
"Apa kamu yakin? Mengapa aku harus mempercayainya? Bagaimana jika dia adalah orang suruhan dari para pangeran yang lainnya?" Tanya Laren ragu dengan jawaban sistem itu
"Tuan, sejauh yang aku baca di sistem utama, sesuai alur cerita dunia ini. Sebelumnya Raydenlah yang selalu menjaga dan melindungi pangeran Yun Laren yang asli sampai pangeran Yun Laren tewas. Sebelumnya pangeran Laren juga selalu mempercayakan segala sesuatu kepada Rayden tuan." Jelas sistem itu meyakinkan Laren
"Baiklah jika kamu mengatakan itu, aku akan mempercayai Rayden. Tapi... Aku tidak nyaman jika memanggilmu sistem, apakah kamu punya sebuah nama?" Tanya Laren penasaran
"Tuan, aku tidak mempunyai nama, karena kami para sistem hanya bertugas untuk membantu para penjelajah waktu, yaitu orang yang mempunyai tubuh Ying Yang untuk menyelesaikan tugas tugas mereka." Ucap sistem itu
"Baiklah kalau begitu, apa kamu keberatan jika aku memberikan sebuah nama untukmu? Apakah kamu setuju?" Tanya Laren
"Tentu saja tidak tuanku. Apapun yang tuan inginkan saya tidak keberatan selama tidak melanggar peraturan apapun." Ucap sistem itu
"Hmm baiklah, mari pikirkan nama yang cocok untukmu." Ucap Laren sambil berfikir
Laren sedang memikirkan nama yang cocok untuk sistem itu, dan saat Laren sedang berfikir sistem itu menatap Laren menunggu nama yang cocok keluar dari mulut Laren.
"Bagaimana dengan... Lacey? Apakah kamu menyukainya?" Tanya Laren meminta pendapat sistem itu
"Lacey? Nama yang sangat bagus tuan." Ucap sistem itu dengan gembira
"Baik mulai sekarang aku akan memanggilmu Lacey." Ucap Laren
"Baik tuan terima kasih." Ucap sistem itu dengan senang
"Sama sama." Balas Laren
"Tuan anda punya tiga jam sebelum para pangeran lainnya menjalankan rencana mereka untuk membunuh anda. Apa rencana anda sekarang tuan?" Tanya sistem itu
"Hmm jadi mereka ingin menenggelamkan diriku ke kolam untuk membunuhku? Aku punya rencana yang bagus untuk mereka." Ucap Laren sambil menyeringai
Lacey belum tau kegiatan balas dendam apakah yang di rencanakan oleh tuannya itu, sehingga dia menjadi semakin penasaran dengan rencana tuannya.
Tapi di sisi lain ia juga tiba tiba merasa takut karena melihat Laren menyeringai dan mengeluarkan aura membunuh yang sangat kuat bahkan dapat membuat Lacey merasa kedinginan dan merinding berada di dekat Laren.
__ADS_1
Lacey ingin bertanya apa yang akan di rencanakan oleh Laren tapi ia terlalu takut setelah merasakan aura membunuh dari Laren, karena Lacey sangat penasaran dengan rencana milik Laren akhirnya ia memberanikan diri untuk membuka mulut dan berbicara.
"T-tuan, apa yang anda rencanakan? Anda tidak berencana langsung membunuh mereka dengan menyerangnya dari belakang bukan?" Ucap Lacey dengan gemetar
"Hmm? Tentu saja tidak Lacey... Akan terlalu mudah dan tidak menyenangkan jika mereka semua mati begitu saja. Aku akan membuat mereka menderita terlebih dahulu, menyiksa mereka, kemudian membiarkannya mati perlahan." Ucap Laren sambil tersenyum iblis
Emm... Sepertinya tuanku terlalu kejam, apakah aku akan baik baik saja saat bersama dengan tuan? (Batin Lacey sambil menyenderkan kepala ke dinding dan mata berkaca kaca)
"Lacey." Panggil Laren
Laren tiba tiba memanggil Lacey dan itu membuat Lacey terkejut karena sedari tadi Lacey tengah melamun.
"Ah iya tuan... A-ada apa tuan?" Tanya Lacey sedikit terbata bata
"Bagaimana caranya untuk memanggil Rayden?" Tanya Laren
"Rayden? Oh anda hanya perlu membunyikan lonceng yang ada di atas meja itu tuan. Tadi Rayden juga sempat mengatakan itu." Ucap Lacey sambil menunjuk lonceng itu
"Benar tuanku." Balas Lacey dengan cepat
Setelah itu Laren pun mencoba untuk membunyikan lonceng tersebut.
Dan tiba tiba Rayden muncul tepat di hadapan Laren dan membuatnya terkejut. Lalu pada akhirnya...
Bughh...
"Aduhh, pangeran mengapa anda memukul saya? Bukankah barusan anda memanggil saya?" Tanya Rayden sambil memegang pipinya yang merah karena pukulan Laren
"Huftt... Mengapa kamu muncul tiba tiba? Itu membuatku terkejut Rayden." Ucap Laren sedikit kesal
Ini sebenarnya dunia seperti apa? Mengapa semua orang di dunia ini muncul secara tiba tiba? Tadi Lacey muncul dengan tiba tiba, kemudian tambah Rayden yang muncul secara tiba tiba juga. Sengaja ingin aku mati lebih cepat karena terkejut kah? huft... (Batin Laren sambil menghela nafas panjang dan merasa sedikit kesal)
"Pangeran, bukankah hamba dulu juga muncul secara tiba tiba seperti ini saat anda memanggil saya?" Ucap Rayden sambil memegang pipinya yang masih merah karena pukulan Laren
__ADS_1
"Benarkah?" Ucap Laren bertanya tanya
"Iya pangeran, apakah pangeran melupakan itu juga?" Ucap Rayden sambil menatap Laren
"Yahh sepertinya memang begitu." Balas Laren dengan santai
"Pangeran tadi anda melupakan nama hamba, sekarang anda bahkan melupakan keahlian saya. Mengapa? Mengapa pangeran harus melupakan orang yang paling banyak menjaga pangeran? Mengapa tidak orang lain saja pangeran?" Ucap Rayden sambil memasang wajah yang memelas
Ya kan aku masuk ke dunia ini juga takdir, kalo aku bisa memilih, aku tidak akan pernah datang ke dunia yang tidak jelas ini. Astaga cobaan apa lagi ini. (Batin Laren memijat kepalanya)
"Cukup Rayden, aku punya tugas untukmu." Ucap Laren dengan nada yang tiba tiba menjadi serius
"Baik hamba siap menerima tugas dari pangeran." Ucap Rayden sambil mengubah raut wajahnya menjadi serius
"Aku ingin kamu menanam tanaman menjalar di dasar kolam belakang kediaman, dan pastikan tanaman itu akan menarik apapun yang berada di dekatnya dan siapkan beberapa laba laba api beracun kemudian berikan kepadaku secepatnya." Ucap Laren
"Barang barang itu... Untuk apa pangeran? Mengapa anda membutuhkannya?" Tanya Rayden heran dengan permintaan Laren
"Aku akan menjelaskannya nanti, saat aku mengirimkan telepati kepadamu nanti maka datanglah ke kolam yang ada di belakang kediaman untuk membantuku, dan tariklah perhatian beberapa pengawal untuk ikut bersamamu. Tapi ingat lakukan semuanya dengan diam diam, jangan sampai ada yang melihatmu." Ucap Laren sedikit menjelaskan
Rayden pun berfikir apa yang akan di lakukan Laren dengan barang barang yang di mintanya itu, melihat hal itu Laren pun mengatakan pada Rayden untuk segera menyelesaikan tugasnya.
"Kamu tidak perlu banyak berfikir, lakukan saja tugasmu dengan baik. Malam ini akan ada pertunjukan yang sangat menyenangkan." Ucap Laren sambil tersenyum kecil
"Pertunjukan... Menarik?" Ucap Rayden semakin keheranan dengan ucapan Laren
Pertunjukan yang menarik? Mengapa aku tiba tiba punya perasaan tidak enak terhadap perkataan pangeran Laren dan kenapa tubuhku terasa dingin dan merinding? (Batin Rayden sambil melihat Laren)
"Cepatlah selesaikan tugasmu, kamu hanya mempunyai waktu dua jam untuk menyelesaikan tugas tugasmu." Ucap Laren
"Baiklah pangeran, kalau begitu saya permisi." Ucap Rayden yang hanya di balas anggukan oleh Laren
Setelah itu ia pun pergi untuk menyiapkan apa yang di minta oleh Laren.
__ADS_1