
Lacey pun balas mengangguk atas ucapan Laren tersebut, setelah itu Laren berdiri dan melangkah menuju ke lemari yang berada di dekatnya.
Laren membuka lemari itu dan melihat sebuah bungkusan kain yang berisikan batu sihir yang ia dapatkan beberapa waktu yang lalu.
"Ini dia, aku akan memurnikannya setengah saja untuk malam ini." Gumam Laren sambil menggenggam bungkusan tersebut.
Laren pun menutup lemari tersebut kemudian duduk bersila di bawah dan memurnikan sebagian dari batu sihir itu.
Setelah sekitar dua jam Laren memurnikan batu sihir itu, ia melihat perubahan yang sangat drastis pada dirinya.
"Tunggu, aku sekarang berada di tingkat master ketiga?" Ucap Laren terkejut dengan kecepatan berkultivasinya.
"Benar tuan, sekarang anda berada di tingkat master ketiga. Jika anda berhasil naik ke tingkat kaisar awal maka itu akan setara dengan tingkat phoenix tahap kedua." Ucap Lacey menjelaskan.
Ini sungguh kecepatan berkultivasi yang sangat mengerikan, aku akan terlalu mencolok jika keluar dengan auraku saat ini, apa yang harus aku lakukan? (Batin Laren)
"Aura ini terlalu mencolok, Lacey bisakah kamu membantuku untuk menyembunyikan aura milikku?" Tanya Laren sambil menatap Lacey.
"Maaf tuan, tapi aura anda terlalu tinggi untuk di sembunyikan sepenuhnya. Saya hanya bisa membuat anda terlihat seperti mempunyai aura kultivasi prajurit tingkat ketiga." Ucap Lacey.
"Hmm baiklah, itu tidak masalah. Setidaknya para pangeran itu tidak akan tahu jika aku sudah berada di tingkat master ketiga." Ucap Laren.
Lacey pun membantu Laren untuk menyembunyikan aura aslinya dan di ganti dengan aura milik kultivasi tingkat prajurit ketiga.
"Aku baru memurnikan sedikit dan aku sudah menerobos tiga tingkatan. Kecepatan ini terlalu mengerikan, bagaimana jika aku sudah memurnikan semua batu sihir ini?" Gumam Laren.
"Tentu saja tuan, anda adalah keturunan phoenix legendaris yang terpilih, anda juga memiliki tubuh istimewa yaitu tubuh Yin Yang, tidak heran jika kecepatan berkultivasi anda sangat cepat." Ucap Lacey.
"Hmm, ini merupakan suatu keberuntungan untukku. Jika aku menjadi semakin kuat, maka semakin cepat juga aku akan menyelesaikan misi utamaku." Ucap Laren.
__ADS_1
"Tuan benar," Balas Lacey sambil mengangguk ngangguk.
Karena sudah larut malam, Laren memutuskan untuk menyimpan sisa baru sihir yang belum ia murnikan kembali ke dalam lemari kemudian mengunci lemari tersebut.
Setelah itu Laren pergi ke kasurnya dan beristirahat setelah beberapa jam telah melakukan latihan kultivasi.
Keesokan harinya, Laren bangun dini hari dan langsung membersihkan dirinya terlebih dahulu kemudian bersiap siap.
"Hmm, ini masih terlalu pagi. Aku akan menggunakan waktu kosong ini untuk memurnikan beberapa bongkahan batu sihir yang tersisa." Gumam Laren kemudian melangkah menuju ke tempat di mana ia menyimpan batu tersebut.
Laren memurnikan batu sihir itu dengan waktu sekitar satu jam, kini tingkat kultivasinya baik menjadi master kelima.
"Sungguh kecepatan kultivasi yang sangat mengerikan." Gumam Laren sambil memperhatikan aura miliknya.
"Tuan, semakin anda meningkatkan kultivasi anda maka saya juga tidak bisa menyembunyikan aura anda. Jika kemarin aura anda setelah di sembunyikan berada di tingkat prajurit ketiga, maka sekarang itu sudah naik menjadi prajurit tingkat kelima." Ucap Lacey menjelaskan.
"Hmm jadi saat tingkatku naik, maka penyembunyian aura milikku juga akan ikut naik?"
Setelah selesai mengunci lemari miliknya, ada suara seseorang yang mengetuk pintu dari luar, Laren pun langsung menoleh ke arah pintu saat mendengar ketukan tersebut.
Ia segera melangkah untuk membuka pintu itu dan mengetahui siapa yang ada di luar.
"Hamba memberikan salam kepada pangeran Laren."
"Hmm, Rayden kamu datang awal sekali. Sepertinya kamu sudah sangat tidak sabar untuk pergi ke hutan kematian itu."
Uh sebenarnya bukan seperti itu pangeran, hanya saja saya khawatir anda akan berangkat duluan ke dalam hutan itu jika saya tidak datang ke sini lebih awal. (Batin Rayden sambil tersenyum canggung)
"B-bukan pangeran, saya... Datang lebih awal karena saya berfikir mungkin pangeran akan membutuhkan bantuan saya." Ucap Rayden dengan senyuman canggung.
__ADS_1
"Tidak, aku tidak perlu bantuan. Lebih baik kita berangkat sekarang. Katakan kepada beberapa pengawal lainnya jika aku akan keluar selama beberapa hari." Ucap Laren.
"Baik pangeran, saya akan mengatakan ini kepada mereka." Balas Rayden sambil mengangguk.
Setelah menyelesaikan tugas dari Laren, Rayden dan juga Laren pun berangkat bersama ke dalam hutan kematian menggunakan kuda.
Rayden dan juga Laren berjalan mengikuti peta yang sudah di berikan oleh Rayden sebelumnya.
Kini mereka mulai memasuki hutan LingShao di mana jika mereka ingin memasuki hutan kematian maka mereka harus melewati hutan LingShao ini dulu.
Mereka bertemu dengan beberapa hewan beast dalam perjalanan menuju ke dalam hutan kematian itu.
Saat ada hewan beast yang datang ke arah Laren, Rayden selalu maju terlebih dahulu untuk melawan hewan hewan itu dan tidak memberikan kesempatan pada Laren untuk menyerang.
Kekuatan dan juga ilmu seni bela diri Rayden sangatlah hebat, dia mampu membunuh hewan dengan tingkat tinggi dalam waktu yang singkat. Ia bahkan tidak memberikanku kesempatan untuk menyerang hewan hewan itu. (Batin Laren sambil mengamati Rayden yang sedang melawan hewan beast)
Tiba tiba saat melihat Rayden yang sedang melawan hewan beast itu terlintas dalam pikiran Laren sebuah ide yang ingin ia lakukan untuk Rayden.
Laren menyeringai saat berfikir tentang rencana yang akan ia lakukan kepada Rayden, Rayden yang semula menghadap ke depan dan fokus kepada hewan itu tiba tiba merasakan aura dingin di belakangnya.
Uh kenapa aku merasa merinding secara tiba tiba saat berada di sini? (Batin Rayden sambil melirik ke belakang dan terdapat Laren yang sedang berdiri di sebelah kudanya dan tersenyum tanpa sebab)
Rayden pun terheran saat Laren telah berada di samping kudanya dan tidak menaiki kudanya tersebut, apalagi di tambah dengan senyuman misterius Laren yang tanpa sebab.
Ada apa dengan pangeran Laren? Kenapa dia turun dari kudanya? Dan kenapa dia memberikan senyuman mengerikan seperti itu? (Batin Rayden bertanya tanya)
Aku punya kejutan untukmu Rayden, silahkan berolahraga dan bergerak lebih banyak setelah ini. (Batin Laren sambil menggenggam sebuah bunga menggunakan kekuatan kultivasinya)
Bunga yang di genggam oleh Laren bukanlah bunga biasa, melainkan bunga Hizhao. Bunga yang dapat menarik perhatian banyak hewan beast untuk menghampirinya.
__ADS_1
Tidak lama setelah itu, Laren pun membuka kelopak bunga itu yang menyebabkan aroma dari bunga itu langsung keluar dan menyebar ke seluruh area.
Rayden yang mencium aroma itu pun langsung menoleh ke arah Laren dan mendapati Laren yang telah membuka kelopak bunga itu.