang tersebut di ikuti dengan Laren di belakangnya.
Ke mana sebenarnya dia ingin membawaku? Dan dari mana asalnya cahaya super terang ini? Aku sampai hampir tidak bisa membuka mataku sama sekali karena silau akan cahaya ini. (Batin Laren)
Setalah menembus melewati cahaya terang itu, sampailah mereka di suatu dunia yang sangat berbeda dengan dunia yang di datangi Laren setelah bereinkarnasi.
Dunia yang mereka datangi saat ini adalah dunia modern di mana alat alat canggih telah di ciptakan dan di gunakan untuk mempermudah kehidupan manusia.
Gedung gedung tinggi pencakar langit menghiasi mata mereka tepat setelah mereka berpindah ke dalam dunia itu.
"Pemandangan ini, sangat tidak asing bagiku. Aku pernah berada dan tinggal di dalam dunia ini." Gumam Laren sambil mengamati area di sekitarnya.
"Kenapa kamu membawaku ke sini? Apa tujuanmu sebenarnya?" Tanya Laren sambil menoleh ke arah pria itu.
"Aku ingin menunjukkan kondisi keluargamu setelah kamu meninggal di dunia ini dan berpindah ke dunia lain." Balas pria itu kemudian melangkah ke suatu tempat.
Laren pun mengikuti langkah pria itu belakangnya dan sampailah mereka di suatu rumah kecil yang berada tidak jauh dari tempat awal mereka muncul sebelumnya.
"Ayo masuk." Ucap pria itu.
Laren masih bingung tentang rumah siapa itu, dan mengapa mereka harus masuk ke dalam rumah itu, bagaimana caranya mereka masuk ke dalam rumah yang sepertinya di tutup rapat itu.
Banyak pertanyaan pertanyaan yang muncul di kepala Laren saat ini, tapi Laren melihat pria itu yang dengan mudah masuk ke dalam rumah itu dengan menerobos dan menembus dinding tanpa halangan sedikit pun.
"Tunggu, bagaimana bisa dia menembus dinding dengan mudah seperti itu? Apakah aku juga bisa melakukan hal itu?" Gumam Laren yang masih berdiri di depan rumah itu.
Karena merasa Laren tidak mengikutinya dan masih mematung di depan rumah itu, pria itu kembali menembus dinding dan keluar untuk menemui Laren.
__ADS_1
"Kau ikut denganku atau tidak? Jika kamu kehilangan diriku maka kamu tidak akan bisa kembali ke dunia para pangeran itu." Ucap pria itu dengan nada datar.
"Apa yang terjadi jika aku tidak kembali ke dunia para pangeran itu?" Tanya Laren penasaran.
"Maka kamu akan bisa di lihat oleh manusia yang ada di dunia ini dan kamu akan terjebak di dunia ini. Tidak akan ada lagi kesempatan untuk bereinkarnasi lagi untukmu." Balas pria itu sambil menatap Laren.
"Bukankah itu ide yang bagus? Aku bisa mencari pekerjaan kemudian mencari keluargaku sebelumnya. Aku tidak perlu mempertaruhkan nyawaku di dunia pada pangeran itu dan tidak perlu menghadapi drama kerajaan itu." Balas Laren sambil melipat kedua tangannya.
"Tapi kau tidak akan dapat membalaskan dendammu, Laren!" Ucap pria itu kesal dengan Laren.
"Oh kau benar, ayo kita masuk." Balas Laren kemudian melangkah ke rumah itu dan menembus dinding sama seperti yang di lakukan oleh pria itu tadinya.
"Astaga! Ini pertama kalinya aku sekesal ini kepada orang lain, dan lucunya orang lain itu adalah reinkarnasi diriku sendiri. Secara tidak langsung ini mengartikan jika aku kesal pada sifatku sendiri." Gumam pria itu kesal.
Setelah bergumam di depan rumah itu, pria itu pun masuk dan menyusul Laren yang telah berada di dalam rumah itu.
"Apa yang akan kita lakukan di sini? Dan rumah siapa ini?" Tanya Laren penasaran.
"Simpan dulu pertanyaanmu itu, dan lihat ke sana." Balas pria itu sambil menatap ke suatu arah di dalam ruangan rumah itu.
Mereka... Mereka seperti tidak asing. (Batin Laren)
"Apakah merek bisa melihat keberadaan kita?" Tanya Laren tanpa mengalihkan perhatiannya.
"Tidak, tidak ada yang bisa melihat kita." Balas pria itu.
Laren pun mendekat ke arah beberapa orang yang tengah duduk di sofa yang berada di dalam rumah itu.
Salah satu dari mereka terlihat begitu frustasi dan yang lainnya masih terlihat dalam keadaan mabuk.
"Tunggu, mereka adalah ayah dan juga kakak kakakku bukan?" Ucap Laren terkejut saat melihat wajah orang orang itu dari dekat.
"Benar, mereka adalah keluarga mu. Ini adalah kondisi mereka saat ini." Balas pria itu sambil melangkah mendekati Laren.
__ADS_1