Perjalanan Balas Dendam

Perjalanan Balas Dendam
Chapter 42


__ADS_3

Keesokan harinya Laren bangun pagi pagi sekali dan bergegas untuk membersihkan diri.


Setelah selesai, Laren pergi ke luar dari kediamannya kemudian memanggil Rayden.


"Rayden," Panggil Laren.


"Hamba di sini yang mulia, apakah ada perintah?" Ucap Rayden yang baru saja muncul di depan Laren.


Kaisar memiliki kemampuan yang sangat hebat, dan keluarga kaisar tidak begitu muncul di dunia luar. Aku ingin tahu bagaimana orang lain melihat kaisar, aku akan mulai pada Rayden dan mencari tahu bagaimana pandangan menurutnya kepada kaisar. (Batin Laren)


"Rayden, apakah kamu mengetahui sesuatu tentang kaisar?" Tanya Laren secara terus terang.


"Kaisar? Hamba tidak tahu terlalu banyak pangeran tentang kaisar pangeran." Balas Rayden.


"Tidak apa, katakan semua yang kamu tahu."


"Baik, silahkan pangeran ingin bertanya apa, saya akan menjawab sesuai dengan apa yang saya ketahui."


"Bagaimana kaisar bisa menduduki tahtanya saat ini?" Ucap Laren mulai bertanya kepada Rayden.


"Biasanya kaisar terdahulu akan menurunkan tahtanya kepada keluarga inti dari keluarga kaisar tersebut, sebelum di pilih menjadi kaisar beberapa orang pemuda yang di calonkan akan mengikuti seleksi yang sangat ketat. Jika dalam keluarga inti itu semua pemuda yang di calonkan tidak dapat memenuhinya maka tidak akan ada yang bisa menjadi kaisar yang berasal dari keluarga inti." Ucap Rayden menjelaskan dengan panjang.


"Jika tidak ada yang bisa lolos dalam seleksi untuk menjadi kaisar itu, lalu siapa yang menjadi kaisar?" Tanya Laren penasaran.


"Jika dalam keluarga inti tidak ada yang bisa menyelesaikan syarat syarat dan seleksi yang di adakan oleh kerajaan kekaisaran maka orang yang bukan keluarga inti mendapatkan kesempatan untuk melakukan seleksi itu jika memenuhi syarat." Ucap Rayden kembali menjelaskan.


"Bukan keluarga inti? Apakah orang asing dari manapun bisa mengikuti seleksi menjadi kaisar itu?" Tanya Laren penasaran.


"Bukan pangeran, orang yang bukan berasal keluarga inti artinya pemuda pemuda yang masih mempunyai darah keluarga kaisar sebelumnya. Akan tetapi bukan pemuda yang dilahirkan oleh kaisar dan juga permaisuri kaisar." Ucap Rayden menjelaskan.

__ADS_1


Laren pun mengangguk mengerti atas ucapan Rayden.


"Jika... Ada kemungkinan paling kecil yaitu pemuda dari keluarga inti dan juga pemuda yang mempunyai darah dari kaisar, siapa yang akan menjadi kaisar selanjutnya?"


"Jika ada hal seperti itu, maka orang asing dari daratan manapun yang memenuhi syarat bisa mengikuti seleksi ini pangeran." Balas Rayden menjelaskan dengan rinci.


"Hmm jadi seperti itu." Balas Laren sambil mengangguk ngangguk.


"Jika saya boleh tahu, mengapa anda menanyakan hal ini pangeran?" Tanya Rayden


"Tidak apa, beberapa hari yang lalu aku bertemu dengan yang mulia kaisar sehingga aku hanya ingin tahu." Balas Laren.


"Pangeran ada yang ingin saya tanyakan kepada pangeran."


"Hmm katakanlah, ada apa?"


"Saat dalam perjalanan menuju ke kerajaan kekaisaran kita di serang oleh beberapa pembunuh bayaran yang cukup kuat. Tapi yang saya ketahui mereka hanya dalam tingkat menengah kelima, dan saya juga hanya merasa jika membunuh pembunuh bayaran dengan tingkat itu. Tapi saat saya sedang berjalan jalan di taman istana kekaisaran saya secara tidak sengaja bertemu dengan jenderal Zang, dan jenderal Zang mengatakan jika ada pembunuh bayaran dengan tingkat tinggi pertama yang berada di belakang kereta anda, apakah anda yang membunuhnya pangeran?" Tanya Rayden.


Ya memang benar aku yang membunuhnya, tapi aku sengaja tidak mengatakan hal itu kepada Rayden agar dia tidak bertanya apapun. Tapi tidak di sangka dia malah tetap mengetahuinya melalui jenderal Zang. (Batin Laren)


"Hmm benar, aku yang membunuhnya. Kamu tidak mengetahui hal itu karena kamu sedang melawan pembunuh bayaran yang ada di depan keretaku." Ucap Laren menjelaskan setelah ia merenung sejenak.


"Jadi seperti itu, tapi hamba sama sekali tidak mengetahui jika pangeran keluar dari kereta. Kapan pangeran keluar dari kereta dan membunuh pembunuh bayaran itu?" Ucap Rayden sambil menatap Laren.


Sudah aku duga, Rayden akan banyak bertanya tentang hal ini. Ini alasannya akan tidak memberitahu Rayden tentang hal ini. Lagipula ini adalah hal yang tidak penting. (Batin Laren)


"A-aku... Aku menggunakan ilmu kultivasi untuk membunuhnya." Balas Laren sambil sedikit terbata bata.


"Baiklah kalau begitu yang mulia pangeran." Balas Rayden sambil mengangguk.

__ADS_1


Tapi untuk membunuh pembunuh bayaran dengan tingkat tinggi di butuhkan setidaknya tingkat kultivasi yang cukup kuat, sehingga beberapa orang di sekitarnya dapat menyadari aura milik orang tersebut. Tapi selama aku melawan orang orang itu di depan kereta aku tidak merasakan aura milik siapapun apalagi aura milik pangeran Laren, sebenarnya bagaimana pangeran Laren membunuh pembunuh bayaran itu dengan waktu yang singkat? (Batin Rayden merenung setelah mendengar ucapan dari Laren)


Rayden pun mengangguk atas jawaban Laren, saat Laren dan juga Rayden sedang mengobrol ada salah satu pengawal yang menghampiri mereka bersama dengan seseorang.


"Salam pangeran Laren, yang mulia raja datang untuk mengunjungi anda pangeran." Ucap pengawal itu sambil membungkuk ke arah Laren.


Kemudian di belakang pengawal itu terdapat seseorang dengan pakaian berwarna kuning mewah dan juga beberapa pengawal mengikutinya.


"Hamba memberikan salam kepada ayahanda/ Hamba memberikan salam kepada yang mulia raja." Ucap Laren dan juga Rayden sambil membungkuk saat sang raja berjalan ke arah mereka.


"Hmm." Balas sang raja dengan singkat.


"Hamba izin pergi terlebih dahulu yang mulia, silahkan mengobrol dengan pangeran Laren." Ucap Rayden, kemudian di balas anggukan oleh sang raja.


Rayden pun pergi meninggalkan Laren dan juga sang raja agar mereka dapat mengobrol dengan bebas tanpa ada orang lain.


"Pangeran Laren, mari kita mengobrol sambil berjalan jalan." Ucap sang raja sambil melangkah ke tempat lain.


"Baik ayahanda." Balas Laren mengangguk sambil mengikuti langkah sang raja di belakangnya.


"Laren, kamu saat ini sudah sembuh dan juga kini kamu sudah bisa untuk berlatih bela diri dan juga seni kultivasi." Ucap sang raja mulai membuka pembicaraan.


Sang raja langsung secara terus terang mengatakan hal ini, apakah ada sesuatu yang ingin dia perintahkan untukku? (Batin Laren merenung sejenak)


"Ayahanda benar, apakah ada sesuatu yang ayahanda ingin Laren lakukan?" Tanya Laren.


Memang seorang anak yang sangat peka, dia bahkan sudah mengerti maksud ku saat aku baru sedikit saja memancing dirinya. (Batin sang raja sambil menatap Laren)


"Benar, ada sesuatu yang harus kamu lakukan untukku dan aku sudah menyiapkan semuanya untuk kamu Laren." Ucap sang raja sambil mengangguk ngangguk.

__ADS_1


"Baik, Laren siap menerima apapun ayahanda. Apa yang harus Laren lakukan ayahanda?" Tanya Laren sambil menatap raja.


Sesuai dugaanku, sebenarnya apa yang ingin di katakan oleh sang raja? (Batin Laren)


__ADS_2