
"Iya, semua itu benar." Balas Laren sambil mengangguk.
"Bagaimana kamu bisa menemukan wabah itu dan juga menemukan penawar untuk mengatasi wabah itu? Apakah sebelumnya kamu pernah masuk ke dalam perguruan obat atau ramuan?" Tanya Liu Shang penasaran.
"Itu... Tidak, aku tidak pernah masuk ke dalam suatu perguruan apapun. Aku masih belum memikirkan hendak masuk ke dalam perguruan yang mana." Balas Laren.
"Benarkah? Lalu bagaimana caranya Yun'er bisa menemukan penawar itu?" Tanya Liu Shang penasaran.
"Yah sebenarnya ada sedikit kecelakaan saat aku sedang membuat penawar itu." Ucap Laren.
"Kecelakaan? Lalu apakah Yun'er terluka? Apakah itu parah?" Ucap Liu Shang melontarkan pertanyaan yang bertubi tubi.
"Tidak, aku tidak terluka sama sekali. Saat aku sedang berusaha membuat penawar itu, ada pembunuh bayaran yang menerobos masuk ke dalam ruanganku dan membuat kekacauan di situ. Setelah itu secara tidak sengaja membuat beberapa ramuan yang aku buat tercampur." Ucap Laren menjelaskan.
"Apa?! Pembunuh bayaran? Apakah Yun'er tahu siapa yang mengirimkan mereka?" Tanya Liu Shang.
Lebih baik menyembunyikan hal ini terlebih dahulu, dari siapapun agar para pangeran itu tidak waspada terhadap diriku. (Batin Laren)
" Tidak, aku tidak tau. Sudahlah itu masalah yang sudah berlalu tidak perlu di permasalahkan lagi." Ucap Laren sambil mengelus pucuk rambut Liu Shang.
"Tapi aku masih tidak terima saat kamu di serang seperti itu, bagaimana bisa kamu hanya membiarkan pelakunya bebas di luar sana?" Ucap Liu Shang dengan wajah kesal.
Aku sebenarnya sudah membalas beberapa perbuatan dari orang yang mengirim pembunuh bayaran itu Liu Shang, tapi kamu lebih baik tidak tahu tentang itu. (Batin Laren sambil menatap Liu Shang)
"Sudahlah lupakan saja, ngomong ngomong ada yang harus aku kerjakan di istana pangeran, Liu Shang. Aku harus kembali hari ini." Ucap Laren.
"Hmm kenapa Yun'er kembali sangat cepat?" Ucap Liu Shang dengan wajah yang memelas.
Tiba tiba saat Laren dan Liu Shang sedang mengobrol, Laren merasakan jika ada seseorang yang mengawasi mereka berdua.
Hmm ada orang di sini? Apakah itu adalah orang suruhan dari pangeran Altezza? (Batin Laren)
__ADS_1
Liu Shang pun merasakan adanya aura milik mata mata itu, tapi ia hanya mengacuhkannya selama orang itu tidak menganggu dirinya ataupun Laren.
"Shang'er aku akan berkunjung lagi ke sini di lain waktu. Aku harus pergi sekarang." Ucap Laren.
"Hmm baiklah kalau begitu, aku akan menunggumu untuk berkunjung lagi ke sini." Ucap Liu Shang.
Lalu tanpa aba aba Liu Shang langsung memeluk Laren dan membuat Laren sedikit terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Liu Shang.
Dia... Tidak mungkin tidak merasakan jika ada seseorang yang mengawasi kita berdua di sini. Lalu kenapa dia bisa memelukku di sini? (Batin Laren bingung)
Laren pun balas memeluk Liu Shang lalu. berbisik kepadanya tanpa melepas pelukannya.
"Shang'er apakah kamu tidak merasakan jika ada seseorang yang mengawasi kita di sekitar sini?" Ucap Laren sambil berbisik.
"Tentu saja, aku merasakan aura miliknya Yun'er." Balas Liu Shang yang tidak melepaskan pelukan itu dan malah mempererat pelukannya.
"Apakah tidak berbahaya jika sampai ada orang luar yang mengetahui jika dirimu memeluk diriku seperti ini?" Tanya Laren.
"Tidak apa, selama dia tidak menggangguku dan tidak mengganggu Yun'er aku akan membiarkan dirinya." Balas Liu Shang.
Setelah merasa mata mata itu telah pergi, Laren dan Liu Shang pun tidak merasakan aura milik orang tersebut lagi.
Hmm ternyata orang itu sudah pergi, jika dia memang mata mata yang di kirim oleh pangeran Altezza maka mata mata itu pasti akan mengatakan jika Liu Shang yang memelukku dan itu akan membuat pangeran Altezza panas. (Batin Laren sambil sedikit menyeringai)
Laren pun sedikit mendorong Liu Shang dan Liu Shang pun melepaskan pelukannya karena merasa sudah cukup lama memeluk Laren.
"Kamu di kenal sebagai wanita yang dingin oleh dunia luar Shang'er, bukankah itu akan merusak reputasimu jika berita kamu memelukku sampai tersebar keluar?" Ucap Laren.
"Aku akan bersikap dingin kepada pria lain, tapi Yun'er bukanlah orang lain bagiku. Jadi aku tidak peduli akan omongan orang luar." Balas Liu Shang sambil tersenyum.
"Benarkah? Lalu bagaimana jika para orang yang menyukaimu menggangguku karena aku adalah orang yang beruntung karena bisa di peluk olehmu hmm?" Tanya Laren sambil memajukan wajahnya ke arah Liu Shang.
__ADS_1
"Maka aku akan membunuhnya beserta dengan keluarganya sampai habis." Ucap Liu Shang.
"Hahaha baiklah, kamu gadis kecil jangan terlalu banyak membunuh orang. Aku tidak mau kamu terluka, jaga dirimu baik baik Shang'er ." Ucap Laren sambil tersenyum tulus.
Wajah Liu Shang pun tiba tiba menjadi sedikit memerah karena ucapan yang di katakan oleh Laren barusan.
Ia pun hanya mengangguk perlahan dengan ucapan Laren itu, kemudian mereka pergi untuk menemui raja Liu dan juga Liu Xi untuk berpamitan.
Saat di tengah jalan mereka secara tidak sengaja bertemu dengan Rayden, Rayden yang melihat Laren pun langsung menghampirinya.
"Hamba memberikan salam kepada pangeran Laren dan juga putri Liu Shang." Ucap Rayden sambil membungkuk.
"Rayden, lama tidak bertemu denganmu, bagaimana kabarmu?" Ucap Liu Shang.
"Hamba baik baik saja tuan putri, terima kasih karena sudah menanyakan kabar hamba." Balas Rayden.
"Tidak, seharusnya aku yang berterima kasih kepadamu karena sudah menjaga Yun'er selama aku pergi beberapa waktu yang lalu." Ucap Liu Shang sambil tersenyum.
"Itu sudah menjadi tugas saya tuan putri." Balas Rayden.
Liu Shang pun balas mengangguk atas ucapan Rayden, kini tatapan Rayden beralih kepada Laren.
"Pangeran, anda ingin pergi ke mana?" Tanya Rayden.
"Aku ingin menemui raja Liu dan juga pangeran Liu Xi untuk berpamitan. Kamu bersiap siaplah, kita akan kembali sebentar lagi." Ucap Laren.
"Baik pangeran, hamba akan bersiap siap. Hamba permisi." Ucap Rayden yang kemudian di balas anggukan oleh Laren.
Laren dan Liu Shang pun pergi ke aula utama kerajaan Liu dan menemui Liu Xi dan juga raja Liu untuk berpamitan.
"Hamba memberikan salam kepada yang mulia raja dan pangeran Liu Xi/ Liu Shang memberikan salam kepada ayahanda dan kakak Liu Xi." Ucap Laren dan juga Liu Shang sambil membungkuk.
__ADS_1
"Baiklah, kalian berdua berdirilah. Kalian bisa mengatakan ada apa kalian datang kemari." Ucap raja Liu.
"Hamba hanya ingin berpamitan kepada raja Liu dan juga pangeran Liu Xi, hamba ingin kembali ke istana pangeran." Ucap Laren.