Perjalanan Balas Dendam

Perjalanan Balas Dendam
Chapter 27


__ADS_3

Mengapa aku merasa jika rasa terima kasih yang di maksud oleh pangeran Laren adalah bentuk terima kasih yang berbeda dengan biasanya? (Batin Rayden sedikit merinding setelah mendengar ucapan dari Laren)


"Karena aku menemukan penawar untuk wabah di desa timur itu karena pembunuh bayaran yang di kirim oleh kakak Stellan." Ucap Laren menjelaskan.


"Apa? Bagaimana bisa pangeran? Bukankah pangeran bisa jika para pembunuh bayaran itu membuat kekacauan saat anda sedang membuat obat penawar itu pangeran?" Tanya Rayden semakin kebingungan dengan perkataan Laren.


"Benar. Saat itu pembunuh bayaran yang di kirim oleh kakak Stellan memang membuat kekacauan di ruangan tempat aku menyimpan beberapa ramuan untuk membuat penawar. Kemudian secara tidak sengaja mereka mencampurkan beberapa ramuan dan akhirnya penawar itu terbentuk." Ucap Laren menjelaskan dengan jelas dan rinci.


"Hmm jadi seperti itu, sungguh keberuntungan untuk anda pangeran. Sehingga itu akan mempermudah urusan anda di desa itu." Balas Rayden sambil mengangguk ngangguk paham


"Iya, kamu benar. Itu sebabnya aku harus sangat berterima kasih kepada pangeran Stellan atas hal ini." Ucap Laren sambil menyeringai kecil.


Rayden pun hanya bergidik ngeri saat melihat Laren menyeringai di hadapannya, saat ini ia sedang membayangkan pembalasan pembalasan mengerikan yang akan di perbuat oleh Laren dan itu membuatnya semakin merinding.


Saat sedang berbincang bincang dengan Rayden, tiba tiba ada orang yang mengetuk pintu dari luar.


Mengetahui hal itu, Laren pun langsung melangkah dan membukakan pintu untuk mengetahui siapa yang ada di luar.


"Hamba memberikan salam kepada yang mulia pangeran." Ucap pengawal itu sambil membungkuk.


"Hmm ada apa?" Tanya Laren sambil menatap orang tersebut.


"Mohon maaf karena hamba telah menganggu waktu anda pangeran, tapi ada yang harus saya sampaikan." Balas orang tersebut.


"Tidak apa, kamu sama sekali tidak menggangguku. Katakan ada apa?"


"Pangeran, yang mulia raja menyuruh semua orang untuk berkumpul di aula utama dan yang mulia raja juga ingin pangeran Laren datang ke sana." Ucap pengawal itu.


"Ke aula utama? Baiklah aku akan pergi. Katakan kepada ayahanda aku akan datang sebentar lagi, aku akan bersiap siap." Balas Laren sambil mengangguk perlahan.


"Baik pangeran, saya permisi." Ucap pengawal itu dan hanya di balas anggukan oleh Laren.


Pengawal itu pun pergi meninggalkan Laren sedangkan Laren masuk ke ruangannya dan bersiap siap.

__ADS_1


"Pangeran, apakah anda akan pergi ke aula utama?" Tanya Rayden.


"Tentu saja, aku juga ingin berterima kasih kepada kakak Stellan atas bantuannya." Ucap Laren sambil tersenyum jahat.


"Baik, hamba akan membantu anda untuk bersiap siap.".


Laren pun bersiap siap dengan di bantu oleh Rayden, dan tidak lama kemudian Laren selesai bersiap siap.


"Pangeran apakah anda ingin hamba ikut?" Tanya Rayden.


"Terserah padamu, jika kamu ingin ikut maka ikutlah jika kamu tidak ingin ikut maka terserah kamu ingin melakukan apapun." Balas Laren tanpa menoleh ke arah Rayden.


"Baik pangeran, kalau begitu hamba ikut dengan anda."


Setelah itu, Laren dan juga Rayden pun pergi menuju ke aula utama sesuai dengan perintah sang raja.


Saat di perjalanan Laren dan juga Rayden bertemu dengan pangeran Stellan yang juga hendak pergi ke aula utama.


"Kebetulan sekali, bisa bertemu dengan pangeran kedua saat ini." Gumam Laren sambil melihat ke arah pangeran Stellan.


"Laren? Apa yang ingin kamu lakukan?" Ucap pangeran Stellan sambil menatap sinis kepada Laren.


"Tidak ada, hanya ingin menuju ke aula utama seperti perintah ayahanda. Dan berterima kasih kepadamu kak." Ucap Laren sambil tersenyum dan menatap pangeran Stellan.


"Berterima kasih? Berterima kasih untuk apa?" Tanya pangeran Stellan dengan heran.


"Berterima kasih untuk pembunuh bayaran yang kamu kirimkan kepadaku, saat aku berada di desa timur kerajaan." Ucap Laren dengan suara kecil dan melangkah mendekat ke arah pangeran Stellan.


"K-kamu... Apa yang kamu bicarakan? Aku sama sekali tidak mengerti maksud perkataanmu." Ucap pangeran Stellan dengan sedikit terbata bata.


Apakah Laren benar benar tahu jika aku yang mengirimkan para pembunuh bayaran itu untuk menyerang dirinya? (Batin pangeran Stellan)


Sebelum Laren sempat membalas perkataan dari pangeran Stellan tersebut, salah satu pengawal menghampiri mereka.

__ADS_1


"Mohon maaf kedua pangeran, tapi yang mulia raja sudah menunggu kalian berdua di aula utama. Hamba mohon untuk kedua pangeran agar segera menuju ke sana." Ucap pengawal itu sambil sedikit membungkuk ke arah dua pangeran itu.


"Hmm baiklah, kami akan segera menuju ke aula utama." Balas Laren kepada pengawal tersebut.


"Kakak aku pasti akan membalas kebaikan kakak, tunggu saja aku tidak akan pernah melupakannya." Ucap Laren sambil maju ke arah pangeran Stellan dan berbisik.


Setelah mengatakan hal itu Laren pun melangkah menuju ke aula utama di ikuti dengan Rayden di belakangnya.


Pangeran Stellan pun kebingungan dengan perkataan Laren dan berfikir kebaikan apa yang di maksud oleh Laren tadi.


Membalas kebaikanku? Apa yang di maksud oleh Laren? Apakah dia benar benar sudah tahu jika aku yang mengirimkan pembunuh bayaran itu? (Batin pangeran Stellan bertanya tanya)


Entah kenapa setelah mendengar ucapan terima kasih dari Laren, pangeran Stellan malah merasa sedikit merinding atas ucapan Laren itu.


Setelah melamun sesaat, pangeran Stellan pun langsung pergi ke aula utama sesuai dengan perintah sang raja, setelah sampai ia pun langsung duduk di tempatnya.


Setelah semua orang berkumpul di aula utama, sang raja akhirnya mulai menyampaikan suatu informasi.


"Hari ini aku ingin mengumumkan berita yang gembira kepada kalian semua." Ucap sang raja.


Semua orang pun penasaran dengan berita gembira yang di maksud oleh sang raja, dan alasan mengapa sang raja mengumpulkan mereka semua di aula.


"Berita gembira apa yang mulia?" Tanya salah satu menteri yang ada di situ


"Yang pertama, aku ingin memberitahu kepada kalian semua bahwa wabah yang ada di desa timur kerajaan telah hilang sepenuhnya." Ucap sang raja dengan senang


"Sudah hilang?"


Semua orang terkejut dengan ucapan sang raja bahwa wabah mematikan yang ada di desa timur kerajaan telah hilang, mereka juga penasaran siapakah yang menyelesaikan masalah itu.


"Yang mulia jika kami boleh tahu, siapakah orang yang menyelesaikan masalah tentang wabah yang ada di desa timur kerajaan itu yang mulia?"


"Yang menyelesaikan masalah itu adalah pangeran kita. Pangeran Laren." Ucap sang raja dengan bangga

__ADS_1


"Pangeran Laren?"


Semua orang di aula tersebut riuh membicarakan hal tersebut, mereka semua hampir tidak percaya, apakah Laren benar benar orang yang menyelesaikan masalah wabah itu.


__ADS_2