Perjalanan Balas Dendam

Perjalanan Balas Dendam
Chapter 93


__ADS_3

Liu Shang dan juga Laren menikmati waktu mereka di tempat indah tersebut, sedangkan di sisi lain di kerajaan Liu, raja Liu yang tidak melihat Liu Shang seharian pun mencarinya.


Setelah beberapa saat mencari di sekeliling area kerajaan, ia tidak menemukan keberadaan Liu Shang akhirnya raja Liu pun menghampiri pangeran Liu Xi yang terlihat dari kejauhan sedang berjalan ke arah yang sama.


Pangeran Liu Xi yang melihat kedatangan ayahnya pun langsung membungkuk dan memberikan salam.


"Hamba memberikan salam kepada ayahanda." Ucap pangeran Liu Xi sambil membungkuk kepada sang raja.


"Baiklah, putraku apakah kamu melihat keberadaan Liu Shang? Aku tidak melihatnya seharian ini, apakah kamu tau di mana dia?" Tanya raja Liu kepada putranya.


"Emm begini ayahanda, itu... Liu Shang mungkin... Sedang berjalan jalan di luar, aku akan segera mencarinya." Ucap pangeran Liu Xi dengan sedikit terbata bata.


"Pergi keluar? Tidak biasanya dia keluar tanpa memberitahuku terlebih dahulu. Kamu cepat cari dia." Ucap raja Liu terkejut karena mendengar Liu Shang yang ternyata tidak ada di dalam istana.


"Baik ayahanda, kalau begitu Liu Xi izin pamit."


Setelah meminta izin kepada raja liu, akhirnya pangeran Liu Xi keluar istana dengan pengawal pribadinya dan mencari keberadaan Liu Shang.


Beberapa saat setelah pangeran Liu Xi mencari keberadaan Liu Shang, akhirnya ia dapat merasakan aura milik Liu Shang dengan bantuan kekuatan kultivasinya.


Ia langsung mengarahkan kudanya untuk berlari ke arah di mana ia merasakan aura milik Liu Shang.


Pengawal pribadinya pun langsung mengikuti ke arah yang di tunjukkan oleh pangerannya itu dan berjalan mengikuti di belakangnya.


Setelah lebih dekat dengan aura milik Liu Shang, pangeran Liu Xi memutuskan untuk turun dari kudanya dan berjalan mendekat secara perlahan.


Pengawal pangeran Liu Xi pun dapat merasakan aura milik Liu Shang, akan tetapi tepat setelah ia turun ia langsung bersiap dengan senjatanya.


"Yo sudah terlalu lama kamu menculik adikku, sekarang berikan dia kepadaku."

__ADS_1


Mendengar suara itu, seorang wanita yang sedang menggendong seekor harimau kecil dan juga pria di sebelahnya langsung menoleh ke arah sumber suara tersebut.


Pengawal pangeran Liu Xi hendak menyerang pria yang ada di sebelah Liu Shang, akan tetapi pangeran Liu Xi menghentikan aksinya tersebut dan menahan pengawalnya agar tidak menyerang pria di sebelah Liu Shang.


"Kenapa pangeran? Kenapa anda melindungi orang yang telah menculik tuan putri?" Tanya pengawal pangeran Liu Xi tanpa menurunkan kewaspadaannya.


Pengawal itu sangat kebingungan dengan sikap pangerannya itu, karena biasanya siapapun yang berani menyentuh putri Liu Shang, dia tidak akan mengampuninya.


Tapi kini berbeda, pangeran Liu Xi justru mencegah pengawalnya agar tidak menyerang pria itu.


"Kamu tenanglah dulu, jangan terburu buru untuk menyerang." Ucap pangeran Liu Xi tanpa mengalihkan pandangannya.


Siapa dia sebenarnya? Kenapa pangeran Liu bahkan mencegahku untuk menyerangnya bahkan setelah tau jika pria itu telah menculik tuan putri Liu Shang. (Batin pengawal pribadi pangeran Liu Xi)


"Pangeran Liu Xi?"


"Kakak?"


"Kamu sudah cukup lama membawa adikku tuan, raja Liu bahkan sudah menanyakan keberadaan Liu Shang kepadaku. Apa yang akan aku dapatkan karena sudah melakukan semua hal ini?" Ucap pangeran Liu Xi sambil tersenyum tipis.


"Pangeran Liu Xi sudah bisa di katakan memiliki semua yang di butuhkan, aku sangat bingung jika ingin memberikan sesuatu untuk pangeran Liu Xi. Maka silahkan pangeran mengatakan, dan aku akan berusaha untuk memenuhinya." Balas pria itu.


Tanpa aba aba pengawal pribadi pangeran Liu Xi tiba tiba menyerang pria itu menggunakan pedangnya yang langsung mengarah ke leher pria itu.


Untungnya pria itu dengan cepat melangkah mundur dan menahan pedang itu dengan kedua jarinya.


Pedang itu seketika berhenti dan tidak dapat di cabut sampai pria itu benar benar melepaskan pedang itu dengan kedua jarinya.


Apa? Siapa dia? Bagaimana bisa dia menghentikan serangan pedangku hanya dengan menggunakan dua jari? (Batin pengawal pangeran Liu Xi terkejut)

__ADS_1


"Waw kemampuan dan kekuatan kultivasimu meningkat sangat drastis setelah kamu sembuh... Pangeran Laren."


"Pangeran... Laren?" Ucap pengawal pangeran Liu Xi kebingungan.


"Benar, dia adalah pangeran dari kekaisaran Yun yang keempat, pangeran Yun Laren." Ucap pangeran Liu Xi menjelaskan.


"Hamba meminta maaf kepada pangeran Laren karena telah menyerang anda tanpa mengetahui siapa anda." Ucap pengawal itu sambil membungkuk.


"Tidak masalah, aku tidak keberatan. Itu justru merupakan hal yang bagus, karena itu artinya kamu sangat melindungi pangeran Liu Xi. Asah lagi kemampuanmu dan lain kali jangan gegabah saat hendak menyerang musuh." Ucap Laren sambil menepuk pundak pengawal pangeran Liu Xi.


"Baik, saya mengerti pangeran." Balas pengawal itu sambil mengangguk perlahan.


Sikap pangeran Laren sungguh sangat berbeda dengan para pangeran lainnya, biasanya jika aku memperlakukan para pangeran seperti itu walaupun secara tidak sengaja, mereka pasti akan tersinggung dan membuat masalah kecil menjadi lebih besar. Tapi berbeda dengan mereka, pangeran Laren justru tidak mempermasalahkan hal itu dan malah memuji diriku. (Batin pengawal pangeran Liu Xi merenung)


"Liu Shang, kamu sudah pergi terlalu lama. Ayah sudah mencarimu tadi, karena itu aku mencarimu." Ucap pangeran Liu Xi.


"Ah benarkah? Aku merasa jika aku masih sebentar berada di tempat ini, bagaimana bisa ayah sudah mencariku?" Ucap Liu Shang.


"Sebentar? Kamu sudah berada di sini sejak pagi hari dan sekarang sudah menjelang sore hari, dan kamu masih mengatakan jika itu sebentar?" Ucap pangeran Liu Xi.


"Jika di pikir pikir kakak benar, langit sudah berubah. Di sini sangat menyenangkan apalagi di tambah dengan adanya Xiao Ying di sini, waktu jadi terasa sangat cepat berlalu." Ucap Liu Shang sambil mengelus kepala Xiao Ying yang berada di pelukannya.


"Xiao... Ying? Siapa dia?" Tanya pangeran Liu Xi heran.


"Dia." Ucap Liu Shang sambil menggendong harimau kecil di pelukannya itu ke depan wajah kakaknya.


"Harimau... Kecil? Dia adalah Xiao Ying?" Tanya pangeran Liu Xi terkejut karena sedari tadi ia tidak memperhatikan sesuatu yang ada di pelukan Liu Shang dan baru menyadari jika sedari tadi yang di peluk oleh adiknya itu adalah seekor harimau putih.


"Benar, kakak taukan jika aku sangat menyukai harimau, oleh karena itu aku sangat senang berada di sini dan bermain dengannya." Ucap Liu Shang sambil tersenyum senang.

__ADS_1


Bagaimana bisa ada harimau kecil di sini? Bukankah sangat sulit untuk memelihara seekor harimau apalagi mengambil anaknya? (Batin pangeran Liu Xi)


__ADS_2