
"Baik yang mulia, kami akan pastikan selalu menjaga keamanan pangeran Laren dan tidak akan membiarkan pangeran Laren bekerja terlalu keras." Ucap menteri itu
Melihat Laren di perhatikan oleh sang raja dan tokoh tokoh penting kerajaan lainnya, pangeran Abercio dan juga pangeran Altezza merasa kesal.
Apalagi setelah diri mereka di abaikan oleh sang raja saat berbicara di depan para menteri tadi.
Karena merasa perhatian sang raja akan di rebut oleh Laren, maka pangeran Abercio berinisiatif untuk mengajukan diri untuk membantu masalah wabah yang ada di desa timur kerajaan.
"Ayahanda... Adik keempat saat ini hanya berpura pura kuat, jadi jangan serahkan tugas ini kepadanya. Serahkan saja tugas ini kepada hamba yang mulia." ucap pangeran Abercio
Huh aku tidak akan membiarkan dirimu merebut perhatian ayahanda. (Batin pangeran Abercio)
Hmm ini menarik, semakin kakak ingin berebut perhatian ayahanda dengan diriku maka semakin banyak nilai kebencian yang akan aku dapatkan. Ingin bermain main denganku? Baiklah mari kita bermain. (Batin Laren)
"Kakak apakah kakak tidak percaya akan kemampuanku? Jika kakak tidak menyukaiku dan membenci diriku maka aku tidak akan keberatan dengan itu. Tapi seperti yang kakak tahu aku selama ini tidak bisa membantu kerajaan sama sekali, jadi mohon izinkan aku untuk membantu masalah kerajaan kali ini." Ucap Laren dengan wajah yang memelas
Tujuan Laren memasang wajah yang memelas adalah untuk menarik perhatian sang raja agar membelanya, dan membuat kesal pangeran Abercio agar tingkat kebenciannya meningkat.
"Abercio! Apa maksud dari kata katamu itu hah!" Ucap sang raja dengan nada yang tinggi
"A-ayahanda, bukan... I-ini bukan seperti yang ayahanda pikirkan. A-aku hanya..." Ucap pangeran Abercio dengan terbata bata
"Cukup pangeran Abercio, jika kamu terus berbicara maka aku akan mengurungmu di kediamanmu sama seperti pangeran Stellan." Ucap sang raja sambil menatap tajam pangeran Abercio
"B-baik ayahanda." Ucap pangeran Abercio
Cihh... Dia berhasil merebut perhatian ayahanda (Batin pangeran Abercio)
Mari bermain lagi kak Abercio. (Batin Laren)
'Kakak Abercio... Barusan aku bukan mengambil perhatian ayahanda, tapi kakaklah yang memberikan kesempatan ini kepadaku. Jadi terima kasih banyak kakakku tercinta' Ucap Laren melalui telepatinya
__ADS_1
Karena terbawa suasana dan emosi, dan juga karena tingkatan kultivasi Laren setara dengan pangeran Abercio, Pangeran Abercio tidak mengetahui jika Laren barusan mengatakan itu melalui telepati.
Sehingga tanpa sadar, ia menjawab perkataan Laren tersebut secara langsung dan tidak melalui telepati yang mengakibatkan semua orang di situ dapat mendengarnya.
"Kurang ajar! Berani beraninya kamu mengatakan itu Laren! Kamu sendiri yang merebut perhatian ayahanda tapi kamu malah menyalahkan kami." Ucap pangeran Abercio dengan nada yang tinggi sambil menunjuk nunjuk ke arah Laren
Sudah kuduga, dia ceroboh sekali. Sampai tidak mengetahui jika barusan aku menggunakan telepati terhadap dirinya dan bukan berkata secara langsung. (Batin Laren sambil melihat ke arah pangeran Abercio)
Mendengar kata kata pangeran Abercio dengan nada yang tinggi, sang raja pun marah terhadap pangeran Abercio karena dianggap tidak sopan terhadap semua orang yang ada di situ.
"KETERLALUAN KAMU ABERCIO! Apa maksudmu berteriak sambil menunjuk nunjuk ke arah Laren seperti itu hah?!" Ucap sang raja dengan emosi
"Ayahanda barusan Laren mengatakan jika dia tidak mengambil perhatian ayahanda tapi kami yang memberikan kesempatan itu kepadanya... Apakah ayahanda tidak mendengar semua itu?" Ucap pangeran Abercio
"Omong kosong apa yang kamu katakan! Sedari tadi pangeran Laren hanya duduk diam di tempatnya tanpa berkata apapun. Sedangkan kamu tiba tiba berkata omong kosong dengan nada tinggi dan menyalahkan pangeran Laren tanpa sebab." Ucap sang raja dengan emosi
"A-ayahanda, ini... Pangeran tidak bermaksud seperti itu, tapi... Saya hanya..." Ucap pangeran Abercio sambil terbata bata dan ketakutan karena sang raja emosi
"Cukup Abercio, kamu di hukum tidak boleh keluar dari kediamanmu selama satu bulan penuh dan... Jika kamu melanggar hukuman itu maka aku akan menambah hukumanmu itu lebih berat lagi." Ucap sang raja sambil menatap tajam pangeran Abercio
"Tidak ada tapi tapian, sekarang pergi kamu dari sini. Pengawal antarkan pangeran Abercio pergi ke kediamannya sekarang!" Ucap sang raja
"Baik yang mulia." Ucap para pengawal itu kemudian membawa pangeran Abercio keluar dari ruangan itu
'Selamat tinggal kakakku tercinta, terima kasih atas bantuannya' ucap Laren melalui telepati, setelah itu pangeran Abercio menatap tajam ke arah Laren setelah mendengar hal itu
Kini di aula tersebut tersisa dua pangeran yaitu Laren dan pangeran ketiga, yaitu pangeran Altezza, pertemuan tersebut di akhiri setelah Laren di izinkan untuk mengatasi masalah yang ada di desa timur kerajaan itu.
Setelah pertemuan itu berakhir, Laren pergi ke kamar yang ada di istana utama tersebut, dan di antarkan oleh beberapa penjaga yang ada di situ.
Setelah sampai di kamarnya, Laren pun menyiapkan barang barang yang akan di bawa untuk pergi ke desa yang ada di sebelah timur kerajaan.
__ADS_1
Laren juga berlatih kultivasi dan seni bela diri sebentar untuk meningkatkan kemampuannya.
Setelah itu, Lacey muncul di samping Laren yang sedang berlatih.
"Tuan." Panggil Lacey
"Hmm ada apa?" Tanya Laren tanpa menoleh ke arah Lacey
"Anda telah berhasil meningkatkan nilai kebencian para pangeran tuan." Ucap Lacey
"Benarkah? Berapa banyak peningkatan nilai kebencian para pangeran Lacey?" Tanya Laren sambil menatap Lacey
"Kebencian pangeran Abercio meningkat dari 40% menjadi 65%, pangeran Stellan meningkat dari 35% menjadi 78%, dan pangeran Altezza meningkat dari 35% menjadi 40%." Jelas Lacey
"Hmm mengapa pangeran Altezza meningkat sangat sedikit?" Tanya Laren
"Itu karena anda belum melakukan apapun terhadap pangeran Altezza berbeda dengan kedua pangeran lainnya." Ucap Lacey
"Hmm kamu benar." Ucap Laren sambil mengangguk ngangguk
Lalu Laren melanjutkan persiapannya untuk pergi ke desa timur kerajaan.
"Tuan sebelum anda berangkat ke desa timur kerajaan itu, saya punya barang yang bagus untuk tuan. Tunggu sebentar, di mana barang itu." Ucap Lacey sambil memunculkan layar dan menggeser layar yang ada di depannya
Setelah beberapa saat mencari sesuatu, Lacey akhirnya mengambil sebuah kotak kecil yang berisi sebuah benda yang mirip dengan pil.
Akan tetapi pil tersebut berbentuk bulat sempurna dengan warna yang sangat indah dan menarik yaitu warna hitam dan putih dengan garis emas di tengahnya.
"Nahh ini dia tuan, barang yang aku maksud." Ucap Lacey sambil menunjukkan isi dari kotak tersebut
"Hmm warna yang sangat indah, benda apa ini?" Tanya Laren sambil memperhatikan benda di dalam kotak tersebut
__ADS_1
"Ini adalah suatu pil yang sangat istimewa tuan, dan tidak semua orang dapat mengonsumsi obat ini tuan." Ucap Lacey
"Lalu apa gunanya untukku? Dan apa hubungannya dengan menyelesaikan masalah wabah mematikan yang ada di desa timur kerajaan?" Tanya Laren kepada Lacey dengan penasaran