
Aku harus mengirimkan mata mata untuk mengawasi ke mana sebenarnya Laren akan pergi, aku tidak percaya jika nona Liu Shang benar benar mengirimkan surat untuknya. (Batin pangeran Altezza kemudian bergegas untuk pergi)
"Hmm akhirnya dia pergi." Gumam Laren sambil melihat punggung pangeran Altezza yang semakin menjauh.
Karena merasa bosan berada di istana pangeran terus menerus, akhirnya Laren memutuskan untuk keluar sebentar dari istana.
Sebelum keluar dari istana, Laren kembali ke kamarnya dan mengganti pakaiannya menjadi pakaian rakyat biasa agar tidak terlalu menarik perhatian orang lain.
Mengetahui Laren yang mengenakan pakaian biasa dengan topi yang menutupi wajahnya, salah satu pengawal datang menghampiri Laren.
"Hamba memberikan salam kepada pangeran Laren." Ucap pengawal itu sambil membungkuk.
"Hmm katakan, ada apa?"
"Pangeran mengenakan pakaian seperti ini, apakah pangeran ingin pergi ke suatu tempat?" Tanya pengawal itu.
"Benar, aku hanya ingin berjalan jalan di sekitar sini saja. Aku merasa bosan berada di istana pangeran terus menerus."
"Baik pangeran, kalau begitu mohon pangeran berhati hati dan cepat kembali."
"Aku akan kembali sebelum matahari terbenam."
Setelah itu Laren pun keluar dari istana pangeran dengan menggunakan kuda yang ada di situ.
Setelah keluar dan memasuki area pasar yang berada dekat dengan istana pangeran, suasana ramai langsung menyambut kedatangan Laren.
Tidak ada yang mengetahui jika pangeran di negaranya datang ke pasar itu dengan menyamar sebagai orang biasa.
Laren hanya berjalan jalan sambil melihat kegiatan jual beli yang terjadi di sekitarnya saat ini.
Saat Laren sedang melihat sekitar terdapat seseorang yang lari dengan membawa satu kantung yang entah berisi apa.
Kemudian di belakangnya, terdapat seseorang yang mengenakan pakaian biasa dan topi yang menutupi wajahnya sedang mengejar pria itu.
Pencuri!
Kata itu adalah satu satunya kata yang terus terucap di mulut orang yang mengenakan topi itu, mengetahui hal itu, Laren langsung membantu pria dengan topi itu untuk menangkap pencuri itu.
"Siapa kamu? Cepat lepaskan aku, jangan ikut campur dengan urusanku." Ucap pria itu sambil terus mencoba untuk melepaskan diri.
__ADS_1
"Berikan barang yang kamu curi dari pria itu."
"Tidak akan,"
Laren pun memukul pria itu sambil terpental ke arah orang yang mengejarnya, orang yang mengenakan topi itu pun langsung mengambil barang miliknya yang di curi oleh pria tersebut.
Setelah itu pria itu kabur melarikan diri sedangkan Laren dan pria itu hanya mengamatinya saja. Tidak lama setelah itu pria bertopi yang menutupi wajahnya menghampiri Laren.
"Terima kasih atas bantuan tuan, jika bukan karena tuan mungkin aku akan kehilangan koin koin emas ini."
"Tidak apa tidak perlu sungkan."
"Ini ada sedikit balasan untuk kebaikan tuan," Ucap pria itu sambil memberikan beberapa koin emas miliknya.
"Tidak, tidak perlu tuan."
"Tidak apa tuan, tuan telah membantuku ini adalah sedikit rasa terima kasihku untuk tuan."
"Tenanglah tuan, saya tidak membutuhkan imbalan ini. Anda akan lebih memerlukannya dari pada saya nanti." Balas Laren sambil sedikit mendorong tangan pria tersebut.
"Baiklah tuan, saya sangat berterima kasih atas bantuan tuan hari ini. Kelak saya tidak akan pernah melupakan kebaikan tuan. Jika boleh tahu, siapakah nama anda tuan?"
Aku tidak boleh memberitahukan nama asliku, jika tidak kemungkinan orang ini akan mengenaliku. (Batin Laren sambil lebih menurunkan topinya untuk menutupi wajahnya)
"Jadi tuan Xiao Laren, nama anda cukup mirip dengan pangeran Laren dari dinasti Yun. Hanya saja marga kalian yang berbeda." Ucap pria tersebut.
"Ah tidak, bagaimana bisa saya di bandingkan dengan seorang pangeran." Balas Laren sambil melambaikan tangannya.
Pria itu dan juga Laren pun hanya terkekeh kecil.
"Apakah anda pernah bertemu dengan pangeran Laren?" Tanya Laren penasaran.
"Tidak, saya belum pernah bertemu dengan pangeran Laren. Saya hanya pernah bertemu dengan ketiga kakaknya," Balas pria itu.
"Anda pernah bertemu dengan mereka?"
Dia pernah bertemu dengan para pangeran lainnya? Apakah dia seorang pangeran dari suatu kerajaan yang sedang menyamar? (Batin Laren)
"T-tidak, maksud saya, saya pernah melihat ketiga pangeran itu dari kejauhan, bukan bertemu secara langsung." Ucap pria itu sedikit terbata bata.
__ADS_1
Gawat, aku hampir saja membocorkan semuanya. Semoga saja tuan ini tidak menyadari apapun. (Batin pria itu)
"Jadi seperti itu, jika boleh tahu siapakah nama tuan?" Tanya Laren.
"Saya adalah Mu Xiaoyang." Balas pria itu.
Seharusnya di sini tidak akan ada yang tahu identitas asliku walaupun aku mengatakan namaku yang asli. (Batin pria itu)
"Baik tuan Mu, jika boleh tahu ke manakah tujuan tuan Mu setelah ini?" Tanya Laren.
"Aku ingin pergi ke hutan LingShao."
"Hutan LingShao? Di mana letak hutan itu tuan?"
"Apakah tuan Xiao benar benar tidak tahu letak hutan LingShao ini? Hutan ini berada tidak jauh dari kota ini tuan."
"A-aku... Aku adalah pendatang baru tuan Mu, sehingga aku tidak tentang daerah yang ada di sini." Balas Laren dengan sedikit terbata bata.
Pendatang baru? Walaupun hanya pendatang baru, tapi siapakah yang tidak mengetahui tentang hutan LingShao ini? Satu satunya area hutan yang berbatasan langsung dengan hutan kematian. (Batin Mu Xiaoyang)
Gawat, dari tatapannya sepertinya dia mencurigai diriku. (Batin Laren sedikit panik)
"Hutan LingShao ini berada tidak jauh dari kota ini, aku pergi ke hutan LingShao ini untuk mendapatkan batu sihir yang dapat di gunakan untuk meningkatkan tingkat kultivasi." Ucap Mu Xiaoyang.
"Benarkah? Bisakah aku ikut pergi bersama denganmu?"
"Tentu saja. Silahkan, aku akan menjelaskan lebih jauh tentang hutan LingShao ini." Ucap Mu Xiaoyang.
Laren pun menaiki kuda miliknya, begitu juga dengan Mu Xiaoyang. Mereka berdua berjalan menuju ke arah yang di tunjukkan oleh Mu Xiaoyang.
Kini keduanya membuka topinya sehingga dapat melihat wajah satu sama lain dan berjalan menggunakan kuda secara beriringan.
"Jadi hutan LingShao adalah hutan yang berisi hewan hewan beast, saat ini ada pihak yang mengadakan sebuah kontes untuk memburu hewan hewan beast itu dan menukarkannya dengan bongkahan kecil batu sihir." Ucap Mu Xiaoyang mulai menjelaskan.
"Bongkahan kecil batu sihir? Mengapa kita hanya mendapatkan bongkahan kecil? Apakah tidak bisa jika kita ingin mendapatkan batu sihir dengan jumlah yang lebih banyak?" Tanya Laren.
"Bisa, tapi kita juga harus membunuh hewan beast yang lebih banyak. Jika ingin mendapatkan ekstraksi nyawa mereka dengan cepat maka harus membunuh hewan beast yang lebih kuat, contohnya di tingkat prajurit kelima atau di atasnya." Balas Mu Xiaoyang.
"Hmm jadi seperti itu," Balas Laren sambil mengangguk mengerti.
__ADS_1