
"Pangeran, apakah saya boleh bertanya sesuatu?" Ucap Rayden sambil menoleh ke arah Laren.
"Hmm tanyakan saja." Balas Laren tanpa melihat Rayden sambil mengangguk perlahan.
"Kenapa pangeran tiba tiba ingin kembali ke istana pangeran? Apakah anda merasa tidak nyaman berada di istana utama? Atau apakah ada sesuatu yang ingin anda lakukan di istana pangeran?" Tanya Rayden penasaran.
"Tidak, aku hanya merencanakan sesuatu dan aku harus pergi ke istana pangeran terlebih dahulu untuk melaksanakan rencana itu." Balas Laren.
"Rencana? Rencana apa itu pangeran? Dan untuk apa?" Tanya Rayden penasaran.
"Aku akan menyampaikannya jika kita sudah sampai di istana pangeran."
Rayden pun hanya membalas ucapan Laren dengan anggukan, sebenarnya Rayden sangat penasaran dengan rencana yang di maksud oleh Laren.
Setelah beberapa saat perjalanan, sampailah Laren dan juga Rayden di istana pangeran itu. Sesampainya mereka di istana, Laren langsung di sambut oleh pengawal yang ada di situ.
"Hamba memberikan salam pangeran Laren." Ucap salah satu pengawal yang menghampiri Laren.
"Hmm." Balas Laren dengan singkat.
"Pangeran ada pesan yang di tujukan untuk anda, pesan ini di kirimkan oleh nona Liu Shang dari keluarga Liu." Ucap pengawal itu sambil menyerahkan surat yang di bawanya.
Liu Shang? Siapa dia? (Batin Laren)
"Baiklah, terima kasih kamu bisa pergi." Ucap Laren sambil menerima surat itu.
"Sama sama pangeran." Balas pengawal itu kemudian pergi meninggalkan Laren.
Laren pun menuju ke depan kediamannya kemudian membuka isi surat yang di berikan kepadanya tadi.
__ADS_1
Pangeran Laren, aku sudah mendengar tentang kabar kesembuhan pangeran Laren, dan aku senang mendengar hal itu. Aku ingin bertemu dengan pangeran Laren dan berbincang bincang dengan pangeran Laren, tidak tahu apakah pangeran Laren mau menghadiri undangan makan malam yang Liu Shang adakan besok atau tidak. Tapi Liu Shang sangat berharap untuk bertemu dengan pangeran Laren, jika pangeran Laren mau untuk hadir, tolong datang satu jam setelah matahari terbenam. Liu Shang. (Batin Laren sambil membaca pesan yang ada di tangannya)
"Rayden, siapa Liu Shang ini?" Tanya Laren kepada Rayden yang berada di sebelahnya
Rayden pun sempat terheran dengan pertanyaan yang di ajukan oleh Laren, Bagaimana Laren bisa melupakan Liu Shang?
"Pangeran, apakah anda benar benar melupakan nona Liu Shang?" Tanya Rayden dengan heran
"Ah.. I-iya... Seperti yang kamu tahu, setelah aku sembuh malam itu ada beberapa ingatan yang aku lupakan tentang semuanya." Ucap Laren dengan sedikit terbata bata
"Baiklah pangeran, Liu Shang adalah anak kedua dari keluarga Liu, dia adalah murid berbakat dari perguruan pedang. Dulu nona Liu dan juga pangeran berteman dekat, tapi karena alasan yang tidak di ketahui nona Liu tiba tiba menjauhi anda dan anda juga mengalami kejadian yang menyebabkan kaki anda terluka parah beberapa waktu yang lalu sehingga anda dan nona Liu tidak bertemu selama bertahun tahun." Ucap Rayden menjelaskan
Hmm sepertinya hubungan antara pangeran Laren yang asli dan juga nona Liu Shang ini sudah lama dan tidak biasa. (Batin Laren melamun)
"Pangeran," Panggil Rayden yang membuat Laren tersadar dari lamunannya.
"Iya?" Balas Laren tersadar dari lamunannya.
"Hmm, nona Liu mendengat tentang kabar kesembuhanku dan ingin mengajakku untuk datang dan makan malam di kediamannya besok malam." Ucap Laren menjelaskan isi surat yang ia baca
"Benarkah? Kalau begitu saya akan membantu anda untuk bersiap siap pangeran." Ucap Rayden dengan antusias
Aku yang diajak oleh Liu Shang, kenapa rasanya seperti Rayden yang sangat bersemangat untuk bersiap siap? (Batin Laren sambil mengamati Rayden)
Setelah sekian tahun pangeran tidak bertemu dengan nona Liu Shang, akhirnya nona Liu Shang mau bertemu dengan pangeran. Tidak tahu apakah pangeran akan merasa sangat senang saat ini, aku harus membantu pangeran untuk bersiap siap saat hendak menemui nona Liu Shang. (Batin Rayden sambil tersenyum tipis)
Kenapa Rayden tersenyum seperti itu tanpa alasan? Tidak seperti biasanya Rayden berperilaku seperti ini. Sebenarnya hubungan seperti apa yang ada di antara pangeran Laren dan juga nona Liu Shang ini? (Batin Laren sambil mengamati Rayden yang tersenyum tipis, dan terlihat seperti memikirkan sesuatu)
"Aku rasa kamu tidak perlu membantuku untuk bersiap siap Rayden."
__ADS_1
"Apa? Tapi kenapa pangeran?"
"Karena aku tidak akan pergi ke undangan yang di berikan oleh nona Liu Shang ini."
"Apa?!"
Bagaimana bisa pangeran menolak secara mentah mentah undangan langsung dari nona Liu Shang? Bukankah dulu pangeran Laren selalu dan sangat berharap untuk sering sering bertemu dengan nona Liu Shang? (Batin Rayden bingung)
Aku belum tahu jelas tentang nona Liu Shang ini, aku harus lebih fokus kepada latihan kultivasiku dan meningkatkan tingkatanku. Dengan cara itu aku baru mengetahui informasi informasi yang aku butuhkan. (Batin Laren)
"Mengapa pangeran tidak pergi ke kediaman keluarga Liu? Padahal yang mengundang pangeran adalah nona Liu Shang sendiri." Ucap Rayden terkejut dengan keputusan Laren
"Karena rencana yang aku katakan tadi, akan aku laksanakan besok dan mungkin selama dua hari. Jadi aku tidak mungkin bisa datang ke undangan nona Liu Shang." Balas Laren dengan enteng
Apa?! Bagaimana mungkin pangeran Laren sangat yakin dan tidak ada kesan ragu ragu sedikitpun saat menolak undangan dari nona Liu? (Batin Rayden dengan heran)
"Sebenarnya rencana apa yang pangeran buat sehingga dapat menolak undangan dari nona Liu Shang?"
"Aku ingin berlatih kultivasi dan meningkatkan kekuatanku." Balas Laren.
"Tapi pangeran saat ini anda sudah... Mencapai tingkat master dan itu sudah sangat tinggi pangeran, mengapa anda sangat buru buru untuk naik ke tingkatan selanjutnya?" Tanya Rayden dengan berbisik karena menyebutkan tingkatkan Laren
"Ada suatu alasan yang mendorongku untuk terus bertumbuh menjadi kuat Rayden, aku tidak bisa menunda hal itu." Balas Laren
"Tapi jika pangeran menolak undangan dari nona Liu bukankah pangeran akan mendapatkan masalah?"
"Masalah? Tapi kenapa?" Tanya Laren heran
"Nona Liu Shang adalah murid berbakat yang sangat di kagumi juga di segani banyak orang, baik di kediamannya maupun di sekte perguruannya. Jika pangeran menolak undangannya secara mentah mentah walaupun nona Liu tidak keberatan tapi bukankah keluarga dan murid seperguruannya tidak akan terima dengan ini?" Ucap Rayden menjelaskan dengan rinci
__ADS_1
Uhh sebenarnya perkataan Rayden tidak sepenuhnya salah, jika aku menolak undangan dari murid perguruan yang paling berbakat, bukankah aku bisa saja di serang oleh orang orang yang menyukainya karena tidak terima dengan perlakuanku? (Batin Laren merenung)