Perjalanan Balas Dendam

Perjalanan Balas Dendam
Chapter 76


__ADS_3

"Kau menyukainya?" Ucap Laren sambil menatap harimau kecil yang sedang memakan makanannya dengan lahap.


Harimau itu terus memakan daging di hadapannya hingga habis tak bersisa, setelah dagingnya matang sempurna Laren dan juga Rayden pun memakan bagian mereka.


"Pangeran, akan terlalu mencolok jika anda membawa harimau salju bersayap ini ke kerajaan dengan terang terangan. Bisa saja ada orang yang ingin mengambilnya karena kekuatannya yang sangat hebat."


"Iya kamu benar, aku juga sedang berfikir bagaimana caranya agar dia tidak terlihat terlalu mencolok." Ucap Laren sambil mengamati harimau kecil di depannya yang sedang menjilati tangannya sendiri.


"Apakah anda tidak berencana untuk memberinya nama pangeran?" Tanya Rayden penasaran.


"Hmm aku belum memikirkan nama yang bagus untuknya, aku akan memikirkan namanya setelah makan." Balas Laren kemudian memakan makanannya.


Hmm ini sangat enak, tidak buruk. Aku rasa daging beruang tidak seburuk yang aku pikirkan. (Batin Laren saat sudah memakan daging tersebut)


"Wah daging ini sangat enak pangeran, anda sangat pandai dalam memasak daging ini." Ucap Rayden kagum karena rasa masakan Laren yang enak.


"Hmm ya." Balas Laren dengan singkat.


Aku juga tidak menyangka jika rasanya akan begitu enak seperti ini, bahkan sepertinya ini melebihi rasa daging sapi. (Batin Laren)


Syukurlah, sepertinya pangeran melupakan apa yang aku katakan tadi. Semoga pangeran tidak akan mengingat ingat kembali dan menjadi curiga. (Batin Rayden sambil menghembuskan nafas lega)


Setelah beberapa saat mereka memakan makan malam mereka, mereka pun selesai dan membereskannya.


Laren mengajak harimau kecil itu untuk bermain layaknya seekor kucing kecil yang sedang bermain dengan majikannya.


Laren pun memikirkan nama yang cocok untuk harimau itu sambil bermain dengannya, Rayden pun ikut merasa gemas dengan harimau itu dan ikut bermain dengannya.


"Hmm siapa nama yang cocok untukmu?" Gumam Laren sambil mengelus kepala harimau itu.


Laren merenung sejenak untuk memikirkan nama yang cocok untuk harimau itu, setelah beberapa saat merenung akhirnya ia pun mendapatkan nama yang cocok untuk harimau itu.

__ADS_1


"Dia adalah seekor betina, mempunyai sorot mata yang dingin tapi mematikan, dia lebih aktif di malam hari, dan warna bulunya sangat putih dan bersih. Bagaimana jika namanya adalah... Xiao Ying?" Ucap Laren sambil memperhatikan harimau itu.


"Xiao Ying? Itu adalah nama yang sangat indah pangeran." Balas Rayden setuju dengan usulan Laren.


"Baiklah, mulai sekarang namamu adalah Xiao Ying. Apakah kamu menyukainya?" Ucap Laren sambil menggendong harimau itu ke udara.


Harimau itu terlihat senang dengan nama yang baru saja di berikan oleh Laren tersebut, setelah itu mereka pun keluar dari goa dan Laren mulai untuk berlatih.


"Rayden tolong bawa Ying dulu, aku ingin mencoba kekuatan phoenix ku di sini." Ucap Laren sambil menyerahkan Xiao Ying kepada Rayden.


"Baik pangeran." Balas Rayden kemudian menggendong Xiao Ying.


Laren pun berkonsentrasi penuh dan berusaha untuk mengaktifkan energi phoenix miliknya dan mengeluarkan serangan.


Saat Laren telah mengeluarkan serangan, pohon pohon yang berada di sekitar Laren langsung tumbang begitu terkena serangan Laren.


Walaupun dari jarak yang sangat jauh, puluhan pohon besar bisa di runtuhkan oleh Laren dalam satu kali serangan.


"Wow, aku tidak menyangka jika kekuatanku akan sekuat ini." Gumam Laren sambil menatap telapak tangannya.


Ia bahkan muntah darah hanya karena terkena gelombang efek serangan yang di lepaskan oleh Laren tadi.


"Rayden, bisakah kamu..." Ucapan Laren terhenti saat melihat Rayden tidak berada di sebelahnya lagi.


Laren pun melihat seseorang sedang berlutut dan menghadap ke arah tanah dengan mulut yang masih mengeluarkan sedikit darah.


Laren pun segera menghampiri orang tersebut dan membantunya.


"Rayden, apakah kamu baik baik saja? Apa yang terjadi kepadamu? Kenapa kamu bisa tiba tiba terluka?" Ucap Laren yang terkejut karena Rayden tiba tiba berdarah.


"Saya... Baik baik saja pangeran, hanya saja saya terkena gelombang energi saat anda melepaskan serangan anda tadi." Ucap Rayden yang kini mulai terduduk dan bersandar di batang pohon.

__ADS_1


"Gelombang energi? Maafkan aku, aku tidak tahu jika itu akan sekuat itu dan bisa menyakitimu bahkan saat aku tidak mengarahkan serangan itu kepadamu."


Laren pun mengobati Rayden dengan menggunakan kekuatan kultivasinya, salam sekejap Rayden pun pulih begitu juga dengan tenaga dalamnya.


Bahkan kultivasi Rayden tiba tiba saja meningkat satu level setelah di sembuhkan oleh Laren.


"Tunggu, kultivasiku naik satu level?" Tanya Rayden terkejut.


"Apa? Benarkah? Hanya setelah kau di sembuhkan?" Tanya Laren yang juga terkejut mendengar ucapan Rayden.


"Benar pangeran, ternyata selain bisa menyembuhkan, kekuatan anda juga bisa menaikkan level kultivasi saya." Balas Rayden.


Waw, aku tidak menyangka jika kekuatan phoenix akan sekuat ini. Bahkan bisa di gunakan untuk menyembuhkan luka dalam waktu singkat dan bahkan menambah tingkat kultivasi seseorang. (Batin Laren kagum dengan dirinya sendiri)


"Xiao Ying, apakah kamu terluka? Maafkan aku karena telah membuatmu terkejut." Ucap Laren sambil mengelus kepala Xiao Ying.


"Dia tidak terluka sama sekali pangeran. Walaupun dia masih kecil, tapi kekuatan Xiao Ying sangat hebat." Balas Rayden.


"Hmm baiklah, kalau begitu kita akan melanjutkan pelatihan kita Rayden."


"Baik, tunggu... Kenapa kita pangeran? Bukankah hanya anda?" Tanya Rayden heran dengan perkataan Laren.


"Ya, tadinya memang hanya aku. Tapi sekarang ada dirimu, sangat di sayangkan jika kamu tidak berlatih juga bersamaku." Balas Laren sambil tersenyum kecil.


Entah kenapa tapi senyuman yang baru saja di lemparkan Laren kepadanya membuat bulu kuduk Rayden berdiri.


Kenapa aku merasa jika senyuman pangeran itu bermaksud sesuatu yang buruk untukku? Dan kenapa aku merasa merinding? (Batin Rayden)


"M-mohon maaf sebelumnya pangeran, tapi bukankah saya harus menjaga Ying? S-saya tidak bisa ikut dengan anda untuk berlatih." Ucap Rayden sambil buru buru untuk menggendong Ying ke pelukannya.


"Oh benarkah? Tapi aku lihat Ying sangat pintar sehingga ia bisa menjaga dirinya sendiri, bahkan aku sangat yakin jika dirinya tidak akan pergi sembarangan saat kita berlatih nanti Rayden." Ucap Laren sambil melangkah mendekat ke arah Rayden kemudian mengambil Ying dan menaruhnya di tanah.

__ADS_1


"Ayo, temani aku berlatih. Tidak banyak Rayden, kau hanya perlu menahan beberapa seranganku dan tehnik bela diri yang pernah aku pelajari dulu." Ucap Laren kemudian melangkah menjauh dari Rayden dan Ying.


"A-apa? Menahan serangan anda?! Tadi saja saya hanya terkena gelombang energi anda dan saya sudah terluka cukup parah dengan itu. Jika saya menahan serangan anda bukankah saya akan langsung berpindah alam pangeran?" Ucap Rayden.


__ADS_2