Perjalanan Balas Dendam

Perjalanan Balas Dendam
Chapter 29


__ADS_3

"M-mohon maafkan saya ayahanda. Tapi apakah ayahanda tidak mendengar jika barusan Laren telah mengejek saya dan menuduh jika saya telah mengirimkan pembunuh bayaran untuknya." Ucap pangeran Stellan


Bagus. Mudah sekali terpancing haha. (Batin Laren sambil tersenyum tipis)


"Pangeran Stellan apa yang kamu katakan? Sedari tadi pangeran Laren duduk diam di tempatnya tanpa mengatakan sepatah kata apapun." Ucap sang raja


Apa? Jadi aku di bodohi lagi oleh Laren? Sialan jadi dia bisa mengirimkan telepati kepadaku tanpa di ketahui oleh yang lainnya. (Batin pangeran Stellan kesal)


"Tunggu, pangeran Stellan dari mana kamu tahu jika ada pembunuh bayaran yang menyerang Laren saat ia berada di desa timur kerajaan dan dalam perjalanan pulang? Aku bahkan tidak memberitahukan hal itu kepada siapapun dan sudah menyuruh beberapa pengawal agar tidak membahas hal itu dengan sembarangan. Bagaimana kamu bisa mengetahui semua informasi itu?" Ucap sang raja sambil memincingkan matanya dan menatap ke arah pangeran Stellan


Gawat! Aku terlalu terbawa emosi sehingga secara tidak sengaja mengungkapkan semuanya kepada ayahanda. Jika ayahanda tidak bisa mendengar perkataan Laren barusan itu artinya dia memang menggunakan telepati, dan hanya aku yang bisa mendengarkannya karena aku adalah orang yang di targetkan dirinya. (Batin pangeran Stellan).


"A-ayahanda, kabar ini... Saya dengar dari... Dari pengawal saya ayahanda." Ucap pangeran Stellan dengan terbata bata


"Pengawal?"


Jadi secara tidak langsung pangeran Stellan mengatakan jika dia mengutus orang untuk memata matai Laren, apakah kejadian pembunuh bayaran itu ada hubungannya dengan pangeran Stellan? (Batin sang raja)


"Benar, pengawal saya ayahanda." Ucap pangeran Stellan dengan mengangguk cepat


"Baiklah kalau begitu."


Karena yang mulia raja tidak memperpanjang masalah ini maka pangeran Stellan merasa lega, akan tetapi tidak lama kemudian Laren angkat bicara.

__ADS_1


"Mohon maaf kakak kedua, jika kakak mengutus beberapa pengawal untuk mengawasiku saat berada di desa itu, lalu kenapa saat para pembunuh bayaran itu muncul mereka hanya diam saja? Mengapa para pengawal kakak hanya diam saja saat para pembunuh desa itu membuat onar di desa timur kerajaan? Seharusnya kakak bisa memerintahkan mereka untuk membantuku bukan?" Ucap Laren


"I-itu... Aku..." Ucap pangeran Stellan terbata bata dan tidak dapat menjawab pertanyaan Laren


"Mereka sama sekali tidak membantuku saat aku di serang secara terang terangan di situ, jika mereka tidak membantuku saat melawan para pembunuh bayaran itu bisa saja mereka juga tidak setia padamu kak... Atau memang ada orang yang memiliki kuasa atas mereka dan menyuruh mereka untuk hanya mengawasi keadaan dan tidak menolongku walaupun aku mati. Apakah menurutmu seperti itu kak?" Ucap Laren sambil tersenyum tipis dan menatap pangeran Stellan yang panik


Laren sialan! Dia terus memojokkan diriku. (Batin pangeran Stellan dengan kesal)


"Ucapan pangeran Laren benar, mengapa mereka diam saja saat mengetahui ada pembunuh bayaran? Apakah mereka memang tidak setia terhadap diriku atau... Kamulah yang memang menyuruh mereka untuk tetap diam apapun resikonya." Ucap sang raja


"I-itu... Saya tidak tahu ayahanda, saya tidak tahu mengapa mereka diam saja saat Laren di serang oleh para pembunuh bayaran itu." Ucap pangeran Stellan dengan ketakutan dan gemetar


Baik, ini seru bukan kakak Stellan, mari kita lanjutkan. (Batin Laren sambil tersenyum miring)


"Kakak, aku tidak akan mempermasalahkan tentang mereka yang tidak membantuku saat aku di serang oleh para pembunuh bayaran itu, mungkin mereka berfikir jika aku dapat mengatasi para pembunuh bayaran itu sendirian. Tapi jika mereka diam saja tidak mungkin mereka akan membiarkan para pembunuh bayaran itu kabur bukan?" Ucap Laren sambil menatap pangeran Stellan yang telah ketakutan sejak tadi


"Maksudku adalah jika mereka diam saja pada saat ada pembunuh bayaran itu muncul, maka pembunuh bayaran itu akan menyerang para pengawal kakak terlebih dahulu untuk merahasiakan identitas asli mereka. Tapi buktinya setelah gagal membunuhku, para pembunuh bayaran itu hendak kabur begitu saja dan akhirnya aku membunuh mereka semua. Ini secara tidak langsung akan menimbulkan kecurigaan jika pengawal yang di utus oleh kakak mempunyai hubungan dengan para pembunuh bayaran itu... Atau memang kakak yang mengirimkan pembunuh bayaran itu." Ucap Laren menjelaskan secara panjang kepada semua orang yang ada di aula itu terutama kepada pangeran Stellan


"Itu... Itu... T-tidak mungkin aku yang mengirimkan pembunuh bayaran itu Laren." Ucap pangeran Stellan semakin panik


Sialan, tidak di sangka jika Laren bisa mengamati semuanya secermat ini. (Batin pangeran Stellan kesal)


"Pangeran Stellan, menurutku semua perkataan yang di katakan oleh pangeran Laren merupakan perkataan yang masuk akal, jadi tidak heran jika Laren mencurigai pangeran Stellan, semua kejadian ini telah menimbulkan kecurigaan yang cukup besar untuk kita semua. Untuk itu aku memutuskan untuk mengirimkan orang untuk menyelidiki masalah ini sampai selesai." Ucap sang raja

__ADS_1


Gawat! Jika sampai ayahanda menurunkan penyelidik kerajaan untuk menyelidiki masalah ini aku bisa tertangkap. Ayahanda pasti akan memberikan hukuman yang sangat berat kepadaku, bisa saja ayahanda menurunkan pangkatku sebagai calon putra mahkota dan semua rencanaku akan berantakan. (Batin pangeran Stellan dengan panik)


"Yang mulia, kasus ini biar saya saja yang mengurusnya." Ucap pangeran Abercio sambil berdiri tiba tiba


Pandangan semua orang pun tertuju pada pangeran Abercio, begitu juga dengan sang raja.


"Tidak, aku tidak akan mempercayakan kasus ini kepada siapapun, aku sendiri yang akan mengurus masalah ini." Balas sang raja


Apa? Tidak biasanya ayahanda mengurus masalah kerajaan secara langsung, apalagi ini hanya kasus yang sudah berlalu. (Batin pangeran Abercio dengan heran)


"Ayahanda, anda tidak perlu repot repot untuk mengurus masalah ini ayahanda, biar saya yang membantu ayahanda mengurusnya." Ucap pangeran Abercio berusaha menyakinkan sang raja


"Tidak, aku tetap tidak akan menyerahkan tanggung jawab ini kepada siapapun. Aku yang akan turun tangan langsung, aku tidak ingin mengulangi kata kataku." Ucap sang raja


"B-baik ayahanda." Ucap pangeran Abercio sambil kembali duduk


"Cukup untuk hari ini, kalian bisa kembali ke tempat kalian masing masing." Ucap sang raja


"Baik yang mulia, kalau begitu kami izin pamit." Ucap beberapa orang itu kemudian pergi meninggalkan ruangan tersebut


"Laren, kamu ikutlah denganku sebentar." Ucap sang raja kemudian melangkah keluar dari ruangan


"Baik ayahanda." Ucap Laren sambil mengikuti langkah sang raja di belakangnya

__ADS_1


Melihat sang raja pergi dengan Laren, kedua pangeran itu mendesak kesal, sedangkan pangeran Altezza hanya diam saja.


Sang raja mengajak Laren ke suatu tempat yang ada di istana itu, tepatnya di taman halaman belakang istana.


__ADS_2