Perjalanan Balas Dendam

Perjalanan Balas Dendam
Chapter 90


__ADS_3

"Emm jadi seperti ini, beberapa saat yang lalu saat aku pergi ke hutan LingShao aku secara tidak sengaja bertemu dengan Xia Fei." Ucap Laren mulai menjelaskan kepada Rayden.


"Jadi nona Xia Fei juga pergi ke hutan LingShao untuk mendapatkan batu sihir itu juga?" Tanya Rayden.


"Ya, aku secara tidak sengaja bertemu dengannya saat dia sedang di kejar kejar oleh beberapa kawanan hewan buas. Singkat cerita aku... Membantunya untuk lepas dari kejaran hewan hewan beast itu."


"Pangeran saya tidak berfikir yang aneh aneh, tapi nona Xia Fei tidak mudah mengingat orang dalam sekali pertemuan walaupun orang itu telah menyelamatkan dirinya. Akan tetapi nona Xia Fei langsung mengingat anda dalam sekali pertemuan, sebenarnya bantuan seperti apa yang telah anda berikan pangeran?" Ucap Rayden sambil menatap Laren.


Laren mengingat kembali kejadian di mana ia tengah berada di hutan LingShao dan secara tidak sengaja bertemu dengan Xia Fei.


Hmm yah, aku memeluknya dan menggendongnya untuk kabur dari kejaran hewan hewan itu. Bukan tanpa alasan, tapi jika aku hanya menarik dan menggandeng tangan Xia Fei dia mungkin akan terluka dan jika tidak melakukan itu maka Xia Fei akan tertinggal. (Batin Laren merenung serta mengingat kembali kejadian di hutan itu)


"Kenapa anda hanya diam saja pangeran? Apakah ada masalah?" Tanya Rayden yang melihat Laren yang masih merenung tanpa mengatakan apapun kepadanya.


"Ah tidak, hanya saja... Begini, aku akan menjelaskan hal ini nanti nanti. Sekarang kamu bantu aku untuk mempersiapkan beberapa hal."


Laren pun menyusun rencana bersama dengan Rayden di taman tersebut, setelah beberapa saat berbincang dan merencanakan suatu hal akhirnya mereka sepakat dan melaksanakan rencana tersebut.


Setelah dua hari, di kerajaan Liu terlihat seorang gadis cantik sedang menatap bunga bunga yang sedang bermekaran di istananya.


Dengan dua pelayan yang setianya terus menemani gadis itu di belakangnya.


Sudah dua hari, dia bahkan tidak menemuiku lagi setelah acara peresmian itu. Apakah dia sudah tidak mau lagi menemuiku karena aku tidak mendengarkannya waktu itu? (Batin gadis itu sambil menatap sendu bunga yang mekar indah di hadapannya itu)


Tiba tiba gadis itu menghela nafas panjang yang membuat kedua pelayannya berfikir, hal apa yang membuat tuan putrinya itu menghela nafas panjang.

__ADS_1


"Tuan putri, hal apa yang mengganggu pikiran tuan putri sehingga tuan putri menghela nafas panjang seperti itu?" Tanya salah satu pelayan itu.


"Qiu Li, menurutmu jika seseorang melakukan kesalahan dan ingin menjelaskan sesuatu kepadaku, tapi aku tidak mendengarkan ucapannya dan langsung meninggalkan dirinya. Apakah orang itu akan marah kepadaku?" Tanya Liu Shang tanpa menghadap ke orang yang bertanya kepadanya.


Siapa yang di maksud oleh tuan putri? (Batin kedua pelayan itu penasaran)


"Jika orang tersebut benar benar ingin menjelaskan sesuatu kepada tuan putri, mungkin dia tidak akan marah kepada anda tuan putri. Tapi dia akan mencari cara untuk menjelaskan hal itu kepada anda, dan mencari cara agar anda mendengarkan dia." Balas pelayan itu kepada Liu Shang.


"Qiu Li benar tuan putri, orang itu akan berusaha untuk meluruskan suatu masalah jika memang orang itu benar benar ingin menjelaskan sesuatu kepada anda." Ucap seorang pelayan di sebelah menambahi ucapan Qiu Li.


"Benarkah seperti itu?"


Apakah memang benar seperti apa yang di katakan oleh kedua pelayanku Yun'er? Apakah saat ini kamu memang sedang mencari cara untuk menjelaskan sesuatu kepadaku dan membuatku untuk mendengarkan dirimu? (Batin Liu Shang bertanya tanya)


Liu Shang memilih untuk fokus menikmati pemandangan bunga yang sedang bermekaran itu dan berusaha untuk melupakan tentang Laren.


Setelah beberapa saat menikmati pemandangan bunga itu, Liu Shang menoleh ke belakang dan betapa terkejutnya saat ia tidak menemukan kedua pelayannya di belakangnya.


Di mana Qiu Li dan juga Xi Liao? (Batin Liu Shang sambil menoleh ke kanan dan ke kiri mencari cari keberadaan kedua pelayannya itu)


Saat Liu Shang dengan bingung dengan kepergian kedua pelayannya yang hilang secara tiba tiba itu, Liu Shang di kejutkan dengan suara seorang pria di belakangnya.


"Liu Shang! Kenapa kamu berada di sini sendirian? Apa yang kamu lakukan?" Tanya pria itu sambil melangkah mendekat ke arah Liu Shang.


Liu Shang pun langsung menoleh ke sumber suara tersebut dan mengetahui siapa orang yang menghampirinya itu.

__ADS_1


"Kakak? Kenapa kamu ada di sini?" Tanya Liu Shang yang melihat kedatangan kakaknya yang secara tiba tiba.


"Aku tidak sengaja lewat di dekat sini dan melihatmu sendirian di taman ini, kenapa kamu sendirian di sini? Bukankah biasanya kamu selalu dengan kedua pelayanmu itu?" Tanya pangeran Liu Xi dengan heran.


"Akh tadi memang bersama dengan Qiu Li dan juga Xi Liao, tapi mereka tiba tiba menghilang tanpa jejak dan sekarang aku juga tidak tahu di mana mereka berada." Ucap Liu Shang menjelaskan kepada kakaknya itu.


"Apa? Jadi mereka meninggalkan dirimu? Aku akan menghukum mereka saat menemukan mereka nanti. Berani beraninya mereka meninggalkanmu di sini sendirian dan tidak menjalankan tugas mereka dengan baik." Ucap pangeran Liu Xi dengan geram.


"Tenangkan dirimu dulu kakak, mungkin mereka ada kesibukan yang mendadak sehingga mereka harus secara buru buru pergi." Ucap Liu Shang menenangkan kakaknya yang kesal.


"Sepenting apakah urusan mereka sehingga mereka tidak sempat untuk berpamitan kepada dirimu dan lalai akan tugasnya mereka?"


Kakak benar, walaupun ada urusan yang sangat mendesak seharusnya mereka bisa memberitahu diriku dan meminta izin, bukan langsung pergi seperti ini. Atau jangan jangan mereka... (Batin Liu Shang)


Saat Liu Shang dan juga pangeran Liu Xi dengan bingung tentang ke mana perginya kedua pelayan Liu Shang itu.


Tiba tiba mereka berdua merasakan aura asing milik seseorang yang berada di tempat itu, mereka pun saling melirik satu sama lain yang menandakan jika mereka berdua merasakan aura itu dan bersiaga akan serangan musuh.


Dan benar saja, ada sebuah anak panah yang di lesatkan ke arah mereka berdua, mereka pun langsung mengindari anak panah itu.


"Liu Shang, kamu baik baik saja?" Tanya pangeran Liu Xi.


"Aku baik baik saja." Balas Liu Shang.


Seseorang dengan baju hitam dan wajah yang di tutup menyerang mereka berdua secara tiba tiba.

__ADS_1


"Liu Shang menjauh!"


Pangeran Liu Xi pun langsung melawan orang tersebut sedangkan Liu Shang berdiri sedikit jauh dengan kakaknya karena mengikuti apa kata kakaknya itu.


__ADS_2