Perjalanan Balas Dendam

Perjalanan Balas Dendam
Chapter 19


__ADS_3

"Apa maksudnya semua itu? Apakah aku benar benar bisa mengubah pandangan orang orang yang meremehkan diriku selama ini?" Gumam Laren terduduk di kasurnya sambil tersenyum pahit


Laren melamun beberapa saat kemudian tiba tiba ada suara di sampingnya yang membuyarkan semua lamunan Laren.


"Tuan, apa kabar?" Ucap Lacey yang tiba tiba muncul di samping Laren


"Lacey? Kamu di sini?" Ucap Laren sambil menoleh ke arah Lacey


"Iya tuan, aku selalu mengikuti kemana pun tuan pergi." Balas Lacey


"Hmm, jadi seperti itu." Ucap Laren sambil mengangguk ngangguk


"Tuan apakah anda kesulitan menyelesaikan kasus wabah di desa ini?" Tanya Lacey


"Emm yah, sebenarnya memang sedikit kesusahan saat menyelidiki dari mana asal wabah ini. Penyakit ini tidak menular yang artinya berasal dari barang atau makanan yang sama kemudian di gunakan oleh warga setempat. Tapi kemarin aku sudah melihat tanaman mereka dan sepertinya tidak ada masalah pada tanaman itu." Balas Laren


"Lacey apakah kamu punya sesuatu atau batang yang berguna untukku? Contohnya seperti pil Ying Yang yang telah kamu berikan beberapa hari yang lalu." Ucap Laren sambil menatap Lacey


"Saya kurang tahu barang yang di butuhkan oleh tuan, tuan bisa melihat langsung toko sistem kami." Ucap Lacey sambil memunculkan suatu layar dengan banyak gambar barang barang di situ


Laren pun mengamati layar yang ada di depannya tersebut dan mencoba untuk mencari barang yang sesuai untuknya.


Saat sedang mencari barang tersebut Laren melihat sebuah gambar mata yang tertulis mata langit di bawah gambar tersebut.


"Mata langit? Apa maksudnya?" Tanya Laren sambil menoleh ke arah Lacey


"Mata langit merupakan salah satu kelebihan yang luar biasa tuan. Dengan memiliki mata langit ini anda bisa melihat musuh sejauh ratusan kilometer dengan menutup mata anda dan membuka mata langit ini. Anda juga bisa melihat hal hal yang paling kecil dengan menggunakan mata langit ini tuan." Jelas Lacey dengan rinci


"Melihat sesuatu sekecil apapun? Ini sangat berguna untukku, apakah kamu bisa mendapatkan mata langit itu untukku?"


"Tentu tuan, tapi mendapatkan mata langit ini tidaklah gratis. Ada harga yang harus tuan bayarkan karena ini adalah kemampuan yang sangat kuat." Ucap Lacey


"Bagaimana aku bisa membayarnya?" Tanya Laren penasaran


"Kekuatan kultivasi anda akan menurun dia tingkat saat menerima mata langit ini tuan, tapi tuan tenang saja anda bisa berlatih kultivasi lagi dan menaikkan tingkatan anda."


"Baiklah kalau begitu, tidak masalah aku akan menerimanya. Bisakah kamu memberikan mata langit itu kepadaku?"


"Tentu saja tuan, tapi saat menerima kelebihan mata langit ini akan sedikit sakit tuanku. Apakah anda tetap ingin menerimanya?" Ucap Lacey


"Hmm... Tidak apa, lanjutkan Lacey."


Lacey pun mulai memberikan mata langit kepada Laren untuk membantunya menyelesaikan tugas tugasnya.

__ADS_1


"Uhh.. Arghh."


Mendengarkan teriakan Laren dari dalam kamarnya, para pengawal itu pun masuk dengan panik karena khawatir terjadi sesuatu kepada Laren.


"Pangeran! Ada apa?"


Melihat Laren berdiri sempoyongan dengan memegang kepalanya para pengawal itu pun membantu Laren untuk duduk di kasurnya.


"Pangeran, hamba akan memanggilkan tabib untuk pangeran."


"Tidak! Berhenti... Aku baik baik saja, tidak perlu memanggil tabib." Ucap Laren menghentikan pengawal itu


"Tapi pangeran..."


"Aku baik baik saja, bisakah kalian keluar terlebih dahulu." Ucap Laren tetap memegangi kepalanya


"Baik pangeran."


Para pengawal itu pun keluar meninggalkan Laren sendirian di kediamannya.


Ahh sakit sekali, kenapa Lacey tidak mengatakan padaku jika sesakit ini. (Batin Laren)


"Tuan, apakah anda baik baik saja?" Ucap Lacey yang baru saja muncul


"Tuan maafkan saya, seharusnya tidak akan sesakit itu. Tapi saya lupa mengatakan jika saat memindahkan mata langit ini harus di sertai dengan kultivasi, tapi tadi malah langsung memindahkannya kepada anda. Orang biasa mungkin saja mati saat itu juga." Ucap Lacey


"Bisa mati saat itu juga? Apakah kamu ingin membunuhku Lacey?" Ucap Laren sambil mengeluarkan aura membunuhnya dan menatap Lacey tajam


"T-tu... Tuan... Tuan mohon... Mohon maafkan hamba karena lalai dan melupakan hal itu sehingga membuat tuan menderita." Ucap Lacey sambil gemetaran


"Dasar!" Ucap Laren sambil memukul Lacey


"Aduhh tuan." Ucap Lacey dengan wajah melasnya


"Huh sudahlah, sekarang aku akan melanjutkan penyelidikanku. Dan terima kasih juga atas mata langitnya." Ucap Laren


"Sama sama tuan."


"Tapi bagaimana aku menggunakan mata langit ini?" Tanya Laren


"Anda hanya perlu menutup mata anda dan menambahkan sedikit kultivasi maka mata langit anda akan terbuka, anda bisa mencoba terlebih dahulu." Jelas Lacey


"Baiklah aku akan mencobanya."

__ADS_1


Laren pun menutup matanya dan mengeluarkan aura kultivasinya sedikit dan akhirnya membuka mata langitnya.


"Mata langit, aktifkan."


Walaupun memejamkan matanya, Laren tetap bisa melihat keadaan desa itu sejauh ratusan kilometer karena bantuan dari mata langit tersebut.


"Wahh... Sungguh sangat hebat, aku dapat melihat sejauh ratusan kilometer dengan sangat jelas." Ucap Laren sambil membuka matanya


"Anda sudah bisa membuka mata langit anda tuan, sekarang anda bisa lebih mudah menyelesaikan kasus wabah ini." Ucap Lacey dengan senang


"Ya kamu benar, aku akan pergi sekarang." Ucap Laren kemudian pergi keluar


"Pangeran, apakah anda baik baik saja?" Tanya para pengawal di situ


"Tenanglah aku baik baik saja. Kita harus melanjutkan penyelidikan kita." Ucap Laren


"Baik Pangeran."


Pangeran Laren sungguh sangat peduli terhadap warga di desa ini. Mungkin warga di negara ini akan semakin makmur jika pangeran Laren menjadi raja. (Batin salah satu pengawal)


"Pengawal di mana kepala desa berada?" Tanya Laren


"Silahkan ikuti hamba pangeran, hamba akan mengantarkan anda." Ucap pengawal itu


Laren pun berjalan mengikuti pengawal itu untuk menemui kepala desa, sambil berjalan Laren juga merenung sebenarnya apa yang dia lupakan?


Baiklah, selain makanan kira kira apa yang di konsumsi oleh warga setempat? Tunggu... Kenapa aku bisa melupakan air, mereka tidak mungkin hanya makan dan tidak minum. Benar itu dia. (Batin Laren lalu bergegas menemui kepala desa di situ)


"Hamba memberikan salam kepada pangeran Laren." Ucap kepala desa itu sambil membungkuk


"Hmm, kepala desa di mana sumber air warga desa di sini?" Tanya Laren


"Hamba izin bertanya pangeran, mengapa pangeran tiba tiba ingin bertanya tentang sumber air di desa kami? Apakah ada masalah?" Tanya kepala desa itu


"Aku masih belum tahu, oleh karena itu aku ingin menyelidikinya." Balas Laren


"Baik, mari ikuti hamba pangeran."


Laren pun mengangguk dan mengikuti arah yang di tunjukkan oleh kepala desa itu, sambil di ikuti oleh beberapa pengawal.


"Sumber air di desa ini berasal dari sumur atau dari mana?" Tanya Laren sambil melangkah bersama dengan kepala desa itu


"Sumber air di desa kami, kami ambil dari sungai yang melintasi desa kami pangeran." Balas kepala desa itu

__ADS_1


__ADS_2