Perjalanan Balas Dendam

Perjalanan Balas Dendam
Chapter 33


__ADS_3

Jenderal Zang mengamati daerah di sekitarnya dan melihat beberapa orang dengan pakaian hitam tergeletak tak bernyawa.


"Pangeran Laren, apakah baru saja ada penyerangan terhadap anda?" Tanya jenderal Zang sambil melihat mayat mayat yang tergeletak itu


"Benar, ada orang yang berusaha menghentikan perjalananku tadi. Beberapa orang sudah di bunuh, dan sebagian pemanah ada yang kabur." Balas Laren sambil mengangguk perlahan


"Maafkan saya karena datang terlambat dan tidak bisa membantu pangeran Laren."


"Tidak masalah jenderal Zang, hanya sekelompok orang kecil para pengawalku bisa mengatasinya." Ucap Laren


Sekelompok orang kecil? Yang aku lihat orang yang tergeletak di sini mempunyai aura paling tidak rata rata adalah tingkat menengah kelima. Tapi aku tidak bisa melihat kultivasi milik pangeran Laren, apakah dia tidak memiliki kultivasi? Atau... Dia mempunyai tingkatan yang cukup tinggi sehingga dapat menyembunyikan auranya. (Batin jenderal Zang)


"Baiklah kalau begitu, pangeran Laren mari kita lanjutkan perjalanan kita."


"Baiklah."


Lalu Laren pun naik ke keretanya dan jenderal Zang naik ke kuda miliknya, Laren dan juga para pengawalnya pun melanjutkan perjalanannya.


Kereta milik Laren berada di depan, sedangkan jenderal Zang berada di belakang untuk mengawasi dan menjaga Laren.


"Pangeran, saya akan menjaga anda dari belakang sedangkan pada pengawal saya akan berada di depan anda." Ucap jenderal Zang sambil menuju ke belakang kereta


"Baik jenderal Zang."


Saat jenderal Zang menuju ke belakang kereta Laren, ia melihat seseorang yang berbaju hitam tergeletak tak bernyawa di belakang kereta Laren.


Dia... Dia adalah pembunuh bayaran yang mempunyai kultivasi tingkat tinggi pertama. Bagaimana pangeran Laren bisa menghabisinya? Sedangkan aku tidak dapat merasakan aura tingkatan pangeran Laren, apakah dia yang membunuh pembunuh bayaran ini? Sepertinya tingkatan kultivasinya memang cukup tinggi. (Batin jenderal Zang)


"Jenderal Zang... Kita berangkat?" Ucap Laren yang melihat jenderal Zang sedang melamun


"T-tentu pangeran."


Jenderal Zang pasti sedang memperhatikan pembunuh bayaran dengan kultivasi tingkat tinggi itu. (Batin Laren)


"Sepertinya pengawal yang mengikuti pangeran Laren cukup kuat, aku tidak boleh sampai membuat masalah dengan pangeran Laren." Gumam jenderal Zang


Setelah dua jam perjalanan, sampailah mereka semua di istana kekaisaran.


Setelah Laren sampai, ia langsung di sambut oleh para pengawal yang ada di istana kekaisaran tersebut.


Laren pun turun dari keretanya dan salah satu pengawal menghampirinya.

__ADS_1


"Salam pangeran Laren, saat ini kaisar sedang ada urusan. Jadi pangeran bisa beristirahat terlebih dahulu, saya sudah menyiapkan tempat beristirahat untuk pangeran."


"Hmm baiklah. Jenderal Zang saya permisi."


"Baik pangeran."


Di lihat dari sifatnya, sepertinya pangeran Laren ini sangatlah sopan. (Batin jenderal Zang sambil melihat Laren yang melangkah menjauh)


Kemudian Laren pun beristirahat di kamar yang sudah di siapkan, begitu juga dengan Rayden.


"Pangeran saya berada di kamar sebelah sana, jika pangeran membutuhkan hamba pangeran hanya perlu memanggil nama hamba."


"Baiklah aku mengerti."


Setelah sekitar satu jam beristirahat, ada seseorang yang mengetuk pintu kamar Laren.


Mengetahui hal itu Laren pun segera bangkit dan membuka pintu tersebut untuk mengetahui siapa yang datang.


"Jenderal Zang?"


"Iya ini saya pangeran, pangeran urusan kaisar sudah selesai jadi pangeran bisa menemuinya sekarang. Saya akan mengatakan pangeran."


"Baiklah, aku akan bersiap siap. Mohon jenderal menunggu sebentar."


"Baik pangeran."


Mereka berdua pun pergi ke aula istana untuk menemui kaisar, dan kaisar juga beberapa menteri kekaisaran sudah berada di aula itu saat Laren datang.


"Hamba memberi hormat kepada yang mulia kaisar." Ucap Laren dan juga jenderal Zang


"Hmm kalian berdua berdirilah." Ucap kaisar sambil tersenyum


"Jenderal Zang terima kasih karena sudah menjemput dan mengantarkan pangeran Laren kemari." Ucap sang kaisar


"Dengan senang hati yang mulia." Ucap jenderal Zang sambil membungkuk


"Baiklah, kamu bisa duduk di tempatmu."


Jenderal Zang pun duduk di tempatnya sedangkan Laren masih berada di hadapan sang kaisar.


"Pangeran Laren, aku sangat menghargai kedatangan pangeran Laren kemari. Terima kasih karena pangeran sudah mau datang ke sini."

__ADS_1


"Yang mulia kaisar sudah mengundang saya untuk datang ke istana kekaisaran, maka saya tidak akan menolak permintaan kaisar. Walaupun jarak ribuan mil dan dalam kondisi yang sangat sulit, hamba akan tetap berusaha memenuhi keinginan kaisar." Ucap Laren sambil tersenyum


"Hahaha... Aku tau jika kemampuan bertarung dan kultivasi pangeran Laren sangat hebat, tapi aku tidak tahu jika mulutnya juga begitu manis." Ucap kaisar sambil tertawa kecil


Laren pun hanya tersenyum kecil saat kaisar memuji dirinya.


Melihat kaisar tertawa bahagia, semua menteri yang ada di situ juga ikut merasa senang karena akhir akhir ini mereka sangat jarang melihat kaisar tertawa.


Bukan tanpa alasan, akhir akhir ini kaisar jarang tersenyum karena adanya masalah negara yang menumpuk sehingga membebani kaisar.


Tapi kini, ada orang yang bisa membuat kaisar tersenyum bahkan tertawa bahagia, mereka semua lega sekali.


Tidak lama setelah itu, ada seorang pengawal yang tiba tiba masuk ke aula tersebut.


"Hamba memberikan salam kepada yang mulia, mohon maaf menggangu waktu yang mulia. Tapi ada masalah yang harus segera di tangani oleh kaisar." Ucap pengawal itu sambil membungkuk


Mendengar hal itu, senyum dan tawa pun seketika luntur, ia pun menghela nafas panjang kemudian menjawab pengawal tersebut.


"Huft... Baiklah. Pangeran Laren aku minta maaf sekali ada urusan yang harus aku selesaikan jadi bisakah pangeran menunggu sebentar?"


"Tentu saja yang mulia, hamba akan setia menunggu kaisar kapanpun." Ucap Laren sambil menatap kaisar dan tersenyum


Hal itu berhasil mengembalikan senyum sang kaisar yang awalnya berekspresi datar setelah mendengar ucapan pengawal itu.


"Haha baiklah aku tau mulutmu memang yang paling manis pangeran Laren. Setelah perjalanan yang panjang mungkin pangeran lelah, kamu beristirahatlah terlebih dahulu."


"Baik yang mulia." Balas Laren


"Kasim Han, siapkan kamar yang nyaman dan terbaik untuk pangeran Laren. Pastikan pangeran Laren merasa nyaman berada di istana ini." Perintah sang kaisar


"Baik yang mulia. Hamba akan memastikan pangeran Laren nyaman berada di istana kekaisaran."


"Terima kasih atas kebaikan yang mulia kaisar." Ucap Laren


"Baiklah, aku harus pergi. Jika kamu tidak ingin beristirahat maka kamu bisa berkeliling di istana kekaisaran ini." Ucap sang kaisar sambil beranjak dari singgasananya dan menepuk pundak Laren


"Baik kaisar."


Kaisar pun pergi meninggalkan aula tersebut, kemudian ada salah satu kasim yang menghampiri Laren.


"Pangeran silahkan ikuti saya untuk menuju ke kamar anda." Ucap kasik itu

__ADS_1


"Hmm baiklah."


Laren pun keluar bersama dengan kasik tersebut dan menuju ke suatu tempat.


__ADS_2