Perjalanan Balas Dendam

Perjalanan Balas Dendam
Chapter 21


__ADS_3

Laren yang mengetahui hal itu pun terbangun kemudian bangkit dari tempat tidurnya dan waspada akan serangan beberapa orang asing tersebut.


Dan benar saja, tidak lama kemudian dua orang masuk menerobos ke dalam kediaman Laren dan hendak menyerang dan membunuh Laren.


Laren pun menyerang dua orang tersebut dan mengalahkan mereka sampai mereka terpental keluar dari kamar Laren.


Melihat itu dua orang pembunuh lainnya ikut membantu untuk menyerang Laren, Laren pun melawan mereka berempat sendirian karena para pengawal sudah terkena asap yang membius mereka sehingga tidak sadarkan diri.


Karena saat menyerang Laren secara satu persatu mereka masih saja kalah, akhirnya mereka membuat suatu formasi dengan kultivasi untuk membunuh Laren.


Tapi karena tingginya tingkat kultivasi Laren akhirnya bisa menghadapi formasi tersebut tanpa terluka sedikitpun.


Sedangkan para pembunuh itu muntah darah karena hancurnya formasi mereka dan terserang oleh kekuatan kultivasi Laren, lalu Laren pun menghampiri salah satu dari pembunuh itu.


"Siapa kalian? Siapa yang menyuruh kalian untuk membunuhku?" Tanya Laren sambil menginjak dada salah satu pembunuh itu


"Kamu... Harus... Mati!" Ucap pembunuh itu


Sebelum Laren sempat menanyakan siapa mereka, mulut mereka semua sudah mengeluarkan busa yang menandakan mereka telah meminum racun untuk tetap menyembunyikan identitas mereka.


"Sialan! Mereka mati tapi aku tidak mendapatkan informasi apapun." Ucap Laren mendesak kesal


Setelah keempat pembunuh itu mati, Laren merasakan aura seseorang yang sedang mengawasi dirinya.


Orang itu merasa jika keberadaannya sudah di ketahui oleh Laren, ia pun bergegas pergi pergi situ agar tidak tertangkap.


Akan tetapi Laren sudah menghadangnya sehingga ia tidak bisa pergi kemanapun, dan akhirnya menyerah kepada Laren.


"Siapa kamu?" Tanya Laren


"Am-ampuni hamba yang mulia pangeran Laren." Ucap seseorang itu dengan gemetar dan ketakutan


"Katakan padaku! Siapa kamu!" Ucap Laren sambil mengeluarkan aura yang menekan orang tersebut yang membuat orang tersebut semakin ketakutan dan gemetar


"S-saya... Saya adalah salah satu pengawal pangeran Stellan. Hamba di perintahkan untuk membayar pembunuh bayaran untuk membunuh pangeran Laren dan mengawasi pekerjaan mereka." Ucap orang tersebut dengan ketakutan


"Ohh... Ternyata kakakku Stellan yang melakukan ini semua." Ucap Laren sambil menyeringai

__ADS_1


"M-mohon... Mohon ampuni nyawa hamba pangeran." Ucap seseorang itu ketakutan


"Katakan apa yang hendak dilakukan kakak Stellan terhadapku." Ucap Laren sambil menarik kerah baju pria tersebut


"B-baik pangeran, tapi setelah hamba mengatakan semuanya mohon pangeran Laren mengampuni nyawa hamba."


"KATAKAN!"


"Baik... Baik pangeran. Pangeran Stellan menyuruh hamba untuk membeli pembunuh bayaran yang profesional untuk membunuh anda pangeran. Setelah pembunuh itu berhasil membunuh anda pangeran Stellan juga menyuruh hamba untuk membuat kematian anda bukan seperti di bunuh oleh seseorang, melainkan kematian karena terkena wabah mematikan yang ada di desa ini pangeran." Ucap orang tersebut dengan gemetar ketakutan


"Hmm jadi seperti itu, sungguh cara yang sangat licik tapi juga sangat cerdas." Ucap Laren sambil menyeringai


"Pa-pangeran... Hamba sudah mengatakan semua yang hamba tahu. Mohon pangeran Laren mengampuni nyawa hamba." Ucap orang tersebut dengan gemetaran


"Mengampuni nyawamu? Bagaimana jika dirimu melaporkan hal ini kepada tuanmu dan akan mencelakakan diriku di lain hari." Ucap Laren sambil menatap tajam ke arah orang tersebut


"Ha-hamba... Hamba tidak akan mengatakan apapun kepada pangeran Stellan pangeran. Hamba akan tutup mulut dengan rapat dan tidak akan membocorkan informasi apapun yang menyangkut tentang pangeran Laren."


"Katakan padaku, apa keuntungan yang akan aku dapatkan jika aku mengampuni nyawamu?" Tanya Laren


"Tidak tertarik. Aku mempunyai banyak pengawal yang lebih setia dari pada dirimu. Dan aku tidak akan menerima orang yang telah mengkhianati tuannya untuk menjadi orangku." Ucap Laren kemudian membunuh orang tersebut


Setelah Laren membunuh orang tersebut, Lacey muncul di samping Laren.


"Tuan." Panggil Lacey


"Hmm ada apa?"


"Mengapa tuan membunuh orang itu? Orang itu dapat kita gunakan untuk memata matai pangeran Stellan tuan."


"Tidak bisa. Dia sudah mengatakan semua informasi pangeran Stellan kepadaku. Ia tidak akan cocok menjadi bawahan milikku... Apakah kamu mengerti maksud ucapanku Lacey?"


"Saya mengerti tuan. Anda tidak ingin menggunakan orang tersebut karena orang tersebut telah membocorkan semua informasi tentang pangeran Stellan yang mana pangeran Stellan adalah tuannya. Jika sampai dia di biarkan hidup dan mengikuti tuan maka tidak menutup kemungkinan jika dia akan membocorkan seluruh informasi tuan kepada orang lain." Jelas Lacey dengan panjang


"Hmm benar, kamu semakin mengerti aku Lacey." Ucap Laren sambil tersenyum tipis


"Tuan selama beberapa hari ini, saya tidak bisa menemui tuan."

__ADS_1


"Kenapa? Ada masalah?" Tanya Laren dengan heran


"Benar tuan, ada sedikit masalah pada sistem utama jadi kami para sistem harus membereskan hal tersebut."


"Oh baiklah kalau begitu."


Setelah itu Lacey menghilang dan kemudian Laren kembali ke tempat di mana para penjaga dan beberapa menteri tidak sadarkan diri.


Laren pun menyadarkan mereka semua dengan menggunakan kekuatan kultivasinya, dan dalam sekejap mereka semua bangun satu per satu.


"Pa-pangeran?"


"Pangeran, apakah anda baik baik saja? Apakah anda terluka yang mulia?" Ucap salah satu penjaga yang langsung bangun karena panik terjadi sesuatu kepada Laren


"Aku baik baik saja, tenanglah."


"Tapi mohon maaf pangeran... Bagaimana kami semua bisa tidur di sini? Padahal seingat saya kami semua sedang berjaga di depan kediaman pangeran." Tanya salah satu penjaga lainnya


"Tadi ada pembunuh bayaran yang datang ke sini, tujuan mereka adalah untuk membunuhku. Mereka menggunakan suatu bom asap yang beracun yang membuat kalian semua pingsan di sini."


"Apa?! Pembunuh bayaran? Apakah pangeran terluka?" Tanya penjaga itu dengan panik


"Tenang saja... Aku baik baik saja, kita harus lebih waspada di sini. Setelah kejadian penyerangan ini tidak menutup kemungkinan jika ada musuh dari luar yang akan datang kemari untuk mengacau dan berusaha menghentikan penyelidikan kita tentang masalah wabah yang ada di sini."


"Baik pangeran." Ucap semua penjaga yang ada di situ dengan serempak


"Tapi mohon maaf pangeran, hamba izin bertanya."


"Silahkan."


"Apakah pangeran tahu siapa yang berusaha untuk menyerang pangeran dan menghentikan penyelidikan ini?"


"Ini... Aku tidak tahu. Tidak perlu di pedulikan lagi, sekarang kita fokus menyelesaikan masalah wabah yang ada di sini. Satu lagi, di daerah sana ada pembunuh bayaran yang aku bunuh tadi. Kalian bereskan mayatnya."


"Baik pangeran."


Beberapa orang pergi untuk mengurus mayat seperti yang di katakan oleh Laren, sedangkan sisanya tetap berjaga di depan kamar Laren.

__ADS_1


__ADS_2