Perjalanan Balas Dendam

Perjalanan Balas Dendam
Chapter 56


__ADS_3

"Saudara Mu, apakah kamu tau kenapa kita di lihat dengan tatapan seperti itu oleh semua orang yang ada di sini?" Tanya Laren kepada Mu Xiaoyang sambil berbisik bisik.


"Sepertinya aku tahu kenapa mereka memperhatikan dan menatap kita seperti itu." Balas Mu Xiaoyang juga ikut berbisik kepada Laren.


"Benarkah? Apa yang kamu ketahui?" Tanya Laren penasaran.


"Sepertinya itu terjadi karena bertambahnya jumlah anggota kita, dan juga dia bukan orang sembarangan." Balas Mu Xiaoyang.


"Bertambahnya jumlah anggota? Maksudmu... Nona Xia Fei?" Ucap Laren sambil mendekat ke Mu Xiaoyang dengan berbisik.


"Tentu saja, siapa lagi. Dia adalah nona dari keluarga yang terpandang. Awalnya dia pergi sendirian kemudian kembali bersama dengan kita berdua, siapa yang tidak terkejut dengan itu." Ucap Mu Xiaoyang dengan suara yang kecil.


"Hmm sepertinya kamu benar, perkataan mu sangat masuk akal. Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?" Ucap Laren.


"Kita harus menjadi seperti nona Xia Fei."


Sontak Laren pun langsung menoleh ke arah Xia Fei untuk melihat apa yang di lakukan oleh Xia Fei saat dirinya di lihat dengan tatapan seperti itu oleh banyak orang.


Tidak ada. Tidak ada yang di lakukan oleh Xia Fei. Dia hanya berjalan dengan santai dan memasang wajah datar dan tidak peduli dengan sekitarnya.


Seakan akan tidak ada orang yang melihatnya di situ, ia langsung menuju ke arah penukaran poin dengan batu sihir.


"Jadi maksudmu kita harus menjadi tidak peduli dengan tatapan orang orang itu dan berfikir jika mereka tidak pernah melihat kita?" Tanya Laren kepada Mu Xiaoyang.


"Yup, benar sekali. Lagi pula kita tidak melakukan kesalahan, oh tidak, maksudku aku tidak melakukan kesalahan apapun." Ucap Mu Xiaoyang.


"Tunggu, maksudmu aku membuat kesalahan tadi?" Tanya Laren penasaran.


"Sepertinya iya, hanya sedikit tapi bisa membuatmu di buru oleh banyak orang jika mereka mengetahuinya." Ucap Mu Xiaoyang.

__ADS_1


"Benarkah? Kesalahan apa itu?"


"Memeluk dan menggendong nona Xia Fei, bahkan dua kali." Ucap Mu Xiaoyang sambil mendekat dan berbisik bisik kepada Laren.


"Lalu apa? Bukankah aku hanya berniat untuk membantunya? Jika aku tidak melakukan itu mungkin dia masih dalam pengejaran hewan buas dengan tingkat tinggi di tengah hutan sana." Ucap Laren menjelaskan.


"Iya kamu benar, niatmu memang baik. Tapi terkadang kecemburuan akan menutupi segala niat baikmu saudaraku."


Laren hanya terdiam saat mendengar perkataan dari Mu Xiaoyang, memang benar jika orang merasa iri kepadamu maka apapun yang kamu lakukan akan terlihat salah di matanya.


"Nona Xia Fei adalah nona dari keluarga terpandang dan juga mempunyai paras yang sangat cantik, banyak pria yang mengagumi dirinya bahkan beberapa pangeran di beberapa dinasti juga ada yang mengagumi dirinya. Salah satunya adalah pangeran dari dinasti Yun."


"Pangeran dari dinasti Yun? Pangeran yang mana?" Tanya Laren penasaran.


"Pangeran ketiga, pangeran Altezza, kakak dari pangeran Laren." Ucap Mu Xiaoyang menjelaskan.


"Jika berita kamu menggendong dan memeluk nona Xia Fei tersebar, maka akan banyak orang yang mengicarmu karena iri kamu bisa melakukan hal itu kepada nona Xia dan juga nona Xia juga tidak menolak hal itu, padahal nona Xia Fei di kenal sebagai orang yang begitu dingin kepada orang baru terutama kepada pria." Ucap Mu Xiaoyang kembali menjelaskan dengan rinci.


Mereka berdua pun sampai di tempat penukaran tersebut, saat orang yang bertugas melihat poin dan memberikan batu sihir itu melihat jumlah poin yang di dapatkan oleh Laren dan Mu Xiaoyang, ia sangat terkejut.


"A-apa? 500 poin dan 670 poin? Dari mana kalian bisa mendapatkan poin sebanyak ini? Apakah kalian pergi ke tengah hutan?" Tanya orang itu sangat terkejut setelah melihat jumlah total poin milik Mu Xiaoyang dan juga Laren.


"Iya, kami masuk ke dalam tengah hutan dan membunuh beberapa hewan, kemudian mendapatkan poin yang cukup tinggi dengan hewan hewan itu." Balas Mu Xiaoyang.


"Hewan apa saja yang kalian bunuh?" Tanya orang tersebut penasaran.


"Tidak banyak, hanya beberapa kalajengking mata tujuh, harimau beracun, dan sekelompok kadal berkulit baja." Ucap Laren dengan enteng.


"A-apa? Bisa bisanya kalian membunuh hewan hewan beast dengan tingkat tinggi seperti itu, dan kemudian mengatakan hanya? Tuan tuan sungguh sudah sangat merendah." Ucap orang tersebut kemudian memberikan sebuah kantung berisikan bongkahan batu sihir yang cukup besar karena poin yang sangat tinggi.

__ADS_1


Laren dan Mu Xiaoyang pun langsung pergi saat sudah mendapatkan batu sihir mereka, dan berjalan menjauh dari kerumunan orang orang itu.


"Wah aku mendapatkan sangat banyak batu sihir dan ini juga berukuran sangat besar, aku berhutang budi kepadamu saudara Xiao." Ucap Mu Xiaoyang sambil merangkul pundak Laren.


"Haha ini juga berkat usahamu teman, bukan hanya aku. Sekarang aku harus kembali, semoga kita dapat bertemu lagi." Ucap Laren.


"Feeling ku mengatakan jika kita akan bertemu lagi, dan aku sangat menantikan hal itu." Balas Mu Xiaoyang.


"Tentu saja, aku juga menantikan hal itu. Aku pamit terlebih dahulu saudara Mu, sampai jumpa." Ucap Laren sambil naik ke kudanya kemudian pergi.


"Baiklah sampai jumpa." Ucap Mu Xiaoyang sambil melambaikan tangan.


Laren pun berjalan semakin jauh dari Mu Xiaoyang, dan mu Xiaoyang masih belum melepaskan pandangannya sampai siluet Laren benar benar hilang.


"Sungguh pemuda yang sangat langka, tidak munafik dan jujur. Aku sangat beruntung menemukan orang sepertinya." Gumam Mu Xiaoyang.


Di sisi lain, Laren kembali ke kerajaannya untuk bersiap siap bertemu dengan nona Liu Shang.


Saat sampai di depan gerbang istana pangeran, para pengawal langsung membukakan pintu untuknya dan Laren pun langsung masuk.


Saat sampai di depan kediamannya, Rayden tiba tiba muncul di depan Laren dan mengejutkan Laren.


"Pangeran, dari mana saja anda?" Ucap Rayden yang baru saja muncul di depan Laren.


"Astaga!" Ucap Laren yang terkejut karena Rayden yang tiba tiba muncul saat ia sedang berjalan.


"Rayden kenapa kamu muncul secara tiba tiba di depanku? Bagaimana jika aku secara tidak sengaja memukul dirimu?" Ucap Laren Yangs sedikit kesal kepada Rayden.


Uhh jika sampai pangeran memukul diriku dengan kekuatan phoenixnya mungkin aku akan terpental hingga menembus dan menghancurkan beberapa dinding yang ada di sini. (Batin Rayden bergidik ngeri dengan hanya membayangkannya saja)

__ADS_1


"Maafkan hamba pangeran, tapi hamba sedari tadi mencari pangeran dan masih belum menemukan pangeran sehingga saya menjadi khawatir dengan pangeran." Ucap Rayden menjelaskan.


"Kenapa kamu mencariku? Apakah ada masalah atau sesuatu yang harus aku selesaikan?" Tanya Laren.


__ADS_2