Perjalanan Balas Dendam

Perjalanan Balas Dendam
Chapter 71


__ADS_3

Ada apa dengannya? Mengapa ia terlihat terkejut saat melihat daerah pada peta itu? (Batin Laren terheran saat melihat ekspresi Rayden)


"Kenapa? Bukankah semua tempat yang ada di sini memang berbahaya?" Ucap Laren menghentikan kudanya.


"B-benar pangeran, tapi... Di dalam tempat itu terdapat banyak hewan hewan beast berumur puluhan tahun dan memiliki kekuatan yang setara dengan tingkat kaisar." Ucap Rayden sedikit terbata bata.


Pangeran, saya terpaksa harus berbohong kepada anda, tapi saya juga tidak bisa membiarkan anda untuk pergi ke area milik pasukan itu. Saya khawatir jika anda memasuki area itu, saya bahkan tidak bisa membantu banyak. (Batin Rayden merenung)


Sepertinya ada sesuatu pada daerah itu, dari raut wajah Rayden sepertinya itu bukan tempat biasa. Saat ini hari semakin gelap, sedangkan aku masih belum berlatih dan juga belum sampai di tengah hutan kematian. Tidak ada waktu untuk berdebat dengan Rayden, lain kali aku akan menyelidiki tentang daerah itu. (Batin Laren)


"Hmm baiklah kalau begitu, hari akan segera malam kita harus bergegas pergi ke tengah hutan kematian." Ucap Laren.


"Baik pangeran." Balas Rayden sambil mengangguk.


Mereka pun berangkat untuk menuju ke tengah hutan dan meninggalkan tempat batu sihir tersebut.


"Rayden, aku ingin melatih dan mencoba kekuatanku di sini. Jadi jika ada hewan beast yang mendekat kamu jangan turun tangan, biar aku yang membereskannya." Ucap Laren setelah mereka mulai memasuki wilayah tengah hutan.


"Baik pangeran, saya mengerti." Balas Rayden sambil mengangguk.


Tidak lama setelah itu, mereka bertemu dengan seekor hewan beast laba laba mata delapan.


"Pangeran, itu adalah laba laba mata delapan yang berusia puluhan tahun, dan mungkin hampir mencapai seratus tahun. Dia memiliki kekuatan yang setara dengan tahap master kelima." Ucap Rayden.


"Baiklah, aku mengerti. Aku akan melawannya." Balas Laren kemudian langsung melompat turun dari kudanya dan menyerang hewan tersebut.


Laren mulai menyerang bagian perutnya akan tetapi tidak terjadi apapun, bahkan hewan itu tidak terluka sedikitpun.

__ADS_1


Laba laba itu tiba tiba mengeluarkan serangan dari matanya dan hampir mengenai tubuh Laren.


"Huft, hampir saja." Ucap Laren sambil menghela nafas panjang.


Aku sudah menyerang hampir semua bagian tubuhnya, tapi ia seperti tidak merasakan semua seranganku, ia hanya terpental menjauh akan tetapi tidak terluka sama sekali. Sebenarnya di mana letak kelemahannya. (Batin Laren sambil mengamati laba laba itu)


"Dapat memukul mundur laba laba dengan tingkat master kelima sejauh ini sudah sangat hebat, tapi aura pangeran masih berada di prajurit kelima bagaimana bisa melawan laba laba itu yang berada di tingkat master kelima?" Gumam Rayden sambil mengamati Laren dari kejauhan.


"Tunggu, aku belum menyerang matanya sekali karena dia mengeluarkan serangan yang berasal dari matanya sejak tadi. Mungkin saja kelemahan laba laba ini berada pada matanya." Gumam Laren.


Laren pun kembali menyerang laba laba itu agar sedikit menjauh darinya, Laren pun menghadap ke arah Rayden yang sedang berdiri di tempat yang tidak terlalu jauh dengannya.


"Rayden, pinjamkan aku pedangmu." Ucap Laren dengan sedikit berteriak.


Rayden pun mengangguk dan melemparkan pedangnya ke arah Laren, kemudian Laren pun langsung menangkap pedang tersebut.


Setelah melepaskan beberapa serangan kepada laba laba itu, Laren melangkah dengan cepat dan naik ke kepala laba laba raksasa itu.


Rayden pun sangat terkejut dengan kelakukan Laren yang sangat di luar dugaan itu, ia hendak mendekat untuk menyelamatkan Laren dari laba laba itu.


Gawat! Laba laba itu bisa saja mengeluarkan serangan dari matanya, bagaimana bisa pangeran Laren naik ke kepala laba laba itu? (Batin Rayden panik)


Seperti dugaan Rayden, laba laba itu pun mengeluarkan serangan dari matanya dan hampir mengenai tubuh Laren.


Laren sudah tau jika laba laba itu hendak mengeluarkan serangan, ia pun langsung menghindar saat serangan itu di lepaskan.


Setelah serangan dari laba laba itu di lepaskan, Laren kembali mendekatkan dirinya ke area mata laba laba itu dan menusuk mata laba laba itu tepat di tengah tengah menggunakan pedang yang ia pinjam kepada Rayden tadi.

__ADS_1


Seketika laba laba itu pun merasa kesakitan dan menggila, Laren pun langsung turun dari atas laba laba itu dan menghindarinya.


Tidak lama kemudian, laba laba itu mati dengan keadaan mata yang mengeluarkan darah dan terkapar di tanah.


Rayden yang semula ingin menyelamatkan Laren pun langsung membeku di tempatnya saat melihat kejadian itu.


Ini pertama kalinya dia melihat seseorang membunuh laba laba mata delapan dengan cepat dan tepat seperti yang di lakukan oleh Laren.


Apa... Apa yang baru saja aku lihat itu? Bagaimana bisa laba laba dengan kekuatan yang setara dengan tingkat master kelima bisa di bunuh dalam waktu singkat dan langsung mati seperti itu? (Batin Rayden sangat terkejut)


"Huft... Ternyata benar dugaanku, mata tengahnya adalah kelemahan laba laba ini." Gumam Laren kemudian mencabut pedang milik Rayden.


Setelah itu, Laren melangkah mendekat ke arah Rayden dan mengembalikan pedangnya tersebut kepada pemiliknya.


"Ini pedangmu, terima kasih." Ucap Laren sambil menyerahkan pedang itu.


"B-baik, sama sama pangeran. Pangeran bagaimana bisa anda melakukan semua itu? Bagaimana anda bisa langsung mengetahui kelemahan laba laba itu?" Ucap Rayden melontarkan beberapa pertanyaan kepada Laren.


"Aku menyerang hampir semua bagian tubuhnya tadi, tapi itu hanya memukul mundur hewan itu dan tidak melukainya sama sekali. Ternyata setelah di amati, aku masih belum menyerang bagian matanya. Aku bertaruh dengan diriku sendiri jika matanya adalah kelemahannya, dan ternyata itu memang benar." Ucap Laren menjelaskan dengan rinci.


Pangeran Laren sangat memperhatikan semua hal hal kecil pada saat ia bertarung, itu adalah kemampuan yang tidak dapat di lakukan oleh semua orang. (Batin Rayden)


"Pangeran sungguh sangat hebat, anda bisa mengetahui kelamaan hewan ini dengan sekolah bertarung dengannya. Ngomong ngomong pangeran, bagaimana bisa kekuatan anda setara dengan hewan itu yang mana kekuatannya adalah master tingkat kelima. Akan tetapi aura kekuatan yang anda miliki berada di tingkat prajurit kelima, bagaimana anda bisa melakukan hal itu pangeran?" Ucap Rayden.


"Sebenarnya aku berada di tingkat master kelima Rayden, aku menyembunyikan aura milikku yang asli karena aku tidak ingin mengundang perhatian banyak orang." Ucap Laren sambil menunjukkan auranya yang asli.


Uh sungguh aura yang sangat kuat, aura ini bahkan menekanku saat berada di dekat pangeran Laren. (Batin Rayden)

__ADS_1


"Jadi seperti itu, tidak heran anda adalah keturunan dari klan legendaris pangeran. Anda memiliki kekuatan yang sangat hebat dan juga pikiran yang sangat cerdas." Ucap Rayden kagum.


__ADS_2