Perjalanan Balas Dendam

Perjalanan Balas Dendam
Chapter 48


__ADS_3

"Pangeran, apakah saya boleh bertanya tentang sesuatu?" Ucap Rayden sambil menatap Laren.


"Tentu, tanyakan saja." Balas Laren.


"Mengapa anda bisa menolak undangan dari nona Liu Shang secara langsung? Padahal beberapa tahun yang lalu saya melihat jika pangeran sangat ingin bertemu dengan nona Liu Shang." Tanya Rayden.


"Itu... Karena sebenarnya hari ini dan besok aku ingin melaksanakan salah satu rencanaku, dan jika aku pergi ke undangan dari nona Liu Shang maka aku tidak bisa melakukan rencana itu sekarang." Ucap Laren menjelaskan.


"Sebenarnya rencana apa yang pangeran maksud? Dan apa yang hendak pangeran lakukan hari ini?" Tanya Rayden dengan heran.


"Sebenarnya aku ingin berlatih kultivasi dan mencoba kekuatanku, sehingga aku berencana untuk pergi ke hutan kematian." Jelas Laren dengan rinci.


"Apa?! Hutan kematian? Dari banyaknya tempat untuk berlatih kenapa harus hutan kematian yang anda pilih pangeran? Di sana adalah tempat yang sangat berbahaya, banyak hewan hewan beast dengan tingkat kultivasi yang tinggi ada di sana. Anda bisa terluka parah jika pergi ke sana pangeran." Ucap Rayden memperingatkan Laren.


Selama ini pangeran Laren tidak pernah pergi keluar, dari mana pangeran bisa mengetahui keberadaan hutan kematian? (Batin Laren heran)


"Aku tahu jika hutan kematian adalah tempat yang berbahaya tapi itu adalah tempat yang sesuai untukku berlatih dan juga mencoba ilmu seni bela maupun kultivasiku Rayden. Karena terkadang tempat yang paling berbahaya adalah tempat yang paling aman." Jelas Laren dengan yakin.


"Tempat yang paling aman? Tapi kenapa harus hutan kematian pangeran? Ada banyak tempat di luar sana yang mempunyai keamanan lebih baik pangeran." Ucap Laren khawatir.


"Jika di tempat lain, orang yang berkuasa bisa saja masuk ke dalam tempat itu dengan menggunakan kekuasaan miliknya ataupun keluarganya. Tapi berbeda dengan hutan kematian, walaupun ada orang yang berkuasa tapi jika dia tidak memiliki kultivasi yang kuat maka dia tidak akan bisa menyerangku. Apalagi kita bisa memanfaatkan hewan hewan beast di sana untuk melawan musuh."


Pangeran... Bagaimana bisa berfikir sejauh itu? Pangeran yang ada di hadapanku kini seperti bukan pangeran yang aku kenal bertahun tahun yang lalu. (Batin Rayden terkejut)


"Pangeran benar benar cerdas, dapat berfikir sampai sejauh itu."


"Tapi karena ada undangan dari nona Liu Shang, aku memutuskan untuk menunda latihan itu dan menghadiri undangan dari nona Liu Shang."


"Pangeran saya satu hal lagi yang ingin saya tanyakan kepada pangeran."

__ADS_1


"Ada apa?"


"Selama bertahun tahun pangeran tidak pernah pergi keluar, lalu dari mana pangeran tahu tentang hutan kematian ini pangeran?"


"I-ini... Aku tidak sengaja mendengarnya dari percakapan beberapa pengawal. Sebenarnya aku juga ingin menanyakan tentang di mana letak hutan itu kepadamu Rayden." Ucap Laren sedikit mengarang.


Aku tidak bisa mengatakan kepada Rayden jika aku mengetahui tentang hutan kematian itu dari Lacey. (Batin Laren)


Jika pangeran mengetahui tentang hutan kematian itu dari percakapan para pengawal, pangeran tidak akan tahu informasi sebanyak itu. Sebenarnya dari mana pangeran mengetahui tentang hutan kematian itu? (Batin Rayden heran)


"Hutan kematian itu terletak di bawah kaki gunung Kueind, tapi gunung itu kini di juluki sebagai gunung kematian karena banyak hewan hewan beast yang ada di area gunung itu. Banyak orang yang mengatakan jika semakin seseorang menuju ke puncak maka semakin kuat hewan hewan beast yang ada di sana. Mereka akan sangat terusik jika mencium bau manusia yang memasuki daerah kekuasaan mereka. Tidak sedikit juga yang mengatakan jika perjalanan untuk menuju ke puncak gunung Kueind, terdapat banyak sekali formasi formasi pelindung yang menyebabkan para kultivator yang naik akan tersesat kemudian tidak kembali." Ucap Rayden menjelaskan dengan sangat rinci.


"Formasi pelindung? Siapa yang membuat formasi itu?" Tanya Laren penasaran.


"Saya tidak tahu pangeran, banyak orang yang mengatakan formasi itu sangat kuat sehingga kemungkinan besar di ciptakan oleh raja tertinggi, atau orang orang kuat yang berasal dari daratan Tianjin." Balas Rayden kembali menjelaskan.


"Hmm seperti itu," Balas Laren sambil mengangguk mengerti.


Aku harap setelah mendengar semua hal yang mengerikan ini, pangeran Laren tidak akan ingin lagi untuk pergi ke hutan kematian apalagi pergi ke gunung Kueind. Jangan sampai pangeran menemukan sesuatu yang mencurigakan di sana. (Batin Rayden)


Tiba tiba saat sedang mengobrol dengan Laren, raut wajah Rayden tiba tiba berubah seperti telah mendapatkan telepati dari seseorang.


Telepati yang mengatakan sesuatu yang cukup membuat Rayden panik, dan ingin segera menghampiri orang yang mengirim telepati itu.


"Baik pangeran. Pangeran, ada sesuatu yang yang harus saya kerjakan, jika sudah tidak ada yang di sampaikan lagi, hamba izin pamit pangeran." Ucap Rayden dengan raut wajah yang terlihat sedikit panik.


"Hmm baiklah." Balas Laren sambil mengangguk.


Sebenarnya ke mana Rayden hendak pergi? Mengapa wajahnya terlihat panik? (Batin Laren mengamati Rayden sebelum ia pergi)

__ADS_1


Laren pun pergi berjalan jalan di taman istana pangeran karena merasa bosan berada terus menerus di ruangannya.


Saat sedang berjalan jalan di taman, Laren di hampiri oleh salah satu pangeran.


"Laren," Panggil seseorang


Laren pun menoleh ke arah suara itu berasal dan mengetahui siapa yang memanggil namanya.


"Kakak Altezza? Ada apa?"


"Aku dengar kemarin ada seseorang yang mengirimkan surat yang di tujukan untukmu, dan itu berasal dari salah satu anggota keluarga Liu. Tidak tahu siapakah yang mengirimkan surat untukmu." Ucap pangeran Altezza.


Kenapa orang ini sangat ingin tahu tentang urusanku, apakah dia tidak ada sesuatu yang di urus? Aku belum melakukan apapun padanya sehingga dia masih bisa berjalan jalan dengan bebas, tidak seperti pangeran lainnya yang di hukum dengan tidak di perbolehkan untuk keluar sembarangan. (Batin Laren sambil menatap pangeran Altezza)


Kenapa dia hanya menatapku? Berani beraninya dia mengabaikan perkataanku. (Batin pangeran Altezza kesal karena Laren tidak langsung menjawab perkataannya)


"Orang yang mengirim surat itu adalah nona kedua dari keluarga Liu, nona Liu Shang." Balas Laren.


"Apa? Nona Liu Shang?"


Beberapa hari yang lalu aku bertemu dengan nona Liu Shang tapi dia sangat dingin kepadaku, tapi bagaimana mungkin dia mengirimkan surat untuk Laren? (Batin pangeran Altezza heran)


"Benar, mengapa kakak terlihat sangat terkejut? Apakah kakak keberatan jika aku hendak bertemu dengan nona Liu Shang?" Ucap Laren sambil menatap pangeran Altezza.


"A-apa? T-tentu saja tidak."


Dengan sikap yang sangat dingin, tidak mungkin nona Liu Shang yang mengirimkan surat kepada Laren. Pasti orang lain dari keluarga Liu yang mengirimkannya. (Batin Pangeran Altezza)


"Laren aku baru saja ingat ada yang harus aku kerjakan, aku harus pergi."

__ADS_1


"Baik kak."


__ADS_2