
"Baik terima kasih banyak ayahanda." Ucap Laren sambil tersenyum
"Baiklah, setelah latihan berkultivasi selama tiga hari penuh kamu pasti lapar. Mari kita pergi ke ruang makan, aku akan menyuruh orang untuk menyiapkan makanan yang lezat untukmu." Ucap sang raja
"Terima kasih banyak ayahanda." Ucap Laren dengan senang
Ayah dan anak itu pun pergi menuju ke ruang makan untuk makan bersama sama, setelah beberapa saat mereka pun selesai memakan makanan mereka.
Setelah itu, ada seorang penjaga yang datang menghampiri sang raja dan Laren yang sedang berbincang bincang.
Penjaga itu datang menghampiri mereka berdua dengan sedikit berlari dan dengan wajah yang panik dan gelisah.
"Hamba memberi hormat kepada yang mulia raja dan pangeran Laren." Ucap penjaga itu sambil membungkuk
"Ada apa? Mengapa wajahmu terlihat panik? Apakah ada masalah?" Tanya sang raja
"Mohon maaf menggangu waktu yang mulia raja dan yang mulia pangeran, tapi ada sesuatu yang mendesak dan harus segera di selesaikan oleh yang mulia raja." Ucap penjaga itu
"Ada masalah apa?" Tanya sang raja pada penjaga itu
"Menjawab yang mulia raja... Yang mulia, ada wabah yang tiba tiba muncul di desa timur kerajaan dan semakin lama wabah itu semakin memakan banyak korban yang mulia." Ucap penjaga itu
"Apa? Mengapa bisa ada wabah baru di desa timur kerajaan?" Tanya sang raja dengan terkejut
"M-mohon maaf yang mulia, t-tapi wabah ini bukan wabah yang baru tapi... W-wabah lama yang dulu pernah muncul di desa itu." Ucap penjaga itu dengan terbata bata
"APA?! Bagaimana bisa wabah itu muncul kembali? Bukankah masalah tenang wabah itu sudah di tangani oleh pangeran kedua? Dan seharusnya wabah itu sudah hilang sejak beberapa bulan yang lalu, bagaimana bisa muncul kembali?" Tanya sang raja dengan terkejut dan panik
"Me-menjawab yang mulia raja... S-saya juga t-tidak tahu tentang hal ini yang mulia." Ucap penjaga itu sambil gemetaran
Ada yang tidak beres dengan penjaga ini, kalau dia hanya bertugas menyampaikan informasi maka dia tidak akan ketakutan seperti ini apalagi sampai gemetar. (Batin Laren sambil mengamati penjaga itu)
__ADS_1
"Penjaga, apakah ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari kami?" Tanya Laren dengan tatapan interogasi
"Ti-tidak ada yang mulia p-pangeran." Ucap penjaga itu dengan gemetar karena melihat tatapan tajam dari Laren
"Penjaga jika sampai ada yang kamu ketahui, tapi kamu tidak mengatakannya kepada kami, maka aku sendiri yang akan membunuhmu saat kau terbukti bersalah." Ucap Laren sambil mengeluarkan aura membunuhnya
Aura membunuh Laren sangat menekan penjaga itu, apalagi aura milik Laren semakin kuat setelah ia menerobos kultivasi tingkat menengah.
Akhirnya karena tidak sanggup menahan tekanan dari Laren, maka penjaga itu mengatakan sesuatu.
"P-pangeran, sebenarnya... Sebenarnya hamba ingin memberitahukan sesuatu tentang kasus wabah ini." Ucap penjaga itu
"Hmm apa yang ingin kamu katakan." Ucap Laren
"Sebenarnya... Sebenarnya wabah yang berada di desa timur kerajaan tidak... Tidak hilang melainkan kabarnya di tutup dan semua penjaga yang bertugas di suruh tutup mulut dan tidak membahas masalah itu lagi." Ucap penjaga itu dengan ketakutan
"APA?! SIAPA YANG BERANI MENUTUP MULUT SEMUA ORANG SEHINGGA MENYEBABKAN KEKACAUAN INI?" Ucap sang raja dengan sangat emosi
"Kami... Kami di perintah oleh..." Ucap penjaga itu sambil gemetaran
"Oleh siapa." Ucap Laren mendesak penjaga itu
"O-oleh pangeran kedua." Ucap penjaga itu dengan gemetaran
"APA?! Bagaimana bisa terjadi hal seperti itu?" Ucap sang raja dengan marah
"P-pangeran kedua mengatakan kepada kami bahwa wabah itu tidak terlalu parah dan akan hilang dengan sendirinya sesuai dengan berjalannya waktu. Kemudian pangeran memerintahkan kepada kami agar para penjaga tutup mulut akan hal ini dan tidak membahas tentang masalah wabah di desa timur kerajaan, dan juga tidak memberikan tahukan hal ini kepada yang mulia raja." Jelas penjaga itu dengan rinci
"KETERLALUAN!" Ucap sang raja dengan emosi sambil menggebrak meja yang ada di sampingnya
"M-mohon maafkan hamba yang mulia raja, yang mulia pangeran. T-tapi hamba hanyalah seorang penjaga biasa, saya tidak bisa menolak perintah pangeran, jika tidak maka saya akan di bunuh oleh pangeran kedua. Mohon ampuni nyawa hamba yang mulia." Ucap penjaga itu sambil bersujud di depan sang raja dan Laren
__ADS_1
"Kamu tenang saja, jika yang kamu katakan ini benar maka aku yang akan melindungimu, tapi... Jika kamu masih berbohong maka aku sendiri yang akan membunuhmu." Ucap Laren
"H-hamba sudah mengatakan semua sejujur jujurnya pangeran." Ucap penjaga itu
"Baiklah aku akan mengampunimu, tapi kamu tetap harus di hukum karena membantu pangeran kedua melakukan hal yang melanggar perintah raja. Pergilah, jalani hukuman tingkat dua." Ucap Laren
"Baik, baik terima kasih pangeran. Hamba izin undur diri." Ucap penjaga itu kemudian pergi meninggalkan sang raja yang masih emosi dan juga Laren
Setelah penjaga itu pergi, Laren melihat ke arah sang raja yang menunjukkan ekspresi yang sangat marah karena mendengar pernyataan dari penjaga tadi.
Laren pun berusaha untuk menenangkan emosi sang raja, sang raja sangat terkejut dan juga sangat emosi terhadap kelakuan pangeran kedua.
Karena selama ini, pangeran kedua adalah pangeran yang di percaya oleh sang raja tapi malah mengecewakan keputusan sang raja.
"Ayahanda mohon tenang dulu. Karena Laren sudah sembuh maka Laren akan membantu ayahanda untuk mengatasi masalah ini." Ucap Laren berusaha meredam emosi sang raja
"Laren, ayahanda harus membereskan kekacauan yang di sebabkan oleh kakakmu. Kamu beristirahatlah terlebih dahulu. Jika ada sesuatu aku akan meminta bantuan darimu." Ucap sang raja kemudian berdiri
"Baik ayahanda, mohon ayahanda jangan lupa untuk menjaga kesehatan karena terjadinya masalah yang ada di kerajaan." Ucap Laren sambil membungkuk
"Hmm ayah mengerti Laren." Ucap sang raja kemudian berjalan meninggalkan Laren
Setelah sang raja pergi, Laren kembali ke ruangan yang sudah di siapkan oleh orang suruhan Rayden.
Saat di dalam ruangan, Lacey muncul untuk menemani Laren dan menunjukkan misinya.
"Tuan." Ucap Lacey sambil menjaga jarak dengan Laren agar Laren tidak terkejut dan memukulnya lagi
"Hmm ada apa?" Tanya Laren
"Tuan, ini adalah kesempatan yang bagus untuk meningkatkan nilai kebencian para pangeran tuan." Ucap Lacey bersemangat
__ADS_1
"Iya, kau benar. Dengan membantu ayahanda menyelesaikan kasus wabah yang ada di desa timur kerajaan itu, maka perhatian ayahanda yang sebelumnya kepada pangeran yang lainnya akan berpindah kepadaku. Dan itu akan membuat nilai kebencian kakak kedua meningkat dan aku yakin nilai kebencian para pangeran lainnya juga akan ikut naik." Ucap Laren sambil tersenyum kecil
"Anda mengerti betul apa maksudku tuan." Ucap Lacey dengan senang