
"Yang mulia, jadi seperti ini. Saat itu hamba dan beberapa penjaga lainnya sedang menangani kasus tentang wabah yang ada di desa timur kerajaan bersama dengan pangeran kedua yaitu pangeran Stellan. Saat itu hamba dan beberapa penjaga lain sedang menolong orang yang terinfeksi wabah tersebut." ucap penjaga itu mulai menceritakan semuanya
Berani beraninya dia tidak menghiraukan ucapanku. (Batin pangeran Stellan dengan kesal)
"Setelah beberapa hari kami sampai di desa timur kerajaan pangeran Stellan tidak melakukan apapun, dan kami para penjaga yang tidak tahu harus melakukan apa akhirnya hanya bisa menolong orang yang terinfeksi dan memindahkannya agar orang lain tidak terinfeksi juga. Tapi tanpa ada perintah lanjutan dari pangeran kedua, tiba tiba pangeran Stellan memerintahkan kepada kami agar menghentikan semuanya sebelum kasus wabah ini benar benar selesai. Pangeran Stellan juga memerintahkan hamba agar hamba menutup mulut dan juga menutup mulut semua orang yang terlibat agar tidak membicarakan tentang wabah yang ada di desa timur kerajaan tersebut." Ucap penjaga itu dengan rinci dan tanpa menyembunyikan apapun
"Pangeran Yun Stellan, apakah kamu bisa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi tanpa menyembunyikan apapun lagi. Sejujur jujurnya dan mempertanggung jawabkan semua perbuatanmu?" Ucap sang raja sambil menahan emosinya
"B-baik ayahanda." Ucap pangeran Stellan sambil berdiri
Sialan aku tidak bisa menghentikan hal ini lagi. (Batin pangeran Stellan)
"Kenapa kamu mengentikan bantuan dari kerajaan untuk warga yang terinfeksi wabah yang ada di desa timur tersebut." Ucap sang raja sambil menatap tajam pangeran Stellan
"J-jadi begini yang mulia. Saat hamba pergi ke desa timur kerajaan yaitu desa yang terdapat wabah mematikan tersebut, hamba berfikir jika bantuan yang di berikan oleh kerajaan sudah sangat membantu rakyat di desa itu dan sudah cukup. Sehingga hamba berfikir jika wabah itu sudah terselesaikan." Ucap pangeran Stellan sambil gemetaran
"Lalu kenapa kamu memerintahkan penjaga untuk menutup mulut dan menutup berita tentang wabah mematikan itu?" Tanya sang raja sambil menahan emosinya dan menatap tajam pangeran Stellan
"S-saya memerintahkan penjaga untuk menutup mulut dan menutup berita itu karena... Saya tidak mau keluarga yang telah kehilangan salah satu anggota keluarganya yang tewas karena wabah mematikan itu menjadi sedih dan teringat kembali tentang kejadian ini." Ucap pangeran Stellan dengan gemetar dan berkeringat dingin
Pangeran Stellan gemetaran dan ketakutan karena semua yang ia katakan pada raja hanyalah karangannya semata.
Aku hanya tidak membantu para rakyat rendahan itu, tapi ayahanda malah semarah ini kepadaku. (Batin pangeran Stellan kesal)
__ADS_1
"Pangeran tidak bertanggung jawab, aku mempercayakan kasus ini kepadamu untuk kamu selesaikan bukan untuk kamu tinggalkan dan memperburuk situasi." Ucap sang raja dengan emosi
"M-mohon maafkan kesalahan hamba yang mulia, pangeran sudah tahu di mana kesalahan saya." Ucap pangeran Stellan sambil bersujud di depan sang raja
"Pangeran kedua, Yun Stellan. Melalaikan tugas kerajaan, tidak bertanggung jawab, dan berfikiran sempit di jatuhi hukuman yaitu tidak boleh meninggalkan kediamannya selama satu tahun penuh dan tidak boleh mendatangi istana utama tanpa izin yang resmi." Ucap sang raja
Pangeran Stellan sangat terkejut dengan keputusan sang raja, ia tidak mengira bahwa hukumannya akan seberat itu.
"Maafkan hamba yang mulia, hamba sudah tahu salah dan hamba tidak akan mengulangi kesalahan itu lagi. Mohon yang mulia meringankan hukuman untuk hamba." Ucap pangeran Stellan dengan bersujud kepada sang raja
"Keputusanku sudah bulat dan tidak dapat di ganggu lagi. Penjaga cepat bawa dia pergi dari sini. Sekarang!" Ucap sang raja dengan marah besar
Setelah itu, beberapa penjaga membawa pangeran Stellan pergi dari ruangan tersebut menuju ke kediamannya untuk menjalani hukuman sang raja.
Hmm aku yakin sekarang nilai kebencian kakak keduaku, pangeran Stellan pasti meningkat. Kini tinggal meningkatkan nilai kebencian para pangeran lainnya. (Batin Laren)
"Ayahanda mohon meringankan hukuman untuk kakak Stellan, setelah melihat semua yang telah kakak lakukan untuk kerajaan." Ucap pangeran ketiga, Yun Altezza sambil berdiri dan membungkuk pada sang raja
"Ayahanda kami mohon untuk meringankan hukuman yang ayah berikan untuk adik kedua." Ucap pangeran pertama, Yun Abercio sambil ikut berdiri dan membungkuk
"Ayahanda mohon tenang terlebih dahulu, ini tidak baik untuk kesehatan ayahanda. Laren dengar jika akhir akhir ini anda kurang istirahat karena masalah kerajaan." Ucap Laren menenangkan sang raja
"Hmm baiklah, kamu memang paling mengerti aku putraku." Ucap sang raja kepada Laren dan mengabaikan perkataan pangeran Altezza dan pangeran Abercio
__ADS_1
Apa? Ayahanda mengabaikan kami? (Batin pangeran Abercio dan pangeran Altezza dengan memasang wajah kesal)
Mengetahui kedua pangeran itu di abaikan oleh sang raja, Laren senang karena yakin nilai kebencian mereka akan meningkat.
Laren juga menawarkan diri untuk membantu sang raja untuk mengatasi masalah wabah tersebut untuk mengambil perhatian sang raja.
"Ayahanda, anda harus tenang. Saya akan membantu ayahanda untuk menyelesaikan masalah wabah mematikan ini." Ucap Laren menenangkan sang raja
"Putraku Laren, kamu baru saja sembuh dari sakit. Kamu tidak bisa pergi ke sana. Ayah sangat khawatir terhadap kesehatanmu." Ucap sang raja sambil menatap Laren
"Ayahanda, seperti yang ayahanda tahu selama ini Laren sakit dan tidak bisa membantu masalah kerajaan selama ini. Tapi sekarang Laren sudah sembuh sehingga bisa membantu ayahanda." Ucap Laren meyakinkan sang raja
"Tapi yang mulia pangeran Laren, kami sangat mengkhawatirkan kondisi kesehatan pangeran. Pangeran tidak bisa pergi ke desa itu." Ucap salah satu menteri yang ada di situ
"Menteri, selama aku sakit aku tidak bisa membantu apapun untuk kerajaan ini, saat ini aku sudah sembuh, sudah menjadi kewajibanku untuk ikut membantu menyelesaikan masalah apapun yang ada di kerajaan ini." Ucap Laren menyakinkan para menteri tersebut
Setelah itu, Laren berdiri dari tempat duduknya dan berlutut kepada sang raja dan memohon agar diizinkan untuk ikut menyelesaikan masalah wabah tersebut.
"Ayahanda Laren mohon, Laren selama ini belum bisa membantu kerajaan karena Laren selama ini sakit yang mengakibatkan Laren tidak bisa bergerak dengan bebas, tapi sekarang Laren sudah sembuh. Jadi tolong izinkan Laren untuk membantu ayahanda dalam mengatasi masalah wabah ini." Ucap Laren sambil berlutut terhadap sang raja
"Tidak. Putraku Laren, jangan berlutut anakku. Kamu... Jika kamu memang sangat ingin membantu ayahanda untuk mengatasi masalah wabah ini maka aku mengizinkanmu untuk membantu. Akan tetapi bisakah kamu berjanji pada ayahanda untuk tidak akan memaksakan dirimu?" Ucap sang raja
"Baik ayahanda terima kasih banyak, Laren berjanji tidak akan memaksakan diri." Balas Laren kemudian kembali ke tempat duduknya
__ADS_1
"Tapi, mohon maaf yang mulia raja. Tapi pangeran Laren baru saja sembuh dari sakitnya jangan sampai yang mulia pangeran sampai jatuh sakit lagi." Ucap salah satu menteri yang ada di situ
"Ini sudah permintaan langsung dari pangeran Laren, biarkan saja ia menangani masalah wabah yang ada di desa timur kerajaan ini. Yang terpenting jangan biarkan dia bekerja terlalu keras dan memaksakan dirinya sehingga pangeran jatuh sakit lagi." Ucap sang raja kepada para menteri itu