
Laren pun langsung menyerang beruang coklat yang tadinya sedang bertarung melawan harimau salju bersayap itu.
Beruang coklat itu memiliki kekuatan yang setara dengan master kedua, sehingga Laren masih bisa menangani hewan tersebut.
Laren menyerang beruang itu tanpa memperdulikan harimau salju yang berada di belakangnya dan fokus pada beruang tersebut.
Laren bertarung cukup lama dengan beruang tersebut karena pertahanannya yang sangat kuat sehingga Laren masih belum menemukan kelemahan beruang tersebut.
"Cih aku sudah bertarung dengan beruang ini cukup lama, dan sampai sekarang aku masih belum menemukan kelemahannya. Jika aku lanjut bertarung seperti ini maka aku akan kehabisan tenagaku." Gumam Laren sambil melawan beruang tersebut.
Saat Laren sedang kebingungan, ia mencoba untuk berkonsentrasi dan melakukan telepati kepada Rayden yang berada cukup jauh dengannya.
'Rayden, apakah kau bisa mendengarku?' Tanya Laren melalui telepatinya.
'Bisa pangeran, apakah anda memerlukan bantuan?' Balas Rayden.
'Aku sudah menyerang beruang ini cukup lama, tapi aku masih belum menemukan titik kelemahannya. Apakah kamu tau di mana letak kelemahan beruang ini?'
'Ini... Saya kurang tau pangeran, saya akan berusaha untuk mengingat ingat di mana letak kelemahan beruang ini.'
'Baiklah lakukan dengan cepat, aku sudah mulai kehabisan tenaga.'
'Baik pangeran.'
Rayden pun mengingat ingat kembali tentang bagaimana cara melawan beruang itu dan di mana letak kelemahannya.
Sedangkan Laren masih melawannya dengan menggunakan sebagian kekuatannya agar tidak memancing kekuatan phoenixnya.
Apa kelemahan beruang ini? Dahulu saat aku berlatih dengan ketua utama, dia bilang jika bertemu dengan beruang ini maka usahakan untuk menghindar darinya. Kecepatannya dalam mengejar sangat lemah, tapi pertahanannya sangat kuat, itu alasannya ketua utama selalu memintaku untuk menjauh dari beruang ini. (Batin Rayden berfikir keras)
"Tidak bisa! Tidak bisa terus seperti ini, sepertinya aku memang harus menggunakan kekuatan phoenix."
Laren pun menggunakan kekuatannya, San dalam seketika ia sudah bisa membunuh beruang itu dalam satu serangan.
Kini kepala beruang itu telah di lubangi oleh Laren dan langsung mati di tempatnya.
__ADS_1
"Huh, sudah membuatku mengeluarkan kekuatan phoenix kini malah mati dengan mudah. Aku akan memakan dagingmu nanti!" Gumam Laren di depan mayat beruang coklat tersebut.
Saat Laren sedang melihat mayat beruang itu, tiba tiba ada suara geraman di belakang Laren.
Hal itu sepontan membuat Laren penasaran sekaligus waspada akan suara hewan tersebut.
Laren pun membalikkan badannya ke belakang secara perlahan dan melihat dari mana asalnya suara tersebut.
Laren sangat terkejut saat mendapati harimau putih besar berdiri di hadapannya dan menatapnya dengan tajam.
Astaga! Kenapa aku bisa sampai lupa jika di belakangku tadi ada seekor harimau buas yang memiliki kekuatan setingkat kaisar kedua? Apakah aku masih bisa kabur sekarang? (Batin Laren terkejut karena harimau tersebut berjarak hanya beberapa cm darinya)
Gawat! Pangeran! (Batin Rayden yang kemudian langsung berlari dengan cepat menghampiri Laren berada)
Laren hendak melarikan diri dari tempat tersebut, tapi tiba tiba muncul gelombang energi yang berasal dari sekitar wilayah tersebut.
Entah gelombang apa yang tiba tiba muncul barusan, tapi gelombang itu membuat Laren yang hendak melarikan diri membeku di tempatnya.
Begitu juga dengan Rayden, ia hendak mendekat ke arah Laren untuk menyelamatkannya tapi ia tiba tiba ikut membeku di tempatnya.
Apa... Apa yang terjadi kepadaku? Kenapa aku tidak bisa bergerak? Gelombang apa itu sebenarnya? (Batin Laren bertanya tanya)
Sial! Apakah aku akan mati di sini dan di dunia ini? Apakah aku tidak bisa membalaskan dendamku di duniaku sebelumnya? (Batin Laren panik sekaligus pasrah)
"Manusia, kamu jangan khawatir. Nyawamu aman, aku tidak akan menyakitimu." Ucap seseorang kepada Laren.
Laren pun menoleh ke arah suara tersebut berasal dan sangat terkejut saat mengetahui dari mana suara itu berasal.
"K-kau? Kau berbicara barusan?" Tanya Laren sambil menatap sesuatu di depannya.
"Benar, aku yang berbicara, dan hanya kamu yang dapat mendengar suaraku."
"B-bagaimana bisa kamu berbicara?" Tanya Laren heran sekaligus terkejut saat berbicara dengannya.
"Aku adalah hewan yang paling istimewa di hutan kematian ini, dan seperti yang kamu tau hutan ini bukanlah hutan biasa. Ada banyak rahasia yang tersimpan rapat rapat di hutan ini."
__ADS_1
"Tapi aku tidak pernah mendengar jika ada hewan beast yang bisa berbicara sepertimu." Balas Laren.
"Kamu benar, ini adalah salah satu rahasia yang ada di hutan ini. Aku tidak mempunyai banyak waktu, aku ingin kamu membantuku, manusia!"
"Apa? Apa maksudmu?" Tanya Laren penasaran.
"Sekarang aku sedang terluka parah, dan setelah mengeluarkan gelombang barusan dan berbicara padamu sekarang itu sangat mengeluarkan banyak tenaga."
"Apa yang bisa aku lakukan untuk membantumu?" Tanya Laren.
"Aku ingin kau menjaga dia."
Harimau salju itu membawa seekor bayi harimau salju bersayap di depan Laren, dan menunjukkannya pada Laren.
"Dia? Kenapa kamu sangat percaya jika aku bisa merawatnya? Apakah kamu tidak takut jika aku akan menyakitinya atau menelantarkannya?" Tanya Laren sambil menatap harimau salju bersayap itu.
"Tidak banyak manusia yang berani membantuku dan juga tulus membantu, tapi saya kamu menyelamatkanku tadi, aku sudah melihat ketulusan hatimu manusia. Aku akan mempercayakan anakku kepadamu, apalagi setelah aku melihat jika kamu adalah keturunan dari klan phoenix legendaris."
Laren merenung sebentar saat mendengar ucapan dari harimau salju bersayap itu dan berfikir apa yang akan di lakukan olehnya selanjutnya.
"Manusia! Aku tidak punya banyak waktu, jika kamu menolakku maka aku akan membawamu mati bersamaku." Ucap harimau salju bersayap itu sambil menatap tajam Laren.
Bukankah kau sebelumnya meminta bantuanku? Kenapa kau sekarang menjadi mengancamku? (Batin Laren)
"Baiklah, aku akan merawatnya dan aku berjanji akan melindunginya dengan baik." Balas Laren sambil menggendong bayi harimau salju bersayap itu.
"Terima kasih atas bantuanmu manusia, anakku akan membantumu di masa depan kelak. Latihlah dia bersamamu dan dia akan menjadi pelindungmu yang sangat kuat."
Laren pun balas mengangguk atas ucapan harimau salju itu, setelah mengatakan itu semua gelombang tadi menghilang.
Begitu juga dengan nyawa harimau itu, dia mati saat gelombang itu menghilang dan meninggalkan anaknya bersama dengan Laren.
"Pangeran!"
Rayden yang sudah bisa bergerak langsung berlari dengan cepat menghampiri Laren yang berada tidak jauh darinya.
__ADS_1
"Pangeran apakah anda baik baik saja?" Tanya Rayden dengan khawatir.
"Aku baik baik saja." Balas Laren sambil mengangguk.