Perjalanan Balas Dendam

Perjalanan Balas Dendam
Chapter 51


__ADS_3

"Tentu saja tidak, kita bisa mendapatkan ekstraksi hewan beast yang lebih banyak di sini. Mengapa harus buru buru keluar dari sini?" Balas Laren sambil tersenyum kecil.


"Bagaimana jika bukan ekstraksi nyawa hewan beast yang kita dapatkan, tapi malah nyawa kita yang berpindah tempat dan tidak pernah kembali?" Balas Mu Xiaoyang dengan wajah yang memelas dan pasrah di tarik oleh Laren.


"Tenang saja, jika kau tidak jauh dariku aku bisa melindungi mu, dan aku tidak akan pernah membiarkanmu tewas, teman." Ucap Laren menyakinkan Mu Xiaoyang.


Astaga! Sebenarnya berada di tingkat kultivasi apa dia? Mengapa sangat percaya diri jika dia bisa mengalahkan hewan hewan beast yang ada di sini? Aku bahkan tidak dapat merasakan aura kultivasinya sejak pertama kali bertemu. Apakah dia benar benar hebat dan bisa melawan hewan hewan beast yang ada di sini? Ataukah hanya seorang yang membual saja? (Batin Mu Xiaoyang sambil mengamati Laren)


Saat sedang berjalan jalan untuk mencari hewan beast yang ada di dalam hutan itu, Lacey tiba tiba muncul di samping Laren.


'Lacey? Ada apa? Mengapa kamu muncul secara tiba tiba?' Ucap Laren kepada Lacey tanpa menggerakkan mulutnya.


"Tuan ada yang ingin saya beritahukan kepada anda. Tuan jika anda berjalan lima ratus meter lagi, anda akan bertemu dengan sekelompok hewan beast kadal berkulit baja." Ucap Lacey menjelaskan.


'Benarkah? Tadi hanya menemui satu tapi kini sudah bertemu dengan sekelompok, kebetulan sekali aku ingin menguji kemampuanku.' Balas Laren.


"Apa yang akan anda lakukan tuan?" Tanya Lacey penasaran.


'Aku akan membuat jebakan untuk sekelompok hewan hewan itu menggunakan tanaman tanaman yang ada di sini.' Balas Laren.


"Jebakan? Apakah tuan yakin itu akan berhasil membunuh sekelompok hewan hewan itu?" Tanya Lacey sedikit ragu.


'Mari kita bertaruh, aku akan membunuh sekelompok kadal berkulit baja itu dalam sekali gerakan. Dan jika aku tidak berhasil maka aku menuruti apapun kemauanmu Lacey.'


"Baiklah tuan." Balas Lacey sambil mengangguk.


'Lacey hutan ini apakah tidak memiliki tanaman yang memiliki duri atau memiliki racun?' Tanya Laren.

__ADS_1


"Ada tuan, jika tuan berjalan 10 meter ke arah barat maka tuan akan menemukan suatu tanaman yang memiliki racun yang cukup kuat untuk membunuh hewan beast dengan level kultivasi setara dengan tingkat tinggi keenam. Jika tuan berjalan 5 meter ke arah selatan maka tuan akan menemukan tanaman menjalar dengan duri duri besar yang melapisi tanaman itu." Ucap Lacey menjelaskan.


'Baiklah kalau begitu.'


"Tuan Xiao kenapa anda berjalan sambil melamun? Apakah anda sedang memikirkan sesuatu?" Tanya Mu Xiaoyang yang sedari tadi mengamati Laren.


"Ah iya, sebenarnya aku sedang memikirkan cara untuk membuat jebakan untuk para hewan hewan itu." Balas Laren.


"Jebakan?"


"Benar, kamu tunggulah di sini sebentar aku akan menyiapkan sesuatu untuk membuat jebakan untuk hewan hewan beast itu dan segera kembali. Setelah itu maka kita akan mendapatkan ekstraksi nyawa mereka dengan jumlah yang sangat banyak."


Dia ingin pergi sendirian? Apakah dia berfikir untuk meninggalkan diriku di tengah hutan ini? (Mu Xiaoyang curiga)


"Kamu tenang saja saudaraku, aku tidak akan pernah meninggalkanmu sendirian di hutan ini dan membuatmu dalam bahaya. Tapi.. Jika kamu meninggalkan tempat ini sendirian jangan salahkan aku jika hanya namamu yang pulang." Ucap Laren.


Kalimat terakhir yang di ucapkan oleh Laren berhasil membuat bulu kuduk Mu Xiaoyang berdiri karena merinding dengan ucapannya.


"Baiklah aku mengerti saudara Xiao." Balas Mu Xiaoyang sambil mengangguk perlahan.


Laren pun pergi untuk menyiapkan barang barang yang di perlukan untuk menjebak para hewan hewan beast itu.


Di sisi lain, Mu Xiaoyang yang melihat Laren langsung menghilang pun terheran dengan kecepatan Laren dan juga ke mana ia pergi.


Cepat sekali dia pergi, sebenarnya berada di tingkatan apa dia? Kenapa aku sama sekali tidak dapat merasakannya sejak tadi? (Batin Mu Xiaoyang terheran kepada Laren)


"Tuan, ini adalah tanaman yang di lapisi duri yang saya sebutkan tadi." Ucap Lacey menunjukkan tanaman berduri dengan ukuran duri yang cukup besar.

__ADS_1


"Hmm aku akan memerlukan tanaman ini." Ucap Laren sambil hendak memegang dan mengambil tanaman itu.


"Tunggu tuan! Jangan menyentuh tanaman berduri itu!" Ucap Lacey yang sontak membuat Laren menghentikan gerakan tangannya.


"Apa? Tapi kenapa?" Tanya Laren.


"Selain memiliki duri yang besar dan sangat tajam, tanaman ini juga memiliki racun yang sangat mematikan yang berada di seluruh bagian duri itu. Jika tuan menyentuh bahkan sampai tertusuk oleh duri dari tanaman ini maka tangan anda bisa saja menjadi lumpuh selamanya tuan." Balas Lacey menjelaskan.


"Apa? Untung saja kamu memperingatkan ku tepat waktu." Ucap Laren sambil menghela nafas panjang.


Laren pun memotong tanaman berduri itu menggunakan ilmu kultivasinya dan membawanya tanpa menyentuhnya.


Setelah itu, Laren secara tidak sengaja melihat bunga yang sangat indah dengan warna yang sangat cerah dan menarik.


Laren pun hendak memetik kelopak bunga itu karena merasa jika bunga itu sangatlah indah, tapi melihat hal itu Lacey langsung menghentikan Laren.


"Tidak tuan! Berhenti!" Ucap Lacey mencegah.


"Apa tapi kenapa? Apakah tanaman ini juga beracun?" Ucap Laren membatalkan rencananya untuk memetik bunga itu.


"Tidak tuan, bunga ini tidak beracun tapi memiliki serbuk bunga yang sangat banyak dan juga memiliki bau yang sangat wangi,"


"Lalu apa masalahnya jika aku ingin memetik bunga ini?" Tanya Laren memotong pembicaraan Lacey yang belum selesai menjelaskan.


"Tuan saya belum selesai menjelaskan, jadi walaupun tanaman ini tidak beracun tapi bukan berarti tanaman ini tidak berbahaya. Dan bahaya yang muncul juga bukan berarti pasti dari bunga ini tuan." Ucap Lacey menjelaskan.


"Bukan bahaya yang berasal dari bunga ini? Lalu dari mana bahaya itu berasal?" Tanya Laren penasaran.

__ADS_1


"Seperti yang saya katakan di awal, bunga ini memiliki serbuk bunga yang cukup banyak dan memiliki bau yang sangat harum, jika sampai serbuk bunga ini jatuh ke tanah maka aroma bunganya juga akan ikut tersebar dan ini akan membuat para hewan hewan beast itu tertarik dan datang menghampiri bau bunga ini tuan."


"Hmm jadi seperti itu, aku tidak pernah tahu jika hewan hewan beast di sini bisa tertarik dengan bau bunga ini. Lalu bagaimana caranya agar aku tetap bisa memetik bunga ini tanpa menjatuhkan kelopaknya atau mengeluarkan bau dari bunga ini?" Tanya Laren penasaran.


__ADS_2