Perjalanan Balas Dendam

Perjalanan Balas Dendam
Chapter 75


__ADS_3

"Jadi pangeran benar benar akan memakan beruang itu?" Ucap Rayden sedikit tidak percaya dengan Laren.


"Benar, apakah kamu tidak lapar Rayden?"


"S-saya... Sebenarnya tidak terlalu lapar pangeran, dan saya juga tidak akan memakan daging beruang mentah pangeran." Balas Rayden.


"Siapa yang bilang aku akan memakan mentah daging beruang itu?" Tanya Laren sambil melirik ke arah Rayden.


"Lalu?"


"Menurutmu untuk apa aku mengumpulkan beberapa tanaman dan kayu ini?"


Pandangan Rayden pun langsung menuju ke arah tanaman yang di bawa oleh Laren tadi dan menyadari sesuatu.


"Tunggu, bukankah ini adalah tanaman yang biasanya di gunakan untuk memasak makanan?" Tanya Rayden terkejut dengan tanaman tanaman yang di bawa oleh Laren.


"Iya, kamu benar, tanaman itu adalah tanaman yang biasanya di gunakan untuk memasak makanan di dapur kerajaan." Balas Laren sambil mengangguk.


"Bagaimana bisa anda menemukan semua tanaman ini dan juga dari mana anda mengetahui semua bahan bahan ini pangeran?" Tanya Rayden penasaran.


"Beberapa waktu yang lalu aku secara tidak sengaja membaca buku resep makanan kerajaan dan melihat beberapa tanaman ini, sehingga aku bisa tahu semua tanaman yang di gunakan di dapur kerajaan." Balas Laren.


"Jadi seperti itu." Balas Rayden sambil mengangguk ngangguk.


"Apakah dia tidak terbangun sama sekali sejak tadi?" Tanya Laren sambil menghampiri harimau salju kecil yang masih tertidur pulas.


"Tidak pangeran, dia hanya menggeram pelan sejak tadi tapi tidak bangun sama sekali." Balas Rayden sambil menggeleng.


"Hmm baiklah kalau begitu. Rayden, aku ingin meminjam pedangmu lagi." Ucap Laren sambil menatap Rayden.


"Tentu pangeran." Balas Rayden sambil menyerahkan pedangnya kepada Laren.


"Kamu bakar kayu itu, aku akan menyiapkan dagingnya." Ucap Laren kemudian menuju ke arah beruang coklat yang terbaring tidak jauh darinya.

__ADS_1


"Baik pangeran."


Rayden pun langsung menata kayu itu dan membakarnya, sedangkan Laren menuju ke arah beruang itu untuk memotong dan mengulitinya.


Um yah, aku tidak pernah makan daging beruang sebelumnya. Aku berharap ini tidak akan terlalu buruk, setidaknya dia punya daging yang cukup tebal. (Batin Laren kemudian mulai memotong beruang itu menjadi beberapa bagian dan mengulitinya)


Setelah beberapa saat Laren telah selesai memotong beruang itu menjadi beberapa bagian, Rayden pun telah selesai menyiapkan kayu bakarnya.


Laren menambahkan beberapa tanaman yang ia dapatkan tadi dan membakar daging tersebut di atas api yang sudah di siapkan oleh Rayden.


Saat daging tersebut sudah setengah matang, daging tersebut mengeluarkan bau yang sangat enak sehingga siapapun yang menciumnya akan menjadi lapar.


"Baunya enak sekali pangeran, saya tidak tau jika anda sangat pandai dalam hal memasak makanan."


Aku bahkan juga tidak tau jika baunya akan menjadi seenak ini Rayden. (Batin Laren)


"Um yah, sebenarnya ini pertama kalinya aku memasak makanan." Balas Laren sambil membolak balik daging beruang tersebut.


"Benarkah? Pertama kali?" Ucap Rayden terkejut.


Laren dan juga Rayden pun menoleh ke belakang secara bersamaan dan melihat dari mana geraman tersebut berasal.


Laren langsung berdiri dan berjalan untuk menghampiri di mana arah suara geraman tersebut berasal.


"Hm kenapa kamu bangun? Apakah karena bau daging itu sehingga kamu lapar dan terbangun?" Ucap Laren sambil menggendong harimau putih kecil yang sebelumnya tertidur.


Grr Grr


Harimau kecil itu terus menggeram kecil dan mengeluskan kepalanya kepada Laren, Laren pun membawanya untuk mendekat ke daging tersebut.


"Rayden berikan sebagian daging setengah matang itu kepadaku, dan sisanya bakar lebih lama agar kita bisa memakannya." Ucap Laren sambil duduk di sebelah Rayden.


"Baik pangeran." Balas Rayden sambil mengangguk.

__ADS_1


Rayden pun mengambilkan setengah dari daging tersebut dan memberikannya kepada Laren.


Melihat daging itu, harimau kecil tersebut langsung hendak memakannya tapi langsung di tarik oleh Laren.


"Tidak tidak, ini terlalu panas untukmu. Tunggu beberapa saat lagi dan kamu bisa memakannya." Ucap Laren sambil kembali menggendong harimau kecil itu.


"Pangeran, apakah anda berencana untuk membawa harimau ini kembali ke kerajaan?" Tanya Rayden dengan tangan yang masih sibuk membolak balik daging.


"Tentu saja, aku sudah berjanji kepada ibunya bahwa aku akan merawatnya. Aku tidak bisa meninggalkannya di hutan ini sendirian." Balas Laren sambil mengangguk pelan.


"Sebenarnya apa yang terjadi saat itu pangeran? Bagaimana bisa ada anak harimau salju bersayap? Kemudian janji itu, apakah anda berkomunikasi dengan harimau salju bersayap itu?" Ucap Rayden melontarkan pertanyaan yang bertubi tubi.


"Saat itu setelah aku membunuh beruang ini, di belakang tiba tiba sudah ada harimau salju bersayap itu, aku hendak kabur akan tetapi dia sudah mengunci waktu sehingga aku tidak bisa bergerak." Ucap Laren mulai menjelaskan.


Rayden pun menyimak penjelasan dari Laren dengan seksama sambil tetap memperhatikan daging mereka agar tidak hangus.


"Setelah itu, harimau itu membuat gelombang kedap suara dan berkomunikasi denganku."


"Apa? Jadi... Harimau salju bersayap itu bisa berbicara dan berkomunikasi dengan anda?" Tanya Rayden terkejut dengan penjelasan Laren.


"Iya kamu benar, dia mengatakan jika waktunya sudah tidak lama lagi dan ingin aku menjaga dan merawat anaknya sampai dewasa. Jika aku menolak permintaannya itu maka dia akan membawaku mati bersamanya." Ucap Laren kembali menjelaskan.


"Jadi seperti itu, setelah bertahun tahun berlatih di hutan ini aku baru tau jika harimau salju bersayap itu adalah seekor betina dan bahkan dia bisa berbicara." Ucap Rayden sambil mengangguk perlahan.


"Kamu pernah berlatih di hutan ini? Selama bertahun tahun?" Ucap Laren terkejut dengan apa yang di katakan oleh Rayden.


Berlatih selama bertahun tahun di hutan kematian? Berlatih di hutan yang sangat berbahaya ini tidak mungkin dia akan pergi sendirian, apakah ini ada hubungannya dengan perintah permaisuri Yun kepada Rayden beberapa tahun yang lalu? (Batin Laren bertanya tanya)


"T-tidak pangeran, maksud... Maksud saya, saya pernah berlatih di dalam hutan kematian dengan kelompok saya tapi itu bertahun tahun yang lalu. Bukan selama bertahun tahun pangeran." Ucap Rayden menjelaskan dengan sedikit terbata bata.


Gawat, aku hampir membocorkan semuanya. Semoga saja pangeran tidak akan curiga dengan apa yang aku katakan barusan. Aku harus berusaha untuk mengubah topik agar pangeran lupa dengan semua yang aku katakan. (Batin Rayden panik)


"P-pangeran, sepertinya daging untuk harimau itu sudah cukup dingin, dan dia juga sudah sangat menginginkannya." Ucap Rayden.

__ADS_1


"Oh kamu benar." Balas Laren kemudian memberikan daging tadi kepada harimau salju bersayap kecil itu.


Harimau itu pun langsung dengan lahap memakan daging beruang tersebut.


__ADS_2