Perjalanan Balas Dendam

Perjalanan Balas Dendam
Chapter 78


__ADS_3

Laren pun menunggu sambil mengamati Lacey yang sedang menggeser layar sistem itu mencari barang yang cocok untuk Laren.


"Ini dia tuan." Ucap Lacey sambil menunjukkan suatu botol di tangannya.


"Apa itu? Apa gunanya untukku?" Tanya Laren sambil mengamati botol itu.


"Ini sebenarnya berisi pil pengubah wujud, tapi ini bubuk dari pil itu sehingga anda akan lebih mudah dalam menggunakannya tuan." Ucap Lacey menjelaskan.


"Benarkah? Apakah itu benar benar bisa mengubah wujud Xiao Ying?" Ucap Laren terkejut.


"Benar tuan, bubuk pil ini dapat mengubah harimau salju bersayap itu menjadi seekor harimau biasa. Akan tetapi itu tidak akan mengubah kekuatan dan kecepatan kultivasinya tuan." Ucap Lacey menjelaskan dengan rinci.


"Baiklah aku mau barang ini, ini akan sangat berguna bagi Xiao Ying." Balas Laren dengan senang.


"Boleh saja tuan, tapi barang ini tidaklah gratis, ada harga yang harus anda bayar tuan." Ucap Lacey sambil menatap Laren.


"Apa? Dengan apa aku harus membayar barang itu?" Tanya Laren dengan heran.


"Sebelumnya anda telah menyelesaikan misi sampingan yaitu dengan membantu ibu dari harimau salju bersayap ini dan membunuh beruang yang bertarung dengan harimau itu. Anda telah mendapatkan poin dari menyelesaikan misi sampingan itu tuan." Ucap Lacey menjelaskan.


"Benarkah? Berapa banyak aku mendapatkan poin itu? Lalu berapa banyak harga yang harus aku bayar untuk bubuk pil yang ada di tanganmu itu?" Tanya Laren penasaran.


"Sebelumnya anda telah mendapatkan 500 poin, dan harga yang harus anda bayar untuk mendapatkan bubuk pil ini adalah 100 poin tuan. Apakah anda ingin membelinya?" Balas Lacey.


"Tentu saja, aku harus menyamarkan identitas asli Xiao Ying. Tidak boleh ada orang yang tahu tentang Xiao Ying kecuali aku dan juga Rayden." Balas Laren yakin.


"Baik kalau begitu sekarang poin anda tersisa 400 poin dan anda mendapatkan bubuk pil ini tuan, silahkan." Ucap Lacey sambil memberikan botol berisikan bubuk pil itu kepada Laren.


Laren pun menerima botol itu dan mengamatinya, karena penasaran ia pun membuka botol tersebut dan melihat isinya.


Tidak ada bau yang tercium dari dalam botol itu sehingga membuat Laren bertanya tanya.


"Kenapa bubuk pil ini tidak mempunyai aroma layaknya pil pil yang lainnya?" Tanya Laren sambil menatap Lacey yang berada di sebelahnya.

__ADS_1


"Benar tuan, karena ini sudah sangat murni sehingga tidak ada aroma ataupun rasa saat di gunakan. Akan tetapi bubuk pil ini sangat manjur untuk mengubah penampilan harimau salju bersayap itu." Balas Lacey dengan yakin.


"Hmm jadi seperti itu, lalu bagaimana aku menggunakan ini dan bagaimana caranya aku memberikan bubuk pil ini kepada Xiao Ying." Balas Laren.


"Anda bisa langsung memberikannya kepada Xiao Ying, dan anda juga bisa mencampurkan bubuk pil ini kepada makanan atau minuman yang akan di minum oleh Xiao Ying agar lebih memudahkan anda tuan." Ucap Lacey menjelaskan.


Laren pun balas mengangguk atas ucapan Lacey tersebut, setelah beberapa saat mengobrol dengan Lacey, Laren pun memutuskan untuk beristirahat.


Sebelum beristirahat ia membuat sebuah perisai di depan pintu goa agar tidak ada siapapun yang bisa masuk dan membahayakan mereka semua.


Setelah selesai, Laren pun langsung beristirahat di dekat Xiao Ying yang sedang tertidur pulas.


Akan tetapi saat Laren baru saja berbaring di samping Xiao Ying, harimau itu tiba tiba saja membuka matanya dan berdiri.


Laren pun terheran karena Xiao Ying yang tiba tiba terbangun, setelah Xiao Ying berdiri ia menghampiri Laren dan masuk ke pelukan Laren.


Setelah itu harimau kecil itu kembali tertidur di pelukan Laren dengan pulas.


Haha harimau kecil yang sangat lucu, kau sangat mirip dengan harimauku di duniaku sebelumnya, Ying. (Batin Laren sambil mengelus kepala Xiao Ying)


Bagaimana bisa aku tertidur sampai dini hari? Aku seharusnya bergantian berjaga dengan pangeran Laren. Pangeran pasti sangat kelelahan. (Batin Rayden bangun kemudian melihat Laren yang tertidur dengan Xiao Ying di pelukannya)


Setelah bangun, Rayden memutuskan untuk keluar dan mengecek daerah di sekitarnya. Akan tetapi dia tidak bisa keluar dari dalam goa tersebut.


Apa yang terjadi? Kenapa aku tidak bisa melewati mulut goa ini? (Batin Rayden sambil terus berusaha keluar dari goa itu)


Setelah beberapa saat mencoba keluar dan tetap tidak berhasil, Rayden merenung sebentar untuk berfikir apa yang membuatnya tidak bisa keluar dari dalam goa itu.


"Kenapa aku tidak bisa keluar? Apakah ada gelombang energi yang menutup mulut goa ini? Siapa yang memasangnya? Apakah sengaja untuk menjebakku dan juga pangeran Laren?" Gumam Rayden bertanya tanya.


Setelah itu Rayden berusaha untuk menghancurkan gelombang energi itu dengan kultivasinya, tapi setelah beberapa kali percobaan ia belum bisa memecahkan gelombang itu.


Saat Rayden sedang mencari cara untuk memecahkan gelombang energi itu, tiba tiba ada sebuah tangan yang menepuk pundaknya dari belakang.

__ADS_1


"Siapa kamu?" Ucap Rayden yang langsung menyerang orang di belakangnya dan mengarahkan pedangnya ke leher orang tersebut.


"Apa yang kamu lakukan Rayden? Ini aku."


Setelah mengetahui siapa yang ada di belakangnya, Rayden pun menarik pedangnya.


"Pangeran? Maafkan saya pangeran. Saya kira itu orang lain." Balas Rayden sambil membungkuk dan kemudian memasukkan pedangnya kembali.


"Apa yang sedang kamu lakukan?" Tanya Laren penasaran.


"Ada seseorang yang telah membuat gelombang energi yang menutup mulut goa ini dan menghalangi kita untuk keluar pangeran." Balas Rayden.


"Hmm kamu benar, apakah kamu bisa memecahkannya Rayden?" Tanya Laren.


"Akan saya usahakan pangeran. Mohon pangeran jangan terlalu dekat."


Laren pun menuruti apa kata Rayden dan mundur beberapa langkah kemudian duduk dengan menjaga jarak dari Rayden.


Setelah berkali kali percobaan, akhirnya Rayden bisa menerobos keluar dan melewati gelombang energi itu.


"Pangeran, saya sudah berhasil keluar. Saya akan berusaha untuk memecahkan gelombang energi itu agar anda dan juga Xiao Ying bisa keluar." Ucap Rayden dari luar goa.


Mendengar suara yang di rasa cukup ribut, Xiao Ying pun terbangun dan menghampiri Laren yang duduk tidak jauh darinya.


Grr


"Ying, kamu sudah bangun?" Ucap Laren sambil mengelus kepala Xiao Ying.


Setelah melihat Xiao Ying, Laren teringat kepada botol berisi bubuk pil yang di berikan oleh Lacey kemarin.


Laren segera mengambilnya kemudian menuangkan sedikit bubuk itu di telapak tangannya.


"Ying, aku punya sesuatu untukmu. Makanlah ini." Ucap Laren sambil menyodorkan tangannya yang terdapat bubuk pil itu.

__ADS_1


Xiao Ying pun langsung menjilati tangan Laren dan memakan bubuk pil yang ada di tangan Laren tersebut hingga tidak tersisa.


__ADS_2