
"Aku penasaran mengapa ibu suri lebih menyayangi pangeran lainnya daripada pangeran Laren yang asli. Secara logika pangeran Laren yang asli adalah anak dari permaisuri dan yang pasti mempunyai darah keturunan kerajaan yang murni, tapi mengapa ia justru lebih menyayangi anak dari keturunan selir dan mengabaikan pangeran Laren yang asli?" Ucap Laren dengan heran
"Mungkin anda akan menemukan jawabannya jika anda sudah bertemu dengannya tuan."
"Hmm kamu benar, tapi apakah aku mempunyai kesempatan untuk bertemu dengannya?"
"Tentu saja tuan, jika kabar kesembuhan anda sudah sampai di telinga ibu suri, dia pasti akan datang menemui anda."
"Hmm mungkin saja." Ucap Laren sambil mengangguk perlahan
Tiga hari kemudian, kini Laren hendak berangkat menuju ke istana kekaisaran bersama dengan Rayden dan beberapa pengawal lainnya.
"Rayden." Panggil Laren
"Iya pangeran, anda perintah?"
"Apakah kamu punya orang kepercayaan di sini?"
"Tentu yang mulia." Balas Rayden
"Kalau begitu kamu perintahkan dia untuk mengawasi keadaan di istana ini selama aku pergi ke istana kekaisaran, terutama para pangeran itu. Sedangkan kamu, ikutlah denganku ke istana kekaisaran." Perintah Laren
"Baik pangeran."
Rayden pun pergi sebentar untuk menjalankan perintah yang di berikan oleh Laren tersebut, Laren pun naik ke keretanya dan menunggu Rayden.
Tidak lama kemudian Rayden kembali, dan langsung menaiki kuda miliknya untuk pergi ke istana kekaisaran.
Sang raja dan pangeran Altezza mengantarkan Laren sampai di depan gerbang istananya.
"Laren kamu berhati hatilah." Ucap sang raja sambil mendekat ke arah kereta milik Laren
"Baik ayahanda." Balas Laren sambil mengangguk
"Kamu harus selalu waspada. 'Mungkin' ada yang akan menghentikan atau sekedar mengganggu perjalananmu." Bisik sang raja kepada Laren
Mata Laren pun seketika membelalak saat mendengar bisikan dari sang raja.
Apakah... Ayahanda sedang memperingatkan diriku akan sesuatu? Apakah ayahanda mungkin mengetahui sesuatu? (Batin Laren sambil berfikir)
"Baiklah kalau begitu, pergilah dan berhati hatilah putraku." Ucap sang raja kemudian sedikit menjauh dari kereta Laren
__ADS_1
"Baik. Kalau begitu Laren izin pamit ayahanda." Ucap Laren dan di balas anggukan oleh sang raja
Kau!! Tunggu saja Laren, aku tidak akan pernah membiarkanmu untuk merebut posisi pewaris tahta dariku. Lihat saja apa konsekuensinya jika kamu berani berhadapan dan melawanku. (Batin pangeran Altezza sambil mengeluarkan sedikit aura membunuh)
Laren yang hendak berangkat secara tidak sengaja melihat ke arah pangeran Altezza dan merasakan aura membunuhnya.
Jadi yang di maksud berhati hati itu adalah untuk menghadapi kakak Altezza, baiklah aku akan lihat bagaimana kemampuanmu kak. (Batin Laren sambil menyeringai)
Laren pun berangkat bersama dengan Rayden dan beberapa pengawal lainnya, saat masih berada di kawasan sekitar istana semuanya masih berjalan dengan baik.
Akan tetapi setelah satu jam perjalanan, dan Laren juga rombongannya sudah keluar dari kawasan istana ada sekelompok orang yang berpakaian serba hitam mengepung rombongan Laren dari depan dan belakang.
"Berhenti!" Ucap salah satu orang tersebut
"Siapa kalian? Berani beraninya menghentikan perjalanan pangeran Laren." Ucap salah satu pengawal Laren
"Serahkan pangeran kalian!" Ucap pria itu sambil mengarahkan pedangnya ke arah pengawal Laren
"Tidak akan!"
"Kalau begitu tidak perlu basa basi lagi, serang mereka semua dan ambil pangeran mereka."
"Baik!"
Di dalam kereta Laren yang tengah beristirahat pun terbangun karena mendengar suara keributan yang ada di depan, dan akhirnya menanyakan kepada Rayden tentang apa yang terjadi.
"Rayden, mengapa ribut sekali?"
"Pangeran? Ada sekelompok orang yang menghadang perjalanan kita pangeran." Balas Rayden
"Apa?"
Jadi ini peringatan yang ayahanda maksud. (Batin Laren)
Laren pun menutup matanya dan membuka mata langitnya untuk mengetahui jumlah musuh yang ada.
10 orang pembunuh bayaran yang sangat profesional, dan 5 pemanah yang telah siap dengan anak panahnya bersembunyi di pepohonan. Sepertinya pangeran Altezza mengirimkan pembunuh bayaran yang sangat profesional daripada pembunuh bayaran yang di kirim oleh kedua pangeran lainnya. (Batin Laren sambil mengamati apa yang terlihat melalui mata langitnya)
"Rayden kamu bereskan mereka jangan sampai perjalanan kita terhambat karena sekelompok orang itu." Perintah Laren
"Baik pangeran." Balas Rayden kemudian hendak maju untuk menyerang para pembunuh bayaran itu
__ADS_1
"Tunggu sebentar Rayden."
"Ada apa pangeran?" Ucap Rayden menghentikan langkahnya
"Saat kamu menyerang mereka, kamu berhati hatilah pada sisi ini... Karena ada pemanah yang siap memanah dirimu kapan saja, jangan biarkan dirimu terluka." Ucap Laren sambil menunjukkan beberapa arah
Apa? Bagaimana mungkin pangeran bisa mengetahui pemanah yang bersembunyi di pepohonan itu? Aku bahkan tidak dapat merasakan aura mereka. (Batin Rayden heran dengan perkataan Laren)
Rayden pun maju dan menyerang pembunuh bayaran itu, ada beberapa pembunuh bayaran yang mati di tangan Rayden.
Saat menyerang pembunuh bayaran itu, Rayden melihat salah satu dari mereka melirik ke suatu arah, dan tiba tiba anak panah tajam melesat ke arahnya.
Dengan cepat Rayden pun menghindari anak panah itu, karena peringatan dari Laren tadi sehingga Rayden lebih waspada terhadap tempat yang di tunjukkan oleh Laren.
Ternyata benar benar ada pemanah yang bersembunyi di balik pepohonan itu, tapi bagaimana bisa pangeran mengetahui hal ini? (Batin Rayden heran)
Setelah itu, Rayden menangkap pemimpin dari pembunuh bayaran itu kemudian membawanya ke hadapan Laren untuk di interogasi.
Kini tangan pembunuh bayaran itu telah di ikat oleh Rayden dan di hadapkan ke arah Laren dengan posisi berlutut.
"Katakan. Siapa yang mengurus dirimu untuk menghalangi jalanku?" Tanya Laren dengan menggunakan tatapan mata yang tajam
"Huh, aku tidak akan pernah mengatakan itu."
Karena berfikir jika tidak bisa lepas dari Laren, akhirnya pembunuh bayaran itu meminum racun yang memang sudah ia selipkan di lidahnya.
Dalam sekejap pembunuh bayaran itu mengeluarkan busa pada mulutnya kemudian mati.
"Cihh... Trik yang sama lagi." Ucap Laren kesal
Tidak lama setelah selesai membunuh semua pembunuh bayaran yang ada, ada beberapa orang yang datang menghampiri Laren.
Salah satu dari mereka menaiki seekor kuda putih, setelah cukup dekat dapat di lihat jika mereka adalah pasukan dari istana kekaisaran.
"Salam pangeran Laren." Ucap seseorang yang menunggangi kuda tersebut
"Siapa anda? Dan bagaimana anda bisa mengetahui tentang saya?" Tanya Laren
"Saya adalah utusan dari istana kekaisaran utama, saya di perintah untuk menjemput dan menjaga pangeran Laren mulai dari sini hingga sampai ke istana kekaisaran." Ucap orang tersebut
"Baiklah kalau begitu, jika boleh tahu siapakah nama anda?" Tanya Laren
__ADS_1
"Saya adalah jenderal Zang Shiao, anda bisa memanggil saya jenderal Zang."
"Baiklah, jenderal Zang."