
"Apa?! Bagaimana mungkin air dari sungai Cano Cristales adalah penyebab dari wabah ini yang ada di desa ini?" Ucap kepala desa terkejut dengan ucapan pengawal itu.
"Memang benar seperti itu kepala desa. Ini seperti hasil dari pengamatan pangeran Laren selama ini." Ucap pengawal itu meyakinkan.
"Warga di desa ini menggunakan air di sungai itu untuk minum sehari hari, kita harus segera memperingatkan mereka agar tidak menggunakan air ini dan tidak menambah orang yang terkena wabah penyakit ini." Ucap kepala desa kemudian bergegas keluar.
Pengawal itu balas mengangguk kemudian ikut dengan kepala desa untuk memperingatkan setiap warga penduduk.
Setelah selesai menyebarkan berita tersebut kepada para penduduk, kepala desa tersebut bertanya kepada pengawal tersebut.
"Pengawal, apakah aku bisa bertemu dengan pangeran Laren?" Tanya kepala desa.
"Ini... Sepertinya tidak bisa. Karena saat ini pangeran Laren pasti sedang membuat penawar untuk mengatasi wabah ini." Ucap pengawal itu sambil menggeleng perlahan.
"Tolonglah pengawal... Aku sangat ingin bertemu dengan pangeran Laren dan mungkin aku bisa membantunya sedikit." Ucap kepala desa itu memohon.
"Baiklah kalau begitu aku akan melihat kondisinya terlebih dahulu, dan jika memang anda bisa bertemu dengan pangeran Laren maka saya akan memberitahu anda." Balas pengawal itu.
Kepala desa itu pun mengangguk mengerti dan pengawal tersebut meninggalkannya untuk menemui Laren dan bertanya kepada Laren apakah kepala desa bisa menemuinya.
"Salam pangeran Laren." Ucap pengawal itu sambil membungkuk.
"Hmm bagaimana? Apakah kamu sudah menyebarkan beritanya?" Tanya Laren tanpa menoleh ke arah pengawal itu.
"Sudah pangeran. Pangeran, kepala desa meminta izin untuk bertemu dengan pangeran, apakah pangeran ingin bertemu dengannya?"
"Kepala desa? Hmm... Baiklah aku akan menemuinya." Balas Laren
Pengawal itu pun mengangguk dan pergi untuk menemui kepala desa dan mengatakan keputusan Laren.
"Pengawal apakah kamu sudah menanyakan izin bertemu dengan pangeran Laren?" Tanya kepala desa itu menghampiri pengawal tersebut.
"Aku sudah meminta izin kepada pangeran Laren." Balas pengawal itu.
"Lalu bagaimana keputusan pangeran Laren? Apakah aku di izinkan untuk masuk dan menemui pangeran Laren?" Tanya kepala desa itu.
"Pangeran Laren mengizinkan dirimu untuk masuk tapi dengan syarat kamu harus membantunya. Jika anda tidak bisa membantu pangeran Laren maka pangeran Laren meminta anda untuk menunggu di luar saja agar tidak menghalangi proses pangeran Laren." Jelas pengawal itu.
__ADS_1
"Baiklah... Aku akan berusaha sekeras mungkin untuk membantu pangeran Laren." Ucap kepala desa sambil mengangguk.
"Baiklah kalau begitu ikuti saya."
Kepala desa itu pun mengangguk dan mengikuti langkah pengawal itu di belakangnya.
Lalu mereka berjalan ke tempat di mana Laren berusaha membuat penawar untuk mengatasi wabah yang ada di desa itu.
Setelah sampai mereka pun masuk dan kepala desa itu langsung menemui Laren.
"Salam pangeran Laren." Ucap kepala desa itu sambil membungkuk.
"Hmm." Balas Laren singkat
"Kepala desa apakah kamu sudah menyebarkan berita tentang wabah yang berasal dari air sungai Cano Cristales?" Tanya Laren.
"Sudah pangeran... Tapi mohon maaf pangeran desa ini menggunakan air dari sungai Cano Cristales untuk keperluan sehari hari, dan bisa di katakan jika air di sungai ini adalah sumber air utama kami di desa ini. Jadi... Jika kami tidak menggunakan air dari sungai tersebut maka dari mana kami mendapatkan air lagi pangeran?" Tanya kepala desa itu.
"Untuk itu kamu tenang saja... Aku sudah memerintahkan beberapa orang untuk membuat bendungan di suatu lokasi untuk cadangan air di sini sementara waktu." Balas Laren.
"Tidak perlu berterima kasih, ini memang adalah tugasku sebagai seorang pangeran untuk mensejahterakan kehidupan rakyat di negaraku. Sekarang kita lanjutkan untuk menetralisir zat yang terkandung di dalam air sungai Cano Cristales ini." Ucap Laren.
"Baik yang mulia."
Saat Laren sedang berusaha untuk membuat penawar untuk menetralisir zat air sungai Cano Cristales tersebut ada suara keributan di luar ruangan tersebut.
Laren pun menyuruh salah satu pengawal yang ada di luar ruangan untuk melihat apa yang terjadi di depan.
"Kenapa ribut sekali di luar? Cepat periksa apa yang terjadi di luar." Perintah Laren.
Saat pengawal itu keluar tidak lama kemudian lima orang yang berpakaian serba hitam dengan kain yang menutupi wajah mereka menerobos masuk ke ruangan tersebut.
"Pembunuh bayaran." Gumam Laren
Pembunuh bayaran itu berusaha untuk menyerang dan membunuh Laren, sehingga pertarungan di dalam ruangan tersebut tidak dapat terhindar lagi.
Lima orang pembunuh bayaran tersebut langsung menyerang Laren secara bersamaan dengan menggunakan kekuatan kultivasinya.
__ADS_1
Laren pun membalas serangan menggunakan ilmu kultivasinya juga dan mengalahkan semua pembunuh bayaran tersebut.
Saat pertarungan terjadi ruangan tersebut menjadi acak acakan, sehingga ada beberapa ramuan yang di buat oleh Laren tidak sengaja tercampur.
Laren langsung membunuh mereka semua karena Laren tahu jika bertanya siapa identitas mereka adalah suatu hal yang sia sia.
Karena mereka tidak mungkin menjawab pertanyaan tersebut karena mereka adalah pembunuh bayaran yang sangat setia.
Setelah membunuh kelima pembunuh bayaran tersebut Laren langsung menyuruh pengawal yang tidak terluka untuk mengobati dan membantu pengawal yang terluka parah.
"Pengawal kalian bantu yang lainnya jika mereka terluka dan sisanya bantu aku untuk membereskan barang barang yang berceceran di ruangan ini."
Saat mengetahui jika ada ramuan ramuan yang tercampur secara tidak sengaja, Laren pun menggunakan mata langitnya untuk melihat kandungan zat di situ.
Tunggu... Zat ini bisa menjadi penawar di wabah ini bukan? (Batin Laren)
Laren pun berusaha memanggil Lacey untuk membantu dirinya akan tetapi Lacey tidak kunjung muncul.
Haish... Sepertinya Lacey belum kembali. Aku sudah memanggil beberapa kali dan dia tidak muncul pada biasanya aku sekali memanggilnya dia langsung muncul di sampingku. (Batin Laren sambil menghela nafas panjang)
Setelah menguji coba ramuan yang tercampur secara tidak sengaja tersebut ternyata ramuan tersebut dapat di gunakan untuk menawar zat berbahaya yang ada di desa tersebut.
"Hmm aku harus berterima kasih kepada kakak Stellan karena sudah mengirimkan pembunuh bayaran untuk membantuku meracik penawar untuk wabah di desa ini." Gumam Laren sambil menyeringai lebar
"P-pangeran?" Panggil salah satu pengawal di situ yang merasa takut karena melihat Laren menyeringai
"Iya? Ada apa?" Balas Laren
"T-tidak, tidak ada apa apa pangeran." Balas pengawal itu
"Pengawal campurkan bahan ini." Ucap Laren sambil menunjuk beberapa bahan untuk di campur
Setelah berhasil membuat beberapa botol yang berisi campuran bahan bahan itu, Laren memanggil kepala desa.
"Pengawal panggil kepala desa untuk menemuiku."
"Baik pangeran."
__ADS_1