
"Tidak ada masalah pangeran, hanya saja saya takut jika pangeran akan lupa dengan janji pangeran dengan nona Liu Shang malam ini." Ucap Rayden.
"Hmm baiklah aku tidak lupa Rayden, lagi pula siapa yang sebenarnya ingin pergi menemui nona Liu Shang? Kenapa kamu sangat bersemangat seakan akan kamu yang menemui dia?" Ucap Laren dengan tatapan interogasi kepada Rayden.
"Tentu saja pangeran yang akan bertemu dengan nona Liu Shang, hamba tidak mungkin ingin bertemu dengan nona Liu Shang." Balas Rayden dengan yakin.
"Pangeran ngomong ngomong ke mana pangeran pergi pagi pagi sekali? Kenapa tidak memberi tahu saya jika anda ingin keluar dari istana?" Tanya Rayden penasaran.
"Aku hanya merasa bosan berada di istana ini terus menerus sehingga aku memutuskan untuk pergi keluar dan melihat lihat suasana di luar istana." Balas Laren menjelaskan.
"Kenapa pangeran tidak mengatakan kepada saya jika ingin keluar? Saya bisa menemani dan melindungi anda pangeran. Bagaimana jika ada yang mengetahui anda sebagai seorang pangeran dan ingin berusaha menyerang anda pangeran?" Ucap Rayden.
"Tidak apa, jangan khawatir. Aku menyamar sebagai warga desa biasa sehingga tidak ada yang mengenali diriku." Balas Laren.
"Tapi pangeran, jika anda hanya berjalan jalan di sekitar sini, mengapa anda pergi sangat lama? Hingga kembali melebihi tengah hari." Ucap Rayden penasaran.
"Yaa sebenarnya aku pergi ke... Kita bicarakan di dalam saja Rayden." Ucap Laren kemudian melangkah ke dalam kediamannya.
Rayden pun mengikuti langkah Laren di belakangnya dan ikut masuk ke ruangan pribadinya.
"Sebenarnya aku tadi hanya pergi ke pasar yang ada di dekat istana pangeran, kemudian secara tidak sengaja aku melihat seorang perampok dan seseorang yang mengejarnya." Ucap Laren mulai menjelaskan.
"Perampok? Kemudian apakah anda terluka pangeran?" Ucap Rayden sambil mengamati Laren.
"Aku tidak..." Ucapan Laren terpotong karena Rayden yang tiba tiba menyela dirinya.
"Pangeran bagaimana lengan anda bisa terluka? Saya akan mengobati luka anda terlebih dahulu." Ucap Rayden kemudian bergegas mengambil beberapa obat.
Setelah itu, Rayden pun mengobati luka Laren tanpa berkata sepatah kata pun, Laren juga tidak mengatakan apapun sehingga suasana menjadi hening.
"Pangeran bagaimana bisa luka anda terluka? Apakah ini karena perampok yang anda sebutkan tadi?" Tanya Rayden memecah suasana keheningan itu.
__ADS_1
"Tidak ini bukan karena perampok itu, ini karena perbuatan hewan hewan beast itu." Balas Laren.
"Hewan beast? Bagaimana bisa anda bertemu dengan hewan beast pangeran?" Ucap Rayden heran dengan ucapan Laren.
"Baiklah dengarkan aku dulu, aku akan menjelaskan semuanya." Ucap Laren.
Rayden pun hanya mengangguk atas ucapan Laren, kemudian Laren mulai menjelaskan semuanya.
"Tadi pagi aku merasa bosan sehingga aku memutuskan untuk keluar dari istana dan berjalan jalan di pasar yang berada di dekat istana kemudian tidak sengaja bertemu dengan perampok itu dan aku menangkapnya. Seseorang kemudian menghampiri perampok itu dan mengatakan jika dia yang telah di rampok. Kemudian aku berkenalan dengan orang tersebut." Ucap Laren menjelaskan.
"Berkenalan dengan orang tersebut? Apakah orang tersebut mengenali anda pangeran?" Tanya Rayden sedikit terkejut.
"Tidak aku mengubah sedikit tentang nama dan identitasku." Balas Laren.
"Jadi seperti itu pangeran, jika boleh tahu siapakah orang yang berkenalan dengan anda tuan?" Tanya Rayden penasaran.
"Dia mengatakan jika namanya adalah mu Xiaoyang. Aku tidak tahu apakah itu benar benar nama aslinya atau hanya sekedar nama samaran." Ucap Laren.
"Benar, apakah kamu mengenalinya Rayden?" Tanya Laren.
"Hamba tahu seseorang yang bernama Mu Xiaoyang tapi saya tidak tahu apakah mereka adalah orang yang sama atau tidak." Balas Rayden.
"Siapa Mu Xiaoyang yang kamu kenal Rayden?"
"Mu Xiaoyang yang saya kenal adalah tunggal putra dari raja Mu Qianshi, raja dari kerajaan Mu yang berada cukup jauh dari kerajaan Yun. Mereka memiliki hubungan yang tidak terlalu dekat dengan kerajaan Yun tapi kita juga tidak pernah mempunyai masalah dengan pihak mereka." Ucap Rayden menjelaskan.
"Apa? Pangeran? Bagaimana bisa pangeran Mu bisa datang ke kerajaan Yun bahkan tanpa pengawalan?" Tanya Laren penasaran.
"Mungkin saja pangeran Mu hanya ingin berkeliling di daerah sekitar kerajaan Yun sehingga menyamar sebagai rakyat atau pendatang baru. Sama seperti anda tadi pangeran, tapi bisa juga itu adalah orang biasa yang mungkin namanya memang mirip dengan pangeran Mu Xiaoyang." Ucap Rayden.
"Iya, kamu benar, kemungkinan itu bisa saja terjadi." Balas Laren sambil mengangguk perlahan.
__ADS_1
"Jika yang anda temui tadi benar benar pangeran Mu Xiaoyang, maka itu suatu kebetulan yang sangat jarang pangeran." Ucap Rayden.
"Hmm kamu benar."
"Lalu bagaimana anda bisa mendapatkan luka ini pangeran?" Tanya Rayden penasaran.
"Setelah berkenalan dengan Mu Xiaoyang, dia memberi tahuku tentang pertukaran batu sihir, aku tertarik saat mendengar sehingga mengikutinya untuk pergi ke tempat itu."
"Apa? Pertukaran batu sihir? Itu artinya anda pergi ke dalam hutan LingShao pangeran?" Ucap Rayden dengan terkejut.
"Benar, aku pergi ke dalam hutan LingShao dan berburu hewan hewan beast bersama dengan Mu Xiaoyang. Singkat cerita aku melakukan sedikit kesalahan saat kembali dari tengah hutan sehingga hewan beast itu dapat melukai lenganku." Ucap Laren menjelaskan.
Yaa sebenarnya cerita itu tidak singkat, mulai dari jebakan sampai bertemu dengan nona Xia Fei dan akhirnya keluar dari tengah hutan bersamanya. Tapi mungkin lebih baik jika Rayden tidak perlu mengetahui semua itu. (Batin Laren)
"Jadi seperti itu." Balas Rayden sambil mengangguk.
"Aku mendapatkan cukup banyak batu sihir, lain kali aku akan mencoba untuk memurnikannya. Sekarang aku ingin beristirahat." Ucap Laren.
"Baiklah pangeran silahkan anda beristirahat terlebih dahulu." Balas Rayden kemudian berdiri.
"Datanglah kemari saat matahari hendak terbenam, dan bantu aku untuk bersiap siap untuk menemui nona Liu Shang." Perintah Laren.
"Baik pangeran saya mengerti." Ucap Rayden kemudian melangkah pergi keluar.
Huft... Kenapa pangeran bisa sampai masuk ke dalam hutan LingShao? Untung saja pangeran hanya pergi ke pinggir hutan itu dan tidak pergi terlalu jauh. Jika sampai pangeran pergi lebih jauh dari hutan itu maka pangeran bisa saja masuk ke pinggir bahkan bisa saja masuk ke tengah hutan kematian. Aku khawatir jika ada formasi yang akan menjebak pangeran sehingga dia tidak keluar dari hutan itu. (Batin Rayden sambil berjalan menjauh dari ruangan Laren)
"Tuan." Ucap Lacey yang tiba tiba muncul di samping Laren.
"Hmm ada apa?" Tanya Laren tanpa menoleh ke arah Lacey.
"Tuan tau? Orang yang bernama Mu Xiaoyang yang anda temui tadi memiliki identitas yang tidak biasa tuan." Ucap Lacey.
__ADS_1
"Apa? Benarkah?"