Perjalanan Balas Dendam

Perjalanan Balas Dendam
Chapter 17


__ADS_3

"Pengawal, apa lagi yang kamu ketahui tentang desa timur kerajaan dan juga wabah mematikan yang muncul di desa itu?" Tanya Laren kepada pengawal yang berada di sebelah keretanya


"Mohon maaf pangeran, tapi hamba tidak tahu terlalu banyak informasi. Hamba hanya tahu jika beberapa waktu yang lalu ada salah satu warga yang mengaku berasal dari desa timur kerajaan yang tiba tiba datang ke istana dan mengatakan jika desanya mengalami serangan wabah yang sangat mematikan juga menelan banyak korban jiwa dan dia meminta bantuan dari kerajaan." Ucap pengawal itu menjelaskan dengan rinci


"Hmm jadi seperti itu. Lalu apa yang terjadi pada orang itu sekarang?" Tanya Laren penasaran


"Penduduk desa tersebut tewas sebelum menjelaskan secara detail kepada pihak kerajaan dan juga yang mulia raja. Sehingga akhirnya untuk memastikan kebenaran dari informasi yang di berikan oleh penduduk tersebut, yang mulia raja mengutus beberapa orang dan menteri kerajaan untuk datang ke desa itu beberapa waktu yang lalu. Dan ternyata berita tentang wabah itu memang benar adanya pangeran." Ucap pengawal itu menjelaskan


Laren pun balas mengangguk kemudian merenung sejenak karena mendengar perkataan dari pengawal itu, setelah beberapa saat kemudian mereka mulai memasuki kawasan daerah desa itu.


Pepohonan kering dan daun kering yang berguguran menyambut Laren dan para anggota kerajaan yang datang ke desa itu, karena merasa aneh Laren pun bertanya pada salah satu pengawalnya.


"Pengawal, bulan ini apakah sedang musim kemarau?" Tanya Laren sambil mengamati lingkungan di sekitarnya


"Hamba menjawab pangeran Laren, saat ini bukan musim kemarau pangeran tapi musim semi. Tapi entah mengapa pohon pohon di daerah desa ini begitu kering dan daunnya juga berguguran." Ucap pengawal itu sambil mengamati lingkungan di sekitarnya


"Aku juga memikirkan hal yang sama denganmu, semoga saja kita mendapatkan jawaban saat sampai di desa nanti." Ucap Laren


"Iya yang mulia pangeran." Balas pengawal itu


Sebenarnya apa yang membuat daerah ini begitu kering di saat musim semi yang seharusnya begitu indah? Apakah ini ada hubungannya dengan masalah wabah ini? (Batin Laren sambil mengamati lingkungan di sekitarnya)


Setelah perjalanan yang panjang sampailah Laren dan yang lainnya di desa timur kerajaan, saat sampai Laren langsung ingin bertemu dengan kepala desa yang berada di situ.


"Pengawal, aku ingin bertemu dengan kepala desa di sini. Sampaikan pesanku padanya." Ucap Laren

__ADS_1


"Baik pangeran, akan saya sampaikan." Balas salah satu pengawal di situ


Salah satu pengawal itu pun langsung pergi untuk menemui kepala desa dan menyampaikan pesan Laren tersebut.


Setelah beberapa saat menunggu, pengawal tadi kembali bersama dengan kepala desa di situ.


"Saya memberi salam kepada pangeran Laren. Saya sungguh berterima kasih karena pangeran Laren karena sudah mau datang ke desa kami untuk membantu kami." Ucap kepala desa itu sambil membungkuk ke arah Laren


"Hmm, baiklah kalau begitu. Sekarang aku ingin kamu menceritakan semuanya tentang wabah ini kepadaku, tanpa ada yang di sembunyikan." Ucap Laren sambil melangkah dan mengamati lingkungan sekitar


"Pa-pangeran anda baru saja sampai di sini setelah perjalanan yang panjang, apakah anda tidak... Tidak ingin pergi beristirahat terlebih dahulu?" Ucap kepala desa itu sambil mengikuti langkah Laren di belakangnya dan gemetaran


Laren pun menghentikan langkahnya dan menatap kepala desa itu dengan tajam dan mengeluarkan aura menekan terhadap kepala desa itu.


"Uhh... M-mohon maafkan hamba pangeran." Ucap kepala desa itu sambil berlutut karena tidak mampu menahan aura milik Laren


Dan karena aura Laren yang terlalu besar sehingga pengawal dan juga menteri di situ juga ikut merasa di tekan oleh aura milik Laren.


"Apakah kamu tidak ingin masalah wabah ini terselesaikan dengan cepat? Mengapa menyuruhku istirahat terlebih dahulu?" Ucap Laren sambil menatap tajam ke arah kepala desa itu


"B-bukan... Bukan seperti itu maksud hamba pangeran. H-hanya saja..." Ucap kepala desa itu sambil gemetar dan ketakutan


"Hanya saja apa?" Tanya Laren


"H-hanya saja saat beberapa waktu lalu pangeran Stellan datang kemari, hamba memohon agar pangeran Stellan langsung bertindak untuk mengatasi masalah wabah tersebut, agar masalah desa kami cepat terselesaikan. Akan tetapi, pangeran Stellan justru semakin murka kepada kami dan menunda untuk mengatasi masalah wabah ini pangeran. Pangeran Stellan juga tanpa melakukan apapun, pangeran tiba tiba meninggalkan desa kami dan juga masalah wabah yang ada di desa kami..." Ucap kepala desa itu sambil menunduk

__ADS_1


"Hmm jadi seperti itu." ucap Laren


Ternyata seperti itu perlakuan kakak Stellan terhadap warga desa ini, sungguh sangat kejam. Dia memberikan harapan palsu kepada seluruh warga di desa ini. (Batin Laren)


"Sehingga kami juga tidak ingin melakukan kesalahan yang sama lagi, dan membuat desa kami semakin kesusahan." Ucap kepala desa itu sambil tetap menunduk


"Hmm ternyata ada hal seperti itu... Kamu tenanglah aku tidak terlalu lelah sekarang, aku bisa beristirahat nanti dan juga kamu tidak perlu khawatir, aku tidak akan pernah meninggalkan tugasku untuk membantu desa ini." Ucap Laren sambil menepuk pundak kepala desa di depannya


"Hamba mewakili seluruh warga desa ini, kami sangat berterima kasih atas bantuan pangeran Laren." Ucap kepala desa itu sambil berlutut di depan Laren


"Aku belum melakukan apapun, jadi jangan berterima kasih terlebih dahulu, sekarang kamu bangunlah." Ucap Laren sambil membantu kepala desa itu untuk bangun


"Baik... Baik pangeran." Ucap kepala desa sambil berdiri


Pangeran Laren sungguh berbeda dengan pangeran Stellan, Dan sepertinya juga sangat berbeda dengan para pangeran lainnya. (Batin kepala desa itu sambil mengamati Laren)


"Baiklah sekarang aku ingin kamu menjelaskan semuanya tentang wabah ini. Mulai dari awal munculnya wabah ini." Ucap Laren


"Baik, jadi pangeran wabah ini mulai muncul sekitar empat bulan yang lalu, salah satu warga dari kami pergi ke istana untuk meminta bantuan dari kerajaan. Setelah menunggu selama seminggu, kemudian pihak kerajaan melakukan pengecekan informasi tentang suatu wabah yang ada di desa ini." Ucap kepala desa itu


"Kemudian apa yang terjadi?" Tanya Laren penasaran


"Setelah mengecek kebenaran tentang wabah ini, yang mulia raja mengirimkan pangeran Stellan untuk menangani kasus wabah ini. Kami para warga desa sangat senang atas kedatangan pangeran Stellan karena kami berfikir pangeran Stellan akan membantu dan menyelesaikan masalah kami." Jelas kepala desa itu


Laren pun hanya menyimak penjelasan dari kepala desa itu dengan tenang dan dengan seksama tanpa mengatakan sepatah kata pun.

__ADS_1


__ADS_2