
"Anda bisa memetik bunga ini bersama dengan batangnya tuan, dan untuk berjaga jaga sebaiknya anda menggunakan ilmu kultivasi anda untuk mengambilnya dan tidak menggunakan tangan langsung." Ucap Lacey menjelaskan.
"Hmm baiklah kalau begitu."
Laren pun mengikuti apa kata Lacey dengan memetik bunga itu menggunakan ilmu kultivasinya dan mengambilnya berserta barangnya.
"Tuan, jika boleh tahu untuk apa kegunaan bunga ini tuan?" Tanya Lacey.
"Aku akan menggunakan bunga ini untuk memancing para hewan hewan beast itu agar datang dan memasuki jebakan dariku. Sehingga aku tidak perlu berjalan terlalu jauh untuk mencari mereka lagi." Balas Laren menjelaskan.
"Baik tuan."
Laren dan dengan bantuan Lacey pun mengumpulkan tanaman tanaman yang memiliki duri dan juga tanaman yang memiliki racun untuk membuat jebakan untuk hewan hewan beast itu.
Setelah selesai mengumpulkan beberapa tanaman berduri serta mengandung racun, Laren pun kembali ke tempat Mu Xiaoyang berada.
"Saudaraku aku kembali." Ucap Laren menghampiri Mu Xiaoyang.
"Oh tidak di sangka kamu akan benar benar kembali dengan nyawa yang masih utuh saudaraku." Ucap Mu Xiaoyang sambil berdiri setelah duduk cukup lama karena menunggu Laren.
"Jika aku tidak kembali hidup hidup, bukankah kamu juga tidak akan bisa keluar dari sini saudaraku." Ucap Laren dengan santai.
"Uh sepertinya yang kamu katakan itu benar. Ngomong ngomong apa saja yang kamu bawa itu saudara Xiao? Kenapa begitu banyak tanaman berduri?" Ucap Mu Xiaoyang sambil menatap Laren yang sedang menata tanaman tanaman itu.
"Ini adalah alat yang akan kita gunakan untuk menjebak hewan hewan beast itu dan bisa membunuhnya dalam sekali gerakan." Ucap Laren menjelaskan.
"Dalam sekali gerakan? Apakah kamu yakin?" Tanya Mu Xiaoyang ragu dengan ucapan Laren.
__ADS_1
"Tentu saja, aku akan membuktikannya kepadamu." Balas Laren.
Kini Laren pun mondar mandir untuk menyiapkan dan menata semua tanaman tanaman berduri itu.
Sebagian besar di sembunyikan di semak semak, dan menaruh suatu tali di tengah tengah yang akan di gunakan menarik semua tanaman yang sudah di sembunyikan di semak semak.
Setelah beberapa saat menata, menyiapkan, dan menyembunyikan tanaman tanaman itu kini Laren menghampiri Mu Xiaoyang yang sedari tadi memperhatikannya.
"Di mana kamu menyembunyikan semua tanaman tanaman berduri dan tanaman beracun itu tuan Xiao?" Tanya Mu Xiaoyang penasaran.
"Aku menyembunyikan di sekitar sini, sekarang pertunjukan yang bagus akan segera di mulai. Pegang bunga ini dan buka kelopaknya kemudian lemparkan ke sana." Ucap Laren memberikan bunga yang tadi ia ambil kepada Mu Xiaoyang.
Mu Xiaoyang yang tidak mengetahui jenis bunga itu pun langsung menuruti apa kata Laren tanpa mempertanyakannya lagi.
Tidak lama setelah bunga itu di lemparkan, serbuk bunga menebar di sekitar tali tegang yang di letakkan oleh Laren tadi.
Tidak hanya itu, nah dari bunga tersebut juga mulai muncul dengan sangat menyengat dan bahkan bisa di cium dari jarak ratusan kilometer.
"Apa yang terjadi? Mengapa tiba tiba ada getaran seperti ini?" Ucap Mu Xiaoyang sambil berusaha tetap seimbang saat getaran itu terjadi.
"Tenang saja saudaraku, ini hanya pembukaan untuk pertunjukan selanjutnya." Balas Laren sambil menyeringai.
Mu Xiaoyang yang melihat Laren menyeringai mendadak merasa merinding dan merasa sedikit panik karena khawatir akan terjadi sesuatu yang besar.
Benar saja, kini di hadapan mereka berdua terdapat satu kelompok hewan hewan beast dengan tingkat kultivasi yang tidak rendah.
Mereka semua kini tengah menuju ke arah Laren dan juga Mu Xiaoyang, sebagian besar hewan yang ada di kelompok itu adalah kadal berkulit baja dengan tingkat kultivasi yang paling rendah adalah prajurit tingkat tinggi keenam.
__ADS_1
Mata Mu Xiaoyang pun langsung membelalak saat melihat kumpulan hewan hewan beast itu datang ke arah mereka.
"Apa? Bagaimana bisa datang sekelompok hewan hewan beast dengan tingkat yang sangat tinggi secara bersama sama seperti ini?" Ucap Mu Xiaoyang terkejut dengan pemandangan mengejutkan di depannya itu.
"Saudaraku, bunga yang barusan kamu buka kelopaknya dan juga kamu lempar ke arah tali yang aku pasang tadi di namakan bunga Hizhao. Bunga itu memiliki bau dan serbuk bunga yang sangat di minati oleh para hewan hewan beast itu. Kamu telah memancing mereka dengan melempar bunga itu dan menebarkan bau begitu juga dengan serbuk bunganya." Balas Laren menjelaskan dengan santai dan menunjuk bunga yang telah di lempar Mu Xiaoyang.
"Apa?! Kalau begitu kita harus segera kabur teman." Ucap Mu Xiaoyang sambil menarik Laren untuk pergi dari tempat itu.
"Tidak tuan Mu, bagaimana bisa kamu pergi di saat pertunjukan ini baru saja di mulai?" Ucap Laren menahan tangan Mu Xiaoyang.
"Apa kau sudah gila?! Mereka semakin mendekat ke sini, jika kita tidak kabur maka kita akan menjadi santapan mereka hari ini." Balas Mu Xiaoyang semakin panik karena sekumpulan kelompok hewan beast itu semakin mendekat ke arah mereka.
"Tunggulah sampai jarak mereka berada 20 meter dari kita, jika mereka masih belum mati saat mencapai jarak itu maka kita akan pergi dari sini. Tapi jika mereka tidak mati, maka aku akan membantumu keluar dari hutan ini dan lepas dari mereka tanpa memperdulikan nyawaku. Kamu setuju saudaraku?"
"Hmm baiklah,"
Tunggu kenapa aku menyetujuinya semudah itu? Di sudah gila! Memancing begitu banyak hewan beast untuk datang kemari dan bahkan sampai sekarang masih belum melakukan apapun! (Batin Mu Xiaoyang)
Baiklah pertunjukan akan segera di mulai. (Batin Laren sambil tersenyum tipis)
Sekumpulan hewan beast itu berlari semakin cepat dan mendekat ke arah Laren dan juga Mu Xiaoyang, mata mereka terlihat menggila saat melihat keberadaan manusia di wilayah mereka.
Terlihat jelas di mata para hewan beast itu jika mereka sangat ingin membunuh Laren dan juga Mu Xiaoyang untuk di jadikan santapan mereka.
Saat salah satu dari hewan yang berada di kelompok itu menginjak tali yang di pasang oleh Laren tadi, seketika tanaman yang di susun oleh Laren tadi muncul dan langsung menembus tubuh hewan hewan itu tanpa terkecuali.
Semua hewan beast itu mati karena tusukan dari duri besar dan beracun yang di siapkan oleh Laren tadi.
__ADS_1
Seketika tempat itu penuh dengan darah hewan hewan beast dan juga mayat yang membiru karena terkena racun tanaman tanaman itu.
Mata Mu Xiaoyang pun seketika membelalak saat melihat kejadian itu, jika di lawan menggunakan ilmu kultivasi bahkan orang dengan tingkat master pun tidak akan bisa membunuh puluhan hewan dengan tingkat tinggi dengan satu gerakan seperti yang di lakukan oleh Laren.