
'Apa? Bunga Hizhao? Tapi bagaimana bisa ada serbuk bunga Hizhao di tubuh nona Xia Fei?' Tanya Laren kepada Lacey.
"Saya tidak tahu tuan, tapi sekarang yang paling penting tuan harus segera melawan hewan hewan itu agar tidak membahayakan diri sendiri dan juga rekan anda tuan." Balas Lacey.
'Hmm kamu benar.'
Laren pun melawan hewan hewan yang menggila itu, banyak hewan dengan tingkat spiritual tinggi yang mati di tangan Laren.
Kemampuan yang hebat sekali, dan juga gerakan yang sangat cepat. (Batin Xia Fei mengamati Laren yang sedang bertarung)
Kemudian Xia Fei dan juga Mu Xiaoyang juga ikut membantu Laren untuk menghadapi para hewan itu, tidak di sangka hewan hewan yang datang ke tempat itu semakin lama semakin banyak.
Sehingga Laren memutuskan untuk segera pergi dari dalam hutan itu, dan membawa Xia Fei dan Mu Xiaoyang bersamanya.
"Mereka tidak ada habisnya jika di lawan terus menerus, lebih baik kita berusaha keluar dari sini." Ucap Laren sambil tetap fokus melawan hewan beast itu.
"Tapi bagaimana kita akan pergi? Mereka semua mengepung kita di berbagai sisi, sedangkan di belakang kita adalah jurang." Balas Xia Fei.
"Mu Xiaoyang aku akan membuka jalan untukmu kamu pergilah terlebih dahulu dan tunggu aku dan juga nona Xia di pinggir hutan." Ucap Laren.
"Baiklah." Balas Mu Xiaoyang sambil mengangguk yakin.
Laren pun mengeluarkan gelombang energi yang membuat para hewan hewan itu mundur sehingga ada celah untuk Mu Xiaoyang pergi.
"Saudaraku aku akan menunggu kalian!" Ucap Mu Xiaoyang kemudian pergi secepat mungkin.
Saat Mu Xiaoyang di rasa sudah pergi dengan cukup jauh, Laren pun berhenti melawan hewan hewan itu dan memikirkan cara untuk keluar dari kepungan mereka.
__ADS_1
"Xia Fei kemarilah." Panggil Laren.
Xia Fei yang mendengarnya pun langsung datang dan menghampiri Laren.
"Kita akan menggunakan cara yang sama dengan yang tadi aku gunakan untuk Mu Xiaoyang, kamu tidak boleh jauh jauh dariku." Ucap Laren kemudian merangkul pundak Xia Fei.
Lagi lagi aku tidak bisa menolak saat pria ini menyentuhku. (Batin Xia Fei)
Laren pun kembali mengeluarkan gelombang energi yang mendorong hewan hewan itu untuk sedikit menjauh dan membuat celah untuk mereka agar bisa kabur.
Saat Laren dan Xia Fei hendak melewati gerombolan hewan hewan itu, salah satu hewan hendak mencakar ke arah Xia Fei.
Laren yang menyadari hal itu pun langsung memindahkan posisinya dengan Xia Fei sehingga menyebabkan tangannya terluka akibat cakaran itu.
"Uhh. Binatang sialan! Berani beraninya melukaiku."
Jika bukan karena aku sedang bersama dengan Xia Fei, aku pasti akan membunuhmu sekarang juga! (Batin Laren kesal karena tangannya tergores oleh hewan beast itu)
"Tidak apa, ini hanya luka kecil. Aku akan mengobatinya nanti. Yang paling penting sekarang adalah membawamu keluar dari sini." Ucap Laren terus berlari dengan menggunakan ilmu kultivasinya.
Bahkan setelah dia terluka masih saja memikirkan diriku, sungguh pemuda yang sangat jarang di temui. (Batin Xia Fei)
Di sisi lain, kini Mu Xiaoyang sudah berada di pinggir hutan dan masih menunggu kedatangan Laren dan juga Xia Fei.
"Aishh... Di mana mereka berdua? Kenapa sampai sekarang masih belum kembali? Apakah terjadi sesuatu kepada mereka? Tidak! Tidak mungkin, saudara Xiao begitu hebat tidak mungkin dia terjebak masalah di sana." Ucap Mu Xiaoyang sambil berjalan ke sana kemari.
Tidak lama setelah itu, terdengar suara langkah kaki dengan cepat yang menuju ke arahnya, suara itu tidak lain adalah milik Laren.
__ADS_1
Mu Xiaoyang sangat lega karena melihat Laren dan juga Xia Fei baik baik saja dan berhasil keluar dari tengah hutan juga para hewan itu.
Selain merasa lega karena Laren dan juga Xia Fei kembali dengan selamat, Mu Xiaoyang juga sangat terkejut dengan apa yang di lihatnya saat ini.
Apa... Apa yang aku lihat saat ini? Lagi lagi saudara Xiao memeluk dan menggendong nona Xia Fei? Dan nona Xia Fei juga tidak menolaknya sama sekali? Apakah dia benar benar nona Xia Fei yang dingin itu? (Batin Mu Xiaoyang bertanya tanya dengan apa yang di lihatnya itu)
"Huft akhirnya kita bisa keluar dari tengah hutan dan juga kejaran para hewan hewan spiritual yang buas itu." Ucap Laren sambil menghela nafas panjang dan menurunkan Xia Fei.
"Terima kasih atas bantuan tuan Xiao, aku mempunyai obat untuk luka luar. Aku akan membantu tuan Xiao untuk mengobati luka anda." Ucap Xia Fei kemudian mengeluarkan sebuah botol berisi obat bubuk dan langsung mengobati luka yang ada di tangan Laren.
Wahh... Bahkan setelah di gendong oleh saudara Xiao, nona Xia Fei bahkan tidak keberatan justru mengobati luka saudara Xiao? Sungguh... Saudaraku kamu harus mengajariku bagaimana caranya untuk memikat seorang gadis cantik. (Batin Mu Xiaoyang)
"Terima kasih atas obatnya nona Xia Fei, sekarang lebih baik kita segera kembali dan menukarkan poin kita dengan bongkahan batu sihir untuk meningkatkan kekuatan." Ucap Laren kemudian bergegas melangkah ke tujuan mereka selanjutnya.
Mu Xiaoyang dan juga Xia Fei pun mengikuti Laren di belakangnya, setelah sampai di tempat penukaran, banyak mata yang tertuju pada mereka bertiga.
Entah karena apa semua orang melihat ke arah Laren, Mu Xiaoyang, dan juga Xia Fei, Laren merasa heran dengan tatapan tatapan orang orang itu.
Begitu juga dengan Mu Xiaoyang, mereka berdua merasa aneh dengan tatapan orang orang yang ada di sekitar situ.
Berbeda dengan Laren dan juga Mu Xiaoyang, Xia Fei tidak memperdulikan tatapan semua orang itu dan fokus pada jalan yang ia tuju.
Ia hanya memasang wajah datar dan acuh tak acuh kepada semua orang yang melihat ke arahnya dan ke arah Laren dan juga Mu Xiaoyang.
"Bagaimana bisa gadis yang begitu terkenal berada satu kelompok dengan dua orang pemuda itu? Siapa sebenarnya mereka berdua?"
"Kamu benar, mungkin mereka berdua adalah teman sari nona Xia Fei sehingga nona Xia Fei bisa berada bersama dengan mereka."
__ADS_1
"Tapi tadi aku tidak melihat nona Xia Fei berangkat dengan dua orang itu, lalu kenapa ia kembali dengan kedua orang itu?"
Dan banyak lagi kata kata yang di ucapkan oleh orang orang yang ada di situ, karena merasa risih akhirnya Laren pun bertanya kepada Mu Xiaoyang sebenarnya kenapa orang orang di sini memperhatikan mereka dengan tatapan seperti itu, apakah ada yang salah dengan mereka.