
"Tidak, kau terlalu memujiku Rayden." Balas Laren sambil menggeleng perlahan.
Jika bukan karena bantuan dari Lacey, mungkin kekuatanku saat ini tidak akan sehebat ini, dan jika bukan karena keberuntunganku menjadi keturunan phoenix legendaris saat datang ke dunia ini maka aku mungkin tidak akan seperti ini sekarang. (Batin Laren melamun di atas kudanya)
Setelah itu mereka pun melanjutkan perjalanan, tidak lama kemudian mereka menemukan sebuah tempat yang cocok untuk beristirahat.
Mereka menemukan sebuah goa yang ada di hutan tersebut yang tidak jauh dari tempat mereka saat ini.
"Rayden lebih baik kita istirahat terlebih dahulu di sini, kita akan melanjutkan untuk berlatih saat malam hari. Akan ada lebih banyak hewan beast yang keluar pada saat malam hari." Ucap Laren kemudian turun dari kudanya.
"Baik pangeran, apakah anda ingin beristirahat di dalam goa itu?" Ucap Rayden.
"Iya, aku berencana untuk beristirahat di goa ini. Sepertinya akan cukup aman jika berada di sini." Ucap Laren sambil berjalan masuk ke dalam goa tersebut dan mengamatinya.
Rayden pun ikut masuk ke dalam hutan tersebut dan mengamatinya, terdapat beberapa tulang belulang hewan yang ada di dalam goa tersebut.
Terlihat seperti tempat makan kesukaan suatu hewan, banyak tulang belulang yang berada di sini. (Batin Laren mengamati tulang belulang yang ada di dalam goa tersebut)
Setelah mengamati goa tersebut dan merasa aman di dalam goa itu, mereka pun memutuskan untuk beristirahat di dalam goa tersebut dan menunggu malam tiba.
"Pangeran, anda bisa beristirahat terlebih dahulu. Saya akan berjaga di sini." Ucap Rayden.
"Hmm baiklah kalau begitu." Balas Laren sambil mengangguk.
Laren pun beristirahat sedangkan Rayden berjaga apabila ada hewan beast yang tiba tiba menyerang mereka.
Tidak lama setelah matahari terbenam, Laren terbangun dan menghampiri Rayden yang masih berjaga di mulut goa.
"Rayden," Panggil Laren.
"Iya pangeran, anda sudah bangun?" Balas Rayden sambil menoleh ke arah Laren yang berdiri di belakangnya.
"Iya, mari bergantian untuk berjaga. Kamu beristirahatlah, sekarang aku akan berjaga."
"Hamba tidak lelah pangeran." Balas Rayden sambil menggeleng pelan.
"Kamu sudah berjaga selama beberapa jam Rayden, istirahatlah." Ucap Laren sedikit memaksa.
__ADS_1
"Baik kalau begitu pangeran."
Mereka pun bergantian untuk berjaga, dan kini Rayden yang beristirahat di dalam goa tersebut dan Laren yang berjaga di depan.
Setelah beberapa jam Rayden berisitirahat, ada auman hewan beast yang berada tidak jauh dari tempat itu.
Karena auman tersebut, Laren langsung berdiri dan waspada akan serangan hewan beast itu.
Rayden pun ikut terbangun saat auman tersebut berbunyi, auman tersebut sangat keras hingga hampir menggetarkan tanah di sekitarnya.
Rayden pun langsung siaga dan menghampiri Laren yang berada di depan mulut goa.
"Pangeran," Panggil Rayden keluar dari goa dengan sedikit berlari.
"Rayden, suara hewan apa itu? Mengapa aumannya bisa sampai hampir menggetarkan tanah?"
"Saya juga tidak tahu pangeran." Balas Rayden sambil menggeleng perlahan.
"Ayo kita periksa ke sana."
Laren pun pergi untuk menghampiri di mana suara itu berasal, Rayden hendak menghentikan Laren akan tetapi Laren sudah pergi terlebih dahulu.
I-itu... Itu adalah harimau salju bersayap, ketua terdahulu pernah berkata jika di dalam hutan kematian ini hanya ada satu harimau salju bersayap yang sangat kuat dan tidak ada yang bisa mengalahkannya. Tidak tahu apakah ini bahaya atau apa bertemu dengannya di sini. Selama aku berlatih di hutan ini selama beberapa tahun, tidak bertemu dengan harimau salju bersayap ini, tidak di sangka aku akan bertemu dengannya saat aku bersama dengan pangeran Laren. Aku harus sangat waspada terhadap hewan ini, ketua terdahulu pernah mengatakan jika harimau ini sangat sensitif dan tidak bisa di ganggu jika tidak ingin terkena masalah. (Batin Rayden sambil mengamati hewan di depannya)
Di depan Laren dan juga Rayden terdapat dua hewan yang tampaknya sedang berkelahi satu sama lain.
"Aura yang sangat kuat," Gumam Laren sambil mengamati kedua hewan yang berada di depannya itu.
"Pangeran, itu adalah harimau salju bersayap, sepertinya auman tadi berasal darinya." Ucap Rayden yang berada di sebelah Laren.
"Benarkah? Dia sangat kuat." Balas Laren.
"Dia berumur hampir ratusan tahun. Saat ini dia mempunyai kekuatan yang setara dengan kultivator tingkat kaisar kedua. Hanya ada satu harimau salju bersayap di hutan ini pangeran, dia adalah yang terkuat di hutan ini." Ucap Rayden menjelaskan dengan rinci.
"Apa? Tingkat kaisar?" Ucap Laren terkejut.
"Benar pangeran, dia sangat berbahaya jika sampai kita menjadi targetnya." Ucap Rayden memperingatkan.
__ADS_1
"Dia terlihat terluka parah, apakah kita harus membantunya?" Ucap Laren yang melihat darah mengalir dari beberapa bagian tubuh dari harimau salju itu.
"Pangeran, saya rasa kita tidak perlu ikut campur dengan urusan mereka." Balas Rayden.
"Halo tuan." Ucap Lacey yang baru saja muncul di samping Laren.
'Lacey? Kenapa kamu tiba tiba muncul di sini?' Tanya Laren melalui telepatinya.
"Tuan, anda memiliki tugas sampingan dari sistem utama." Ucap Lacey.
'Benarkah? Tugas apa itu?' Tanya Laren penasaran.
"Anda harus menyelamatkan dan membantu harimau salju bersayap itu," Ucap Lacey.
'Apa? Kenapa aku harus membantu harimau itu? Bagaimana jika dia. menyerangku setelah aku membantunya nanti? Kekuatanku masih belum bisa menandingi kekuatan yang setara dengan tingkat kaisar kedua.'
"Anda tenang saja tuan, saya sudah membaca informasi di sistem utama jika harimau salju ini akan membalas budi siapapun yang pernah membantu dirinya. Kemudian anda akan mendapatkan hadiah yang tidak pernah anda duga." Ucap Lacey menjelaskan dengan rinci.
'Hmm benarkah?' Tanya Laren dengan sedikit tidak percaya dengan ucapan Lacey.
"Benar tuan." Balas Lacey sambil mengangguk cepat.
'Baiklah kalau begitu.'
Laren pun mencoba untuk mempelajari situasi itu dan mencoba mencari celah untuk membantu harimau salju bersayap itu.
Rayden yang melihat Laren seperti hendak melakukan suatu hal pun bertanya kepada Laren tentang apa yang hendak ia lakukan.
"Pangeran, apa yang ingin anda lakukan?"
"Aku akan membantu harimau salju itu." Balas Laren sambil tetap tidak melepaskan tatapannya dari kedua hewan itu.
"Apa?! Tidak pangeran! Anda jangan pernah melakukan itu." Ucap Rayden memperingatkan Laren.
"Rayden percayalah kepadaku, aku tidak akan pernah melakukan hal yang tidak aku yakin Rayden." Ucap Laren meyakinkan Rayden.
"Tapi pangeran..."
__ADS_1
Sebelum Rayden sempat menyelesaikan omongannya, Laren sudah pergi untuk membantu harimau salju itu.
Astaga, apa sebenarnya yang di pikirkan oleh pangeran Laren? Bagaimana bisa ia melakukan hal ini tanpa aba aba dan persiapan? (Batin Rayden)